Merayakan Getir Bersama Single Terbaru Dari Lazyroom

Mengekspresikan rasa rindu pada orang tua dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagian dari kita mungkin akan melakukannya dengan menangis babi atau membuat coretan-coretan galau nirestetika di situs jejaring sosial. Untungnya hal tersebut tidak berlaku bagi ke-empat personel Lazyroom. Rasa rindu pada orang tua justru memacu mereka untuk produktif dalam menerjemahkan apa yang mereka rasakan hingga akhirnya berujung pada sebuah single keren berjudul ‘Take Me Home’.

Singkatnya, ‘Take Me Home’ adalah sebuah soundtrack sempurna bagi mereka yang sedang mengalami nuansa getir karena tinggal berjauhan dengan orang yang dicintai, atau dalam lingkup yang lebih sempit: orang tua. Melalui guratan gitar gloomy mengawang yang padat akan nuansa atmosferik, serta rintihan vokal khas musisi dream-pop, lagu ini akan dengan mudah menerbangkan imajinasi anda pada skenario terburuk: berada dalam kondisi dimana kita terpisah jutaan tahun cahaya dengan orang yang kita kasihi namun hati tak henti meronta minta bertemu.

Sadis.

Lazyroom sendiri beranggotakan Ekky Idhamayanto (Vokal), Catur Hermawanto (Gitar), Zaimmudin Mukarrom (Bass), dan Derry Ramadhan (Drum). ‘Take Me Home’ sendiri sebenarnya tidak bisa dibilang sebagai sebuah lagu baru. Lagu ini ditulis pada tahun 2009 dan kembali direkam ulang pada 2012. Sejujurnya saya tidak tahu kapan band asal Jogjakarta ini akan merilis album perdana mereka. Tapi dengan adanya single ‘Take Me Home’, saya berharap album mereka, atau setidaknya single-single yang lain, bisa meluncur dalam waktu dekat.

Sembari menunggu kabar terbaru dari mereka, tidak ada salahnya untuk memutar ‘Take Me Home’ sekali lagi dan resapi betapa rindunya anda pada mereka (atau dia?) yang berada terpisah ratusan kilometer di seberang sana.

LAZY ROOM – TAKE ME HOME

Teks: Risyad Tabattala
Foto: Dok. Lazyroom

3 thoughts on “Merayakan Getir Bersama Single Terbaru Dari Lazyroom”

  1. Emang sadis nih lagu…..
    Bisa buat seseorang dari kedai kopi melayang ke rumah. Sambil membayangkan bagaimana alur perjalanan yang akan dilalui. Seperti memutar sebuah film dimana menceritakan how someone go to home?
    Thanks for “Lazyroom”. Karena saya termasuk mahasiswa Jogja yang malas pulang dari terkadang terpikirkan rumah. Sekali lagi terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>