Tag Archives: Efek Rumah Kaca

eposter daur baur bandung

Mini Konser “Daur,Baur”

Jam terbang ‘manggung’ yang cukup tinggi ditambah kondisi kesehatan Adrian yang tak kunjung sembuh sedikit menghambat kelancaran penyelesaian album ke-3 Efek Rumah Kaca, akan tetapi hal ini tidak sedikitpun menyurutkan kreatifitas  Cholil dan Akbar untuk terus bermain musik, mereka berusaha mencari berbagai cara untuk menolak kebosanan.

Keterbatasan skill bermusik, rutinitas pekerjaan kantor dan kondisi kesehatan Adrian justru memicu Cholil dan Akbar untuk mencari celah  yang paling tepat agar bisa terus berkarya.  Seolah ingin menantang diri sendiri, mereka mengajak  keempat kawan musisi yang memang sengaja dipilih memiliki latar belakang dan selera musik yang berbeda untuk mendaur ulang lagu – lagu Efek Rumah Kaca.  Dari proses inilah Cholil dan Akbar berharap mampu menemukan inspirasi baru sekaligus energi segar dalam bermusik.

Setelah melakukan Mini Konser di Jakarta, Solo dan Malang kini Pandai Besi “Daur,Baur” akan menggelar helatan Mini Konser di kota Bandung. Bertempat di Lokantara Budaya RRI Bandung pada hari Jumat 27 Desember 2013, mulai pukul 19.00 sampai 22.00.

For info :

@efekrumahkaca

@gigsplay| www.gigsplay.com

daurbaurbandung@gmail.com

1477398_790405367640020_287486477_n

SIAR DAUR BAUR

Bagaimana jadinya ketika band trio pop minimalis, Efek Rumah Kaca (ERK), memiliki inisiasi yang beragendakan rekreasi? Ketika jadwal panggung menjadikan para personil ERK ini seperti karyawan band, semua kesenangan rasanya bergeser menjadi rutinitas yang tidak bisa dihindari. Karena itu, Pandai Besi hadir layaknya angin segar di siang hari. Film ini merupakan Dokumentasi audio visual perjalanan Pandai Besi—dari proses awal pembentukan, penempaan lagu, hingga proses rekaman—di studio Lokananta, tersiar di sini.

Proses rekaman ini dapat terwujud berkat pendanaan massal yang berhasil mengumpulkan banyak pendukung dalam waktu yang cukup singkat. Rekaman pun dilakukan di studio legendaris Lokananta di kota Solo. Disutradarai oleh Dana Saputra di bawah Gundala Pictures, mengemas film dokumenter yang diisi pula dengan video penampilan saat rekaman berlangsung dengan treatment klasik,- seolah aura studio megah itu menjadi bagian lain dari paket yang mengakomodir kegiatan rekreasi Pandai Besi.

280-Fest1

280 Festival

November 19, 2013 2:00 pmtoNovember 23, 2013 11:00 pm

Walaupun terbilang baru, konsep 280 Festival cukup menarik perhatian publik dari segi konten yang mereka suguhkan. Bagaimana tidak? Mereka berhasil menggaet band alternative-rock asal Irlandia, Ash, sebagai headliner di event ini. Dan juga beberapa deretan band handal tanah air Maliq & D’Essentials, Efek Rumah Kaca (Pandai Besi), The Aftermiles, Neonomora, Sierra Soetodjo, dan Rock N Roll Mafia. 

 

Info Ticket

Pre-sale 1 : Rp. 280.000,- (SOLD OUT)

Pre-sale 2 : Rp. 420.000,-

On The Spot : Rp. 560.000,-

534029_10201917948014097_439592397_n

Review : Pandai Besi Concert

Konser perdana Pandai Besi di GoetheHaus, Jakarta pada 1 Agustus ini, merupakan perwujudan bentuk rasa terima kasih mereka kepada para penggemarnya yang telah berpartisipasi lewat program crowd-funding beberapa bulan lalu. Adapun yang publik ketahui, Pandai Besi —project eksplorasi dari Cholil Mahmud dan Akbar Bagus Sudibyo (Efek Rumah Kaca) bersama teman-teman musisi lainnya— mengaransemen ulang atau bahkan merombak ulang struktur dari kedua album ERK. Mereka juga merekamnya secara langsung di studio bersejarah, Lokananta dan jadilah, sebuah album baru yang bertajuk “Daur, Baur.”

Venue yang memiliki daya tampung 300 orang ini, mendadak penuh saat pintu gedung pertunjukan dibuka. Baik kursi maupun tangga. Kami pun disuguhkan oleh video singkat tentang peraturan atau tata cara saat menikmati pertunjukan nanti. Akhirnya kesembilan personil itu mengisi posisinya masing-masing, dalam pekat kegelapan berpakaian formal memenuhi panggung. Terlihat juga akting Ralmond Farly Karundeng (Bassist Dear Nancy) memainkan perannya sebagai kakek tua memutar vinyl Daur, Baur. Bait terakhir lagu “Menjadi Indonesia” yang dihasilkan dari gramafone, mengawali “Debu-Debu Berterbangan” sebagai lagu pembuka. Senyum penuh kepuasan terlontar dari mimik wajah Cholil saat menyapa penonton. Kendatinya, ini merupakan konser pertama yang bisa ia realisasikan setelah lewat dua albumnya bersama ERK, walaupun dibawah nama Pandai Besi.

Harmonisasi tercipta dari masing-masing personil, yang digawangi oleh Airil Nurabadiansyah (Bass), Andi Sabarudin (Gitar), Muhammad Asranur (Keyboard), Agustinus Panji Mardika (Terompet), Irma Hidayana, Nastasha Abigail dan Monica Hapsari Abdurrachman (backing vocal) melepas egonya masing-masing serta besinerji lewat “Laki-Laki Pemalu” dan menempa keenam track lainnya, yang lebih kaya akan instrumen tapi tetap terdengar minimalis. Ditambah video dari Tromarama ikut menyelaraskan visualnya bersama lagu yang dibawakan. Tapi yang menjadi pusat perhatian malam itu, buah hati dari pasangan Cholil dan Irma bernama Angin Senja. Hampir seluruh lagu milik orangtuanya bisa ia hafal dan menari-nari tanpa rasa malu di depan penonton yang memenuhi gedung pertunjukkan GoetheHaus.

Dalam jeda sebelum memasuki sesi kedua, diputarkannya juga cuplikan video dokumenter proses pembuatan album Daur, Baur di Lokananta dari rekaman sampai pengiriman langsung album tersebut ketangan para crowdfounder. Sesi mengharukan terjadi saat interview bersama Adrian Yunan Faisal. Menurutnya, menjadi keinginan tersendiri untuk Efek Rumah Kaca bisa membuat konser dengan formasi lengkap seperti ini. Namun impian itu harus dipendamnya dahulu akibat memburuknya kesehatan Adrian. Tapi itu tidak membuatnya mengurungkan diri untuk berkreatifitas, disinyalir dari portal berita lain, Adrian sedang turut andil di album Efek Rumah Kaca ketiga nanti. Dan memilih “Menjadi Indonesia” sebagai lagu penutup diiringi kecrekan massal oleh penonton.

Jika ada yang beropini bahwa “Pandai Besi itu hanya band bayangan dari Efek Rumah Kaca (penekanan disini ditujukan ke Cholil dan Akbar)”. Ada baiknya mendengar setiap tempaan partitur instrumen masing-masing personil, karena Pandai Besi adalah Pandai Besi bukan Efek Rumah Kaca.