Tag Archive for 'White Shoes and the Couples Company'

Fariz RM Anthology


Rada telat postingnya, karena beberapa alasan yang tidak penting. :)
tapi ini beberapa foto dari konser Fariz RM kemarin di Rolling Stone live venue, jika kamu tumbuh besar sebagai penggemar Fariz RM saya jamin kamu akan menyukai sederatan nostalgia yang diambil dari hits belasan album oleh Fariz RM, tetapi saya rasa sebagian besar dari kamu pun akan mengenal lagu Sakura atau Barcelona yang memang sangat terkenal itu.

Acara berlansung seperti pertunjukkan tembang kenangan, dimana band nya Fariz RM bermain sangat rapih, terlalu rapih kadang. Bahkan sampai disaat kolaborasi dengan Sherina Munaf, White Shoes and The Couples Company dan Koil, mereka masih terasa bermain begitu hati-hati.

Walaupun ada cacat dalam sound, seperti misalnya mic vokal yang suka tiba-tiba mati. Namun acara malam ini dapat dikatakan sukses.
Continue reading ‘Fariz RM Anthology’

(Video) White Shoes and the Couples Company @ Make Out Room, San Fransisco

Beberapa video dari White Shoes and The Couples Company di Make Out Room, San Fransisco.
Diambil dari halaman Youtube http://www.youtube.com/user/homemade

Aksi Kucing

Kapiten dan Gadis Desa

Runaway Song

Nothing to Fear

Senandung Maaf

Quickie Express Original Motion Picture Soundtrack

quickie_express2 Quckie Express
Original Motion Picture Soundtrack
Aksara Records
9.1

Film yang diusahakan seabsurd komedi blackploitation ini tidak lebih berhasil dari film warkop saat masih bertiga, ditambah lagi editan acak-acakan dan grafik alur cerita film yang kurang terjaga. Tetapi film ini tetap perlu diacungi jempol karena berani tampil beda, dan beberapa adegan tetap mengundang tawa lepas yang tulus dari saya dan seluruh penonton bioskop.

Dan yang lebih menarik lagi adalah soundtrack negro melayu, dimana band jadi-jadian bernama The Squirts berusaha menghidupkan suasana di film dengan musik soul-funk-disco yang brilian, untuk membahas dikit mengenai musiknya, kamu Sebut saja para pahlawan musik funk-soul berkulit hitam yang kamu ketahui, yang berdisco dengan tema-tema cinta dan sex. Semuanya teransemen dengan baik oleh si The Squirts yang didalamnya ada David Tarigan, Bembi (sore) dan Aghi dari Ape On The Roof, judul-judul seperti “gigolo test”. “pelajaran bercinta”, “kencan diatas perahu” rasa-rasanya cukup memberikan rasa soul ber-afro besar walaupun mereka hanya orang lokal (well sebagian mungkin hanya setengah lokal) namun kenyataan mereka tidak ada yang “negro” cukup membuat saya mengacungi jempol dengan usaha membuat kita bergoyang, atau berpeluh diatas kasur dan melolong.

ya kalo dipandang secara skeptis memang tidak mungkin menyamai ke-negro an para negro asli, karena saya rasa sulit sekali orang melayu bergoyang sebagus kaum kulit hitam yang diberkati oleh dewa Groove. Tapi apa yang mereka berikan disini jauh lebih “Funk”, “Soul” dan “Groovy” dibandingkan kebanyakan band-band Indonesia yang pernah muncul membawa nama “Funk”,”soul” dan ‘groove”.

ps : di album ini juga ada track dari The Adams, Sore, Ape on the Roof dan White Shoes and the Couples Company

www.aksararecords.com

 
icon for podpress  The Squirts - Jojo Vs Matteo: Play Now | Play in Popup | Download

White Shoes and The Couples Company at SxSw Festival

09_wsatcc

Selain the SIGIT yang sedang mempersiapkan keberangkatan ke festival South By South West di Texas, Maret 2008 nanti. White Shoes and the Couples Company yang baru-baru ini disebut sebagai the most blog worthy band from Indonesia oleh Yahoo! Music, juga sedang siap-siap berangkat ke festival tersebut untuk bergabung dengan band-band dari seluruh dunia di festival besar-besaran tersebut.

