Bulan ini Turn On Plastic dan Agrikulture sukses membuat kami sekantor joged-joged setelah bulan lalu kita sudah bersuka ria di “Moombahton Madness”. Event ini segera menjadi ritual untuk bersuka ria sambil menikmati musik-musik indah dan manusia-manusia berpenampilan menarik.
Agrikulture sekaligus launching single mereka yang kedua berjudul “Kita”. Sebelum hidangan utama, para pengunjung dipanaskan terlebih dahulu oleh DJ AP serta DJ Hogi, memainkan musik yang bervariasi dari playlist mereka masing-masing.
Tak ingin terlarut lebih dalam akan permainan mereka, DJ Hogi memberikan kalimat pembuka seiring penampilan pertama Agrikulture dengan lagu “Electricfy”. Tampil bersama tatanan gaya ciri khas-nya (yaitu Sporty namun tetap elegan), Fandy bernyanyi dengan energiknya disambut riff gitar dari Emil Pahlevi yang berbalut kemeja kotak-kotak. Hadir juga ditengah-tengah panggung, Dipha Barus bersama turn table-nya yang disinari visual bertuliskan nama band mereka. Disamping kiri dan kanan panggung kita bisa lihat permainan ciamik dari Aditya Permana menggebuk drum electric dengan lincahnya, seraya tabuhan perkusi dari Ade Koestomo.
Sewaktu mengumandangkan “Underground Thrash”, hadir juga Edo Wallad (Vokalis The Safari) ikut berpartisipasi menyanyikan bait-bait lagu tersebut. Usut punya usut memang dialah pengisi suara yang asli di lagu ini. Semua song list Agrikulture pada malam itu berujung dengan single kedua mereka berjudul “Kita”. Yang kalau kita bisa maknai lagu ini, mungkin bercerita tentang eratnya suatu tali persahabatan dalam kehidupan sosial kita (kalau ga salah lho ya). Simak saja penggalan lirik berikut ini:
“Aku, kau dan kami tak akan pernah pergi.
Aku, kau dan kami selalu disini.”














Agrikulture





