Monkey to Millionaire
Lantai Merah
Sinjitos Records
7.9
Monkey to Millionaire - Merah (5.4 MiB, 6,651 hits)
saya sudah menghabiskan 2 jam terakhir mendengarkan album ini secara intense, hanya untuk kemudian menuliskan kalau musik mereka adalah suatu perpaduan yang cukup baik antara distorsi, melodi dan lirik-lirik menyentuh hati.
Monkey to Millionaire tidak seperti band-band power pop kebanyakan yang memaksakan harmonisasi vokal, dan gaya bernyanyi ke-weezer-weezeran atau beberapa band yang kurang beruntung menjadi ke adon-adon-an (ada yang tau Adon dan Sigit? jika kurang tahu cek ke orang-orang yang berumur 25 – 40 dan tinggal di Indonesia pada kurun waktu 90-an)
Monkey to Millionaire bisa dibilang lepas dari stereotip itu, sehingga karakter mereka cukup menonjol, terutama di lagu-lagu berlirik bahasa Indonesia. Mungkin karena lebih mudah dicerna dibandingkan lirik-lirik berbahasa Inggris mereka.
bicara soal lirik, di sampul album mereka, lirik-lirik tersebut ditulis dengan tulisan tangan, dan jika kamu membacanya baik-baik kamu akan menemukan beberapa salah eja. coba temukan.
have fun reading and listening then.












{ 8 comments… read them below or add one }
keren loh
jadi teringat Tokyo Police Club. hahaha good luck deh M2M
definitely Tokyo Police Club esque Sir adh. Maybe even early Strokes?
album terbaik tahun ini. Tapi sayang suara vokalnya kurang terdengar jelas. Bahkan saya harus mendengarkan berkali-kali untuk menangkap apa yang diucapkan vokalisnya. Tapi di balik itu, album ini layak dimiliki sebelum kau mati!
lantai merah terlalu standar dan tidak bisa disebut album terbaik, dengan suara vokal yang gak jelas, maka album ini tidak layak untuk dimiliki….
@cintawaria : mungkin selera anda a/ lagu band” yg skrg beredar di pasaran . lantai merahnya m2m penyegar untuk kondisi yg ada saat ini . tapi gpp .. di alam demokrasi berbeda pendapat dan selera itu wajar .
@cintawaria: selera itu pilihan, buka hierarki – tika & the dissidents
sangat amat ingin membeli album ini.
sebuah sensasi yang lama tidak sy rasakan di jaman serba donlot seperti sekarang.
btw, ke-"adon-adon"-an…. hahaha… what a funny term… oh, besjem…