Suara Tujuh Nada (Gig Review – Yogyakarta)

Suara Tujuh Nada ini merupakan tur konser yang dipersembahkan oleh G Production bersama Rain Dogs Records. Tur ini diselenggarakan di tiga kota, yaitu Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar yang melibatkan tiga kelompok musik. Tiga kelompok musik yang akan mengisi tur ini adalah Stars and Rabbit, Dialog Dini Hari, dan White Shoes and The Couples Company. Tur ini memasuki hari kedua dan kota kedua, yaitu Yogyakarta. Lokasi konser di Yogyakarta menempati ruang Teater Garasi yang biasanya digunakan untuk pertunjukkan teater kontemporer yang memiliki keintiman ruangan yang berbeda.

Jarum jam menunjukkan angka 8, penonton telah memadati pintu masuk ruang konser, ada juga yang berbelanja sambil menunggu pintu dibuka. Ada beberapa calon penonton yang tidak mendapatkan tiket karena tiket sudah sold out beberapa hari sebelumnya, namun panitia telah memasang screen yang menampilkan kejadian di ruang konser sehingga calon penonton tersebut tetap dapat menonton aksi panggung tiga kelompok musik itu.

Konser di Yogyakarta ini dibuka dengan alunan musik dari kelompok musik Stars and Rabbit yang membawakan lagunya “I’ll Go Along” yang mempengaruhi mood penonton, ditambah dengan celetukan dari sang vokalis yang disambut ramai tawa penonton. Duo musisi asal Yogyakarta yang terdiri dari Elda (Vocal) dan Adi (Gitar) membawakan lagu-lagu andalan mereka. Saat ini mereka juga sedang menggarap debut album yang diharapkan segera meluncur kepada penggemarnya.

Stars and Rabbit sukses membawa mood penonton, giliran Dialog Dini Hari melantunkan lirik-liriknya yang mempengaruhi emosi penonton yang membawakan kisah tentang cinta, perjalanan, semesta, dan manusia. Dialog Dini Hari dibentuk oleh gitaris Navicula pada tahun 2008 telah memiliki tiga album dan saat ini sedang melakukan penggarapan album keempatnya. Penonton semakin terbawa emosinya saat lagu terakhir yang berjudul Oksigen dibawakan berasal dari album Lengkung Langit (2012) menutup aksi mereka.

Musik beralun dari instrumen yang dibawakan oleh Rio, Ale, Ricky, dan John mengiringi Sari memasuki panggung konser yang membuka dengan lagu Sabda Alam yang disambut riuh penonton. Mereka membawakan hits-hits mereka dengan penuh semangat dan kekuatan lagu mereka tidak berkurang meskipun tanpa Mela sang keyboardis yang berhalangan mengikuti konser kali ini. Ditengah-tengah konser, mereka tiba-tiba mengejutkan penonton dengan membawakan lagu Pure Saturday yang berjudul Pathetic Waltz tanpa Sari. Pada lagu Day Is No Sunday mereka juga beraksi dengan bertukar instrumen yang bukan biasanya mereka bawakan. Aksi panggung White Shoes and The Couples Company ini ditutup dengan lagu Matahari.

Tak terasa sudah tiga jam acara berlangsung dan aksi White Shoes and The Couples Company yang menutup tur Suara Tujuh Nada di kota kedua ini memberikan kepuasan penonton akan hiburan yang indah yang mereka nantikan. Para penonton pun beranjak dari tempat duduknya, ada juga yang tetap di ruangan dan bertemu dengan idola mereka untuk sekedar mengobrol ataupun berfoto bersama. Tur konser Suara Tujuh Nada ini akan dilanjutkan di kota terakhir, yaitu Denpasar, Bali.

Text: Arif Karunia Putra , Nadzaruddin 

Photos: Arif Karunia Putra

 

Tags: ,

2 Responses to “Suara Tujuh Nada (Gig Review – Yogyakarta)”

  1. reagy →
    March 14, 2013 at 2:08 pm #

    koreksi, lagu WSATCC harusnya today is no sunday :D nice gig!

  2. Engga
    March 24, 2013 at 7:11 pm #

    Btw, lagu oksigen dari Dialog Dini Hari itu diambil dari album “Beranda Taman Hati” :)

Leave a Reply