La Luna
Menanti Pagi
Bulletin
7.4
La Luna kembali dengan nada nada mellow dan nuansa nuansa suara masa retro yang memang sudah menjadi ciri khas mereka.
Album ini memiliki kualitas yang dapat dikatakan berkembang sejak album terdahulunya yang tidak lebih dari album mellow yang dipaksakan melankolis dimana album album tersebut cuma gue putar dua kali, karena bosan.
Cuