Tag Archives: Sajama Cut

Roman Catholic Skulls - Gospels (promo-poster)

Roman Catholic Skulls Merilis Album Keduanya.

Sebuah grup proyek yang menghasilkan komposisi bernuansa ambient-music / drone / visual-music bernama Roman Catholic Skulls (RCS) telah merilis Gospels dibawah naungan Wasted Rockers Recording. Adalah Marcel Thee (Sajama Cut, Strange Mountain) bersama dengan Danif Pradana (Kalimayat, Khuruksetra, Sabedarah, Brahman Corpse) mendirikan RCS pada tahun 2011 karena saling mengagumi skill masing-masing. Continue reading

strange-mountains

Strange Mountain merilis album unduh gratis

Strange Mountain merilis album unduh gratis “Sea Swords”, setelah beberapa minggu lalu merilis Shadow of the Metropolis melalui Lillerne Tapes dari Amerika. “Sea Swords” adalah koleksi 3 buah lagu panjang yang bernuansa drone dan minimalis, dan – dari penjelasan di bandcamp Strange Mountain – banyak menggunakan suara-suara ambience ruangan dan eksperimentasi gitar akustik yang diproses sehingga terdengar meraung hening. Album tersebut dapat didapatkan melalui situs bandcamp Strange Mountain, dengan opsi membayar seharga yang diinginkan (bisa dipilih “0″). Kolektif seni asal Amerika Jujufroot juga memproduksi 10 buah kaset edisi sangat terbatas dari album tersebut.

SONY DSC

Review Event : Joyland Festival (Day 2)

Maksud niat ingin menikmati dari awal acara, tapi siapa yang bisa duga? Cuaca berkehendak lain. Ditambah area Gelora Bung Karno, Senayan yang di hari sebelumnya terbilang padat dari segala pintu masuk terlihat sama sekali tidak ada perubahan di hari kedua Joyland Festival 2013. Tim kami pun melewatkan  baroque pop grup asal Bandung, Angsa dan Serigala, karena hujan yang tak kunjung urung untuk damai. Namun usaha kami menembus hujan kala itu berhasil menyaksikan band indie-rock yang sudah lama istirahat untuk Continue reading

Screen Shot 2013-12-02 at 11.14.06 PM

DRS Special Interview : Sajama Cut berbicara tentang rencana album baru.

Sajama Cut sebuah band indie-rock yang sudah jauh-jauh hari kami hubungi sang frontman, Marcel Thee, untuk diminta interview tentang penggarapan album terbaru mereka dibilangan Pondok Indah pada dua pekan kemarin. Tapi karena lain dan berbagai hal, akhirnya janji itu kami undur serta berubah tempat menjadi di Niques Studio (Mahakam). Sebuah studio band berkedok toko retail ternama.

Senyum hangat dari personil Sajama Cut langsung menyambut kedatangan kami yang ternyata masih memiliki jatah tiga lagu latihan untuk Joyland Festival sebelum wawancara dimulai. Terlihat juga dua additional player yang akan membantu mereka nanti yaitu Wing Narada Putra (Glovves, Maverick) dan Baldi Calvianca (Strange Fruit). Dari serius meracik musik hingga bercandaan ‘dewasa’ mereka lontarkan diruangan studio ini. Sehabis meramu “Less Afraid” maka selesailah latihan tersebut berlanjut dengan sesi tanya-jawab ditemani kopi kaleng dingin melepas rasa kantuk.

Langsung saja, sudah berapa persen penggarapan album keempat kalian?  

Marcel: Sudah 70%. Take dasar udah ada semua, tinggal aksesoris-aksesorisnya saja

Apakah album ini berisikan semua materi baru? Atau materi-materi lama dalam penyajian baru?

Marcel: Total semua materi baru yang sebenernya mulai direkam awal 2011. Terasa banget kita berhibernasi dalam mengumpulkan materi-materinya. Dan intensitasnya ya baru beberapa bulan terakhir tahun-tahun ini untuk bisinerji menuangkan ide-ide yang ada di otak kita.

Kapankah album ini akan rampung dan diperdengarkan kepada publik?

Marcel: Kira-kira target album akan selesai desember ini. Setidaknya pertengahan atau akhir bulan Desember. Tinggal ke mixing dan mastering tahun depan. Ya idealnya sih tahun ini. Tapi dilihat persiapannya juga masih banyak banget. Dari segi produksinya juga akan makan waktu, tapi kemungkinan akan rilis di awal tahun depan Februari atau Maret. Single gue menargetkan pertengahan bulan Januari.

Untuk label sendiri apakah kalian sudah menentukannya? Dan dalam format apa?

Marcel: Label kita akan kembali mempercayakan Elevation Records, kita cocok saja dengan cara kerja mereka. Dari pengalaman kita bersama label sebelumnya kayaknya ini yang paling gak ribet. Dirilis dalam semua format (vinyl, cd, dan kaset). 

Apakah dalam pengerjaan album ini kalian berkolaborasi dengan musisi lain?

Marcel: Tahun kemarin, 2011 sampai 2013, mayoritas gue sendiri yang ngerjainnya – Jadi lebih seperti era “Apologia” dan “The Osaka Journals”. Tapi mulai akhir 2013 ini, anak-anak Sajama Cut mulai ikut kontribusi, dan dari sana warnanya juga sangat berubah. Album ini, bagi gue, adalah pertama kali “suara” anak-anak band benar-benar bisa di dengar. Dari sisi produksi, gue jauh lebih melepas mereka untuk mengintrepetasi lagu-lagunya sesuai style dan instinct mereka sendiri. Dibanding “Manimal” – dimana anak-anak mulai terlibat dengan SC -, “suara” mereka disini jauh sangat terdengar. 

Dan teman-teman sesama musisi lain juga turut bantu. Tapi gue nggak tahu ini bisa disebut kolaborasi atau nggak. Karena nggak akan semuanya akan dipakai dan kita taruh dalam album ini. Semacem pemercik ide oleh orang-orang tadi. Banyak sih sebenernya yang membantu, tapi untuk saat ini gue belum bisa bilang siapa-siapa saja mereka itu. Belum bisa bilangnya karena kita lihat hasil mixingan akhirnya. Lagu atau hasil kolaborasi siapa yang akan dihilangin. Minimal ada dua musisi luar atau dalam negeri.

Bagaimana soal pengerjaan artwork? Adakah seniman/pelukis/illutrator handal berkontribusi dalam produksi album ini?

Marcel: Gue belum bisa jawab. Sebenernya album ini adalah project seni lebih besar buat gue, dan banyak cabang-cabang lainnya. Bukan sekedar musik aja, seni visual dan lainnya juga. Ini sebuah statement dan jauh dari sekedar sebuah “album”.

Dari segi musikalitas apakah ada penambahan intsrumen daripada sebelum-sebelumnya? 

Marcel: Gue pribadi sebenernya udah nggak tertarik dengan sound-sound organik layaknya band biasa. Seperti Bass, drum, gitar, kita rekam terus udah. Gue lebih tertarik dengan proses diluar itu, nanti kayak pada umumnya terlihat beda membuat pendengar penasaran akan bunyi-bunyian tersebut. 

Dion: Lebih instrumental!

Marcel: Dan album ini, perdana personil Sajama Cut lebih banyak terlibat dari album sebelumnya. 

Hans: Intinya, tetap semua lirik ada di Marcel kita tinggal dikasih guide saja dan lebih bereksplorasi lagi dalam musiknya itu sendiri. Tinggal kalian bagaimana cara mengkonsumsi album ini nanti.