Kebetulan, belum lama ini album WSATCC juga sudah dirilis oleh Minty Fresh records dan memperoleh sambutan baik disana. Dan mereka juga sudah memperoleh eksposure dari beberapa media.

- Artist of the day Spin.com
- Yahoo! Music

dan masih ada beberapa lagi. coba kamu mulai mengetik kata kunci White Shoes and the Couples Company di blog aggregator.

Photograph : Konser Skenario Masa Muda

001_header
Konser menyambut rilisnya mini album “Skenario Masa Muda” karya White Shoes and the Couples Company. pada tanggal 8 Desember 2007 lalu. Dihadiri oleh sekitar 500 Undangan acara malam itu di gedung RRI Bandung cukup meriah. Dibuka dengan penampilan Hollywood Nobody.
WSATCC membawakan semua lagu dari mini album tersebut. Ditambah dengan setlist dari album pertama, sebuah cover version dari lagu Cokelat milik Pure Saturday, beberapa atraksi gitar dari mr.Saleh, drum solo theatrikal dari Mr.John dan tari-tarian dari Nn. Sari.

Acara yang menyenangkan malam itu.

001_HoNo
002_HoNo
09_wsatcc
03_wsatcc
04_wsatcc
05_wsatcc
06_wsatcc
07_wsatcc
08_wsatcc

Photograph by : Jae

WSATCC : konser album Skenario Masa Muda

whiteshoes_001
Dalam rangka mempromosikan rilisan baru dari White Shoes and the Couples Company, maka diadakan dua rangkaian acara di Bandung dan Jakarta dengan detail sebagai berikut

DUNHILL DIMENSIONS
PRESENT
Konser Album Skenario Masa Muda
WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY

BANDUNG
SABTU, 8 DESEMBER 2007 / JAM 19.30
Auditorium RRI Bandung
Gedung RRI, Jl. Diponegoro 46
Bandung
With special performance by Hollywood Nobody

JAKARTA
SELASA, 11 DESEMBER 2007 / JAM 19.30
Usnar Ismail Hall
Gedung Pusat Perfilman H.Usmar Ismail (PPHUI)
Jl. H.R. Rasuna Said kav. C-22, Kuningan
Jakarta
With special short film screening “Di Balik Tjahaya Gemerlap” (Dir.: Edwin)
and video projection

GRATIS. TEMPAT TERBATAS. HANYA TERSEDIA 500 UNDANGAN DI JAKARTA & 500 UNDANGAN DI BANDUNG.

Undangan dapat diambil secara cuma-cuma mulai tanggal 1 Desember 2007 di:
BANDUNG : Monik House, Jl. Setiabudi 56, Bandung
JAKARTA : Aksara Kemang, Aksara Plaza Indonesia, Aksara Citos (Cilandak Town Square)- Jakarta

INFORMASI :
BANDUNG : (022) 2032740 atau (022) 2038668
JAKARTA : (021) 7199288
www.soundshineevent.com

MESIN WAKTU: Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif

Mesin Waktu: Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif

Sudah sebelas tahun Naif berkiprah. Tidak hanya meramaikan dunia musik Indonesia, Naif juga membawa pengaruh musik yang signifikan. Atas dasar inilah, sekumpulan musisi muda bergabung bersama untuk menunjukkan rasa salut mereka di dalam album Mesin Waktu: Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif.

Sejak awal kemunculannya lagu-lagu Naif begitu amat melekat di hati pencinta musik di tanah air, bahkan melintasi batas usia, mereka disukai oleh masyarakat umum dari anak balita hingga para lansia. Mungkin itu semua karena formula musik yang mereka tawarkan sejak awal, musik pop dengan format tradisional yang begitu amat representatif dengan zaman, di mana kita dapat menikmati kenikmatan musik manis dari era 50-an hingga abad 21 dalam satu paket yang amat kasual. Seperti mengarungi jagad musik dengan menggunakan Mesin Waktu. Karena itulah lagu-lagu Naif menjadi sebagian dari sedikit lagu Indonesia masa kini yang mudah diingat, lekat di hati, dan mudah dinyanyikan (singalong).

Kemunculan Naif di pertengahan dekade 90-an, saat di mana dunia musik populer Indonesia mulai memiliki alternatif seperti yang ditawarkan oleh scene indie yang mulai menjamur, membuat mereka menjadi idola dari 2 kubu yang sejatinya saling bertolak belakang. Musik pop dengan pendekatan yang berbeda itulah yang membuat mereka dapat menjadi jembatan antara pendengar mainstream dengan pendengar alternatif yang mulai mendapatkan tempatnya saat itu. Naif yang pada awalnya tumbuh bersama dengan band-band dari scene indie Jakarta tentu memiliki kedekatan dengan scene yang kini makin besar itu, selain lagu-lagu mereka yang memang amat sing a long.

Banyak dari teman-teman Naif dari scene tersebut, yang masih tergabung dalam grup musik tertentu, ingin membuat semacam selebrasi terhadap karya-karya Naif. Mereka adalah beberapa dari sekian banyak orang yang sering menyanyikan lagu-lagu Naif di waktu senggang bersama dengan teman-teman. Mereka menyanyikan lagu-lagu yang amat dekat di hati tersebut, lagu-lagu yang dapat menyatukan banyak orang dari generasi yang sama, generasi yang tumbuh sejak pertengahan 90-an. Lagu-lagu Naif mungkin sudah dapat kita anggap sebagai anthem generasi sekarang. Mungkin sebentar lagi bisa seperti lagu-lagu Koes Plus atau Iwan Fals.

Fakta yang terkesan sepele namun amat tulus itu lah yang menjadi landasan proyek ini. Teman-teman yang besar bersama Naif ingin berbagi dengan sesama pencinta Naif lain yang ada di muka bumi ini. Karena itulah proyek ini diberi nama Mesin Waktu: Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif. Bukan seperti format ‘album tribute’ pada umumnya, proyek ini menawarkan kehangatan, seakan tak berjarak, karena dilakukan oleh teman-teman dengan rasa cinta akan karya-karya Naif. Dari band-band yang muncul lebih dulu atau bersamaan dengan Naif seperti Fable dan Cherry Bombshell, atau band-band baru yang amat terinspirasikan Naif seperti Karon N Roll, hingga aksi power pop asal Kuala Lumpur, Malaysia yang amat mengidolai Naif, Couple turut serta menyumbangkan interpretasinya.

Teman-teman yang menyanyikan Lagu Naif:
01. White Shoes & The Couples Company “Si Mesin Waktu”
02. Karon N Roll “Puspa Indah”
03. Icarie “Imaginary Son”
04. The Brandals “Mobil Balap” (single pertama album Mesin Waktu: Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif)
05. Couple “Takkan Pernah Melupakanmu”
06. TIKA feat. Wrong Is The New Right “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia”
07. Goodnight Electric “Just B”
08. Fable “Rumah Yang Yahud”
09. Cherry Bombshell “Jauh”
10. Media Distorsi “Selalu”
11. Superglad “Benci Untuk Mencinta”
12. The Monophones “Nanar”
13. The Adams “Jikalau”
14. SORE “Hidup Itu Indah”

‘Mesin Waktu: Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif’ tersedia dalam format CD dan kaset.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Nasta Sutardjo di 0811148082 atau e-mail nastas@aksararecords.com
Mia Indreswari di 0817119670 atau e-mail mia@aksararecords.com
Indra7 di 0818667771 atau e-mail indra@aksararecords.com
promosi@aksararecords.com

www.aksararecords.com www.naifband.com

Interview with White Shoes and the Couples Company

Siapakah mereka? Darimanakah asal mereka? Kenapa namanya panjang sekali ya? Kan susah nyebutnya. Udahlah baca aja ga usah banyak komentar, oleh Eric Wiryanata.

siapakah yang pake sepatu putih dan siapakah yang berpasangan?

semua bersepatu putih, dan alhamdulillah semua sudah berpasangan.

jika bisa melarikan diri, akan melarikan diri kemana?

kemana saja yang penting bisa bersama selamanya

apakah chamber pop itu?
itu cuman istilah.

yang bikin WSATCC spesial adalah?
Kami muda dan telah menikah.

5 lagu favorit? Mengapa?

Bebel Gilberto - Lonely
Gorge Ben - Taj Mahal
Manu Chao - King of Bongo Bong
Macy Gray - I try
Ms. Dynamite - Dy-Na-Mi-Tee
karena kelima lagu diatas adalah lagu-lagu terpilih.

pengen manggung kayak gimana yah? Set panggungya.
ingin sekali manggung di depan orang-orang yang kami cintai, tapi telah tiada atau sulit hadir karena tinggal terlalu jauh di luarkota. kalo sudah begitu set panggung menjadi tidak penting.

5 album favorit?
1984-David Bowie / RCA (1974)
Highway 61 Revisited-Bob Dylan / Columbia ( 1965)
Daydream Nation-Sonic Youth / Enigma(1988)
OST. Gita Cinta dari SMA- Guruh Soekarno Putra / Musica (1982)
Duo Kribo-Duo Kribo / ( 1977 )

Advertisment

Do you love shoes? Are you looking for a specific brand of shoes? If you are in need of steve madden shoes, we’ve got the best selection. What about rocket dog shoes? For the hottest trend in shoes, we can help. Sign online today to browse the best selection of designer shoes and the most affordable prices!


album apa aja yang kamu inginkan, tapi kamu belum punya?

Do What You Like-AKA (1974), OST Tiga Dara - Ismail Marzuki (1952), OST “Badai Pasti Berlalu” (1981)

band lokal lain yang menurut kamu bagus? 5 atau 6 atau 10 juga boleh

AKA, Gypsy, Koes Bersaudara, Bandempo, The Upstairs, Sekarwati, Kornchonk Chaos, The Jonis, Seek Six Sick, Tomorow People Ansamble, The Adams dan masih banyak lagi.

makanan favorit?
- Soto Lemes, Brawijaya ( di depan Studio Pendulum, Jakarta)
- Bubur Karpet, Radio Dalem
- Bubur Ayam Sukabumi, di Tebet

11 tahun lagi, WSATCC sudah jadi apa?
udah bubar.

ada rencana menjadikan WSATCC sebagai sumber penghasilan hidup? Bagaimana taktik yang dilakukan?
kita membentuk White Shoes & The Couples Company bukan untuk sumber mata pencaharian, jadi kalo untuk itu gak ada taktik apa-apa.

carpenters atau teti kadi? Mengapa?
kenapa mesti Teti Kadi? kenapa nggak Dedi Damhudi?

kalo udah tua nanti dan udah lama brenti ngeband, terus denger radio memutar lagu kalian, bagaimana kira kira perasaan kalian? Apa yang akan kalian lakukan?
Kami akan merasa mujur dan akan menari cha-cha.

biasanya sebelum manggung pada ngapain aja dulu?
biasanya ngumpul disatu rumah, lalu ceksound, kalo nggak ada ceksound, sore-sore yang cowok biasanya pada main bola, buat yang cewek biasanya nonton TV, masak, gosip, terus makan bareng-bareng, baru berangkat.

waktu umur 17 kamu lagi dengerin album album apa?
Rio : T-Rex.
Sari: Thurston Moore ” Psychic Hearts ”
Ricky: Jimi Hendrix & The Experience.
Saleh: Deftones.
Mela : Luluk Purwanto & Helsdingen Trio.
John: Kitaro & Lagu-lagu klasik tradisional Cina.
Indra Ameng: The Cure “Boys Don’t Cry”.

kalo pengen ngontak WSATCC kemana ya?
ke Tn. Indra Ameng :0818817548

pertanyaan favorit jika diinterview?
“siapa sajakah yang menjalankan White Shoes & The Couples Company?”

last !!!
thanks
thanks juga?