Tag Archives: Superglad

a-10-danilla

Demajors 14th Anniversary Party

a-01-puti-chitara-shunsuke

Ga berasa sudah 14 tahun Demajors mendistribusikan musik-musik independent, dan sampai sekarang saya bersyukur karena mereka masih bisa mendistribusikan musik-musik asoi di Indonesia.

Ini beberapa foto dari event tersebut, saya tidak sampai selesai berada disana karena maklum faktor umur membuat mudah masuk angin. Untungnya masih sempat melihat pemutaran video klip Superglad, Puti Chitara dengan musik pop nya yang semakin solid dan bersyukur bisa melihat Danilla dengan suaranya yang memang bagus.

Sayang tidak bisa melihat Monkey to Millionaire, mungkin dilain kesempatan.
a-04-udasjam-david-tarigan

a-07-danilla

a-07-puti-chitara

a-08-lemi

a-09-julius-congor

a-10-danilla

a-11-gilang-gombloh

a-12-dedidude-dethu

a-12-indra-7

a-13-benny-fya

a-14-danilla

a-15-acum

a-15-john-navid

a-16-anda

a-18-anda

a-18

a-02-buluk-superglad

Undangan Media SG (resize)

Release Party: SUPERGLAD “BERANDALAN IBUKOTA”

December 11, 2013 1:00 pmtoDecember 16, 2013 11:00 pm

Memperingati 10 tahun usia kuartet yang beranggotakan Giox (Bass), Luks (Vocal, Gitar), Dadi (Gitar) & Akbar (Drum) dalam industri musik Indonesia, SUPERGLAD kembali mempersembahkan sebuah album guna menggenapkan discography studio album mereka yang saat ini resmi berjumlah enam. Maka dari itu mereka menggelar pesta rilis di Rollong Stone Cafe pada tanggal 16 Desember 2013.

Acara ini akan dipandu oleh Jimi Multhazam dan akan dihadiri juga oleh sebagian besar bintang tamu yang terlibat dalam penggarapan album BERANDALAN IBUKOTA: Farri (The SIGIT), Ras Muhamad, Roy Jeconiah (RI 1), Rindra (Musikimia), Bonita (Bonita and The Hus Band), Andre Harihandoyo, Andreas (The Sonic People),
Hendri (Black Phinisi), Kojek, No Fire (Beatbox Indo).

Superglad-BI-360

Superglad – Berandalan Ibukota

Hampir memakan waktu nyaris dua tahun setelah album terakhirnya yaitu Cinta dan Nafsu, kini Superglad berhasil merampungkan kembali semua materinya menjadi satu album penuh berjudul Berandalan Ibukota pada tahun ini. Sebuah bentuk tribute untuk komunitas yang membesarkan nama mereka sejak 1994. Adapun proses rekaman dibilang banyak kendalanya dari segi teknis ataupun budget sebagai pelakon skena musik non-arus utama. Sehingga ketika pihak SAE institute menawarkan 25 shift untuk penggarapan materi album terbaru, Superglad tidak perlu banyak pertimbangan untuk mengiyakan.

Berhasil menggaet Farri Icksan (The S.I.G.I.T) sebagai kolaborator di single pertama—yang memiliki judul sama pada album keenam ini—terdengar lebih bertenaga dimaksimalkan dengan instrumen keempat personil lainnya. ‘Berandalan’ kata yang acap kali kita (atau mungkin kalian) pukul ratakan sebagai pelaku kriminal dan sarat akan kekerasan diciptakan menjadi good advice in a rock way untuk siapapun yang berjiwa berandalan pada lagu ini. Semuanya terucap secara lantang di lirik optimisme yang berbunyi “mereka menilai dari luar//mereka tak mengenal hati kami yang liar//melangkah dengan pasti tak perduli orang beropini//kami serigala malam yang tak kenal diam”. Poinnya adalah sampai sejauh mana sosok berandalan itu memiliki niat untuk berkarya karena Lukman, Giox, Dadi dan Akbar sudah membuktikannya sampai sekarang.

Memperingati 10 tahun usia Superglad mempersembahkan 10 buah lagu untuk para pendengarnya. Kesepuluh lagu itu juga dibantu oleh 10 pihak dan rekan sesama musisi, Andre Harihandoyo berperan sebagai produser dan Superglad kembali bekerja sama dengan Demajors Independent Music Industry. Kalian bisa mengunduh secara resmi dan gratis single ‘Berandalan Ibukota’ disini.