Advertisment

* For promotional use only with permission and copyright from FastForward Records 2007.

Mocca - Colours

Mesin Pop Itu Kembali, Mocca Merilis Colours dan Memberitahukan Kesederhanaan Mereka Kepada Orang Banyak

Setelah absen kurang lebih satu setengah tahun, kelompok musik Mocca akhirnya kembali dengan album penuh baru. Album ini merupakan album penuh ketiga band dan diberi tajuk Colours. Satu hal yang harus dicatat, album ini menyuguhkan kesederhanaan musik Mocca. Waktu berhasil mematangkan cara mereka bersuara kepada dunia.

Judul ini dipilih karena materi-materi di album ini begitu penuh warna. Mulai dari cara penulisan lagu hingga lirik masing-masing lagu. Total, ada dua belas lagu di rekaman ini. Semuanya punya karakter yang begitu kuat.

“Ini rangkuman perjalanan bermusik Mocca sampai saat ini. Lumayan berwarna-warni. Ada cerita tentang hubungan Mocca dengan Indonesia, scene lokalnya, fansnya, atau hubungan antar masing-masing personil band,” kisah Riko Prayitno, gitaris sekaligus penulis lagu utama di rekaman ini tentang Colours.

Hal ini cukup mengagetkan. Setelah muncul dengan lagu-lagu manis di debut My Diary tahun 2003 lalu, Mocca memang terkenal sebagai band pop yang monoton dari segi lirik. Mereka selalu bermain di ruang cinta antara manusia. Begitu juga dengan album Friends yang dirilis tahun 2005 lalu yang juga masih berkutat di ruang yang sama.

Colours menghadirkan nuansa yang beda. Mereka masih bermain untuk lirik-lirik sederhana tentang cinta, hanya saja, seperti cerita Riko Prayitno, band ini sekarang mulai mengintervensi warna lain. Simak saja lagu ‘politikal’ pertama band berjudul I Love You Anyway.

Lagu ini berkisah tentang cinta Mocca untuk negara ini. Simak bagaimana dengan agung mereka menyatakan cinta. Kamuflasenya begitu sempurna. Perlu berkali-kali membaca bagian lirik album ini untuk mendapatkan interpretasi yang cocok dengan maksud Mocca menulis lagu ini.

Ada pula lagu berlirik keras berjudul You Don’t Even Know Me. Lagu ini lebih eksplisit secara lirik. Protes resmi Mocca terhadap kondisi scene lokal yang begitu baur secara kualitas. Ketika banyak pihak mengklaim dirinya berjuang untuk seuntai kebebasan, kendati pada kenyataannya sangat jauh dari realita. “Excuse me, Sir! You don’t even know me. I will never give up… I will never give in… I will never give up what I believe.”

Itu yang luar biasa dari segi lirik di album ini. Selain itu, masih berderet beberapa lagu ‘standar’ Mocca yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Singel pertama Colours mewakilinya. Lagu The Best Thing dipilih sebagai singel pertama album ini.

“Lirik album ini mewakili rasa senang, kecewa, bingung, marah, cemburu, sinis, dan bahagia. Orang jadi bebas menginterpretasikan arti dari masing-masing lirik,” tambah Riko lagi.

The Best Thing menjadi salah satu lagu yang mencerminkan bagaimana musik Mocca hari ini: Sederhana. Mereka tidak menghilangkan nada-nada yang membuat lagu demi lagu mereka menjadi mudah diingat oleh orang banyak.

Kesederhanaan ini juga tercermin dari dua buah lagu kover yang mereka masukan ke dalam album ini. Dua lagu itu adalah Sing karya Joe Rapozo dan Hyperballad milik Bjork. Dua buah rekonstruksi ini berjalan sesuai dengan karakter asli Mocca. Bahkan Hyperballad yang begitu bersemangat itu bisa merubah wajahnya seusai dengan musik Mocca.

Secara produksi, album ini juga menunjukan kematangan cara bermusik Mocca sebagai sebuah kelompok musik.

“Banyak yang akan bilang album ini mirip album pertama, dengan kesadaran bermusik lebih tinggi. Pengerjaannya termasuk singkat. Setelah ada materi mentah, ada workshop selama 2 minggu. Jadilah Colours,” Riko menjelaskan lagi.

Mereka juga mencoba cara baru dengan mereka beberapa lagu secara live recording, bukan dengan cara rekaman yang konvensional. “Bagi kita, tiap kali bikin album, selalu mengesankan. Tiap album, kita selalu belajar. Tapi sesi rekaman terakhir dengan cara ‘live recording’ buat part drum, bass, gitar elektrik yang buat kita paling berkesan,” sambung Riko.

Metode ini bisa ditemukan di lagu The Best Thing, Object of My Affection, dan Hyperballad. Selain itu, Mocca juga mengundang beberapa teman untuk bergabung ke dalam album ini. Salah satunya adalah bergabungnya vokalis kelompok musik asal Swedia, Edson, Pelle Carlberg yang beberapa waktu lalu menjalankan tur pendek di Indonesia dan mengundang Riko Prayitno dan Arina Ephipania di dalam tiga buah pertunjukan mereka di Indonesia. Pelle Carlberg menyumbangkan suaranya untuk lagu Let Me Go.

Selain itu, ada juga paduan suara dadakan yang berisi tujuh orang pemusik lokal kota Bandung di lagu Do What You Wanna Do. Mereka adalah Anto Arief dari 70s Orgasm Club, Ariel Williams dari Vincent Vega, Bez dari Olive Tree, Ramdan dari Burgerkill, Rektivianto Yoewono dari The S.I.G.I.T., Dewi Lestari, dan Elang Eby dari Polyester Embassy. Paduan suara ini berhasil memberikan warna lebih untuk lagu ini.

Dari segi musikal, Colours juga menegaskan bahwa Mocca hari ini adalah Mocca yang bermain dengan kesederhanaan. Seiring perjalanan waktu, mereka menemukan format musikal yang paling ideal saat ini. Saat ini Mocca bermain dengan enam orang musisi di atas panggung. Format yang paling ideal sepanjang karir mereka.

Mocca yang sederhana menghasilkan Colours, album ketiga yang sangat matang. Menurut rencana, Colours akan dirilis pada bulan Maret 2007. Nantikan kemasan albumnya yang juga sangat eksklusif dan unik.

Mesin pop itu kembali ke kancah musik lokal. Membawa kesederhanaan yang mungkin bisa mengilhami banyak orang menjalankan hidupnya dengan lebih sederhana. Ketika menutup pembicaraan, Riko Prayitno menerangkan satu hal. “Kita bikin album ini untuk orang-orang terdekat kita.” (pelukislangit)

Mocca – Colours

01. I Love You Anyway
02. Dear Diary
03. Sing
04. You Don’t Even Know Me
05. You
06. Hyperballad
07. 7 Days Ago
08. The Best Thing
09. Let Me Go
10. Do What You Wanna Do
11. Cheat
12. Object of My Affection

Published By:
FFWD Records
Jl. Dr. Setiabudi 56
Bandung 40141
contact@ffwdrecords.com
felixdass@ffwdrecords.com

Related posts

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: