Advertisment

Suara Folk Surabaya

vox

Pahlawan Baru Kota Pahlawan

Dari kota pahlawan yang cenderung didominasi musik cadas, setahun belakangan muncul sebuah band beraliran folk yang tiba-tiba mencuri perhatian publik Surabaya. Band tersebut bernama VOX. Berdiri di awal 2006 dengan formasi Vega (gitar-vokal), Joseph (bas-vokal), Donny (kibor-vokal) dan Mayo (drums-vokal), band ini telah berhasil menjaring penggemar dari berbagai usia dan kalangan. Media setempat pun memberi dukungan penuh kepada VOX. Lagu-lagu dari demo mereka sering diputar radio-radio. Beberapa di antaranya bahkan sempat menduduki chart karena banyaknya permintaan pendengar.

Bagaimana dengan panggung? “Alhamdulillah sampai saat ini permintaan panggung banyak sekali. Acaranya pun beragam. Dari mulai acara dengan sponsor besar, pensi SMU, hingga pesta ulang tahun.” ujar Vega. Hal ini dikarenakan penampilan mereka yang senantiasa memukau. Berkualitas dari segi musikal, namun juga menghibur.

“Bagi kami, yang terpenting semua orang senang. Kalau kami senang di atas panggung, yang menonton kami pun ikut senang. Dengan sendirinya, kami akan memberi permainan yang terbaik.” ungkap Mayo.

Tak mengherankan bila kabar santer ini dalam waktu cepat sampai ke telinga A&R Aksara Records, David Tarigan, yang kemudian juga turut memproduseri album perdana VOX. Setelah mendengar demo mereka, VOX diundangnya ke Jakarta untuk tampil membuka konser the Brandals dan the Adams. Semakin yakin setelah melihat aksi panggung mereka yang rapi dan penuh energi, Aksara Records segera memutuskan untuk merangkul VOX di bawah sayap mereka.

Menyatukan Ide, Meracik Album

Awal Februari 2007, VOX akhirnya memasuki dapur rekaman di Studio Pendulum, Jakarta. Menginap di studio selama sebulan dan menjalani proses rekaman hingga pagi hari mereka lalui demi mengejar kualitas yang diinginkan. Konsep album sengaja dibuat lebih mewah dibanding konsep penampilan panggung. “Sebab di album, orang hanya bisa mendengar. Mereka tidak melihat. Kami memaksimalisasi aransemen agar energinya tetap terasa.” jelas Joseph.

Salah satu keunikan VOX yang lain terletak pada pembagian vokal keempat personilnya. “Dalam band ini semua bernyanyi. Ini akibat ditinggal vokalis perempuan kami. Jadi terpaksa kami berempat bernyanyi bergantian. Ternyata saat keempat suara kami dipecah, hasilnya justru bagus. Akhirnya pembagian vokal menjadi ciri khas kami.” Ujar Donny yang paling berperan sebagai pengarah vokal di band ini.

Rekan-rekan musisi lainnya juga turut berkontribusi. Aransemen brass section pada lagu ‘My Baby Blue’ ditulis oleh Ramondo Gascaro dari band SORE, sementara Ricky Virgana dari White Shoes & the Couples Co. bermain cello pada lagu tersebut. Indra Azis, saxophonis jazz andalan ibukota, juga turut terlibat.

Dalam mengkategorisasi genre musik, produser David Tarigan sekalipun merasa jenis musik VOX sulit dirangkum dalam satu kata. “Mungkin bisa disebut Americana, sebab semua unsur roots music Amerika ada di sini. Blues, Rock n Roll, Gospel, Soul, hingga Doo Wop.” Jelasnya.

Sementara personil VOX sendiri cenderung menyebut musik mereka sebagai folk-rock. “Kami berusaha membuat musik yang cerdas namun merakyat. Musik yang bisa dinikmati segala kalangan,” ungkap Joseph. “Sebab kata VOX sendiri diambil dari slogan Vox Populi Vox Dei yang artinya Suara Rakyat Suara Tuhan.”

Dan setelah proses penggarapan yang intens ini, akhirnya rampung juga album perdana VOX yang diberi judul Pada Awalnya.

Album yang ‘Mengenyangkan’

Ibarat sebuah set menu makanan yang bervariasi dan menggugah selera, begitu pula halnya dengan album Pada Awalnya ini. Kaya rasa dan mengenyangkan.

Lagu Pada Awalnya’, menjadi menu pembuka yang sempurna. Lagu pertama yang mereka tulis ini sekaligus menjadi singel pertama dari album perdana ini. “Beat-nya bersemangat dan liriknya positif. Lagu ini adalah perkenalan bagi siapa saja yang ingin mendengar musik VOX lebih lanjut,” ungkap Joseph.

Sementara lagu ‘Surabaya#1′ dan ‘Ingatkah Pertama’ cocok dijadikan hidangan utama. ‘Surabaya #1′ yang klimaktik dan berenergi adalah sebuah tribut untuk kota tercinta mereka. “Dalam lagu ini ada lirik tentang sungai yang menghubungkan rumah-rumah kami dan selalu kami lalui saat berangkat latihan,” cerita Joseph lagi.

Sedangkan lagu ‘Ingatkah Pertama’ bercerita tentang tentang wafatnya seorang teman dan jatuh bangun band yang ditinggalkan. Hadirnya warna musik blues dan soul dalam lagu bertempo lambat ini, membuatnya tak berkesan mendayu-dayu.

Sebagai hidangan pencuci mulut, simak lagu cinta manis ‘My Baby Blue’. “Lagu ini banyak bocor ke radio-radio lokal dan menduduki peringkat 1 di chart. Kami jadi sadar bahwa lagu-lagu cinta masih mendominasi selera pasar,” papar Joseph, “Kami berusaha untuk membuat lagu cinta yang tidak norak, meski itu tidak mudah .

Untuk anda yang masih lapar, VOX menyediakan bonus track berjudul ‘Lagu Rakyat’. Lagu full akustik yang direkam secara minimalis dengan lirik bertema sosial. “Kami selipkan sebagai simpati karena direkam tepat saat Jakarta dilanda banjir hebat di bulan Februari. Lagu ini kami dedikasikan untuk semua rakyat yang kurang beruntung di Indonesia” ungkap Mayo.

Pengkotakan genre menjadi tak penting saat selesai menikmati album ini. Lagipula VOX sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. “Kami hanya ingin memberikan satu lagi pilihan musik yang segar dan berkualitas dari kota yang sering terlewatkan, Surabaya”. Dan Pada Awalnya, merupakan awal yang baik untuk merealisasikan cita-cita mereka itu.

Marketing & Promotion by:

Vixen Impressario

House of Monorama – Unit 2A

Jl. Benda Raya no.89, Kemang – Kebayoran Baru

Jakarta Selatan 12560

Phone/fax : (021)7815114

Contact person : Nadia Yustina +62811132135

Related posts

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

{ 1 comment… read it below or add one }

tegxx August 3, 2007 at 1:26 pm

lalalalala ooooooo merdu.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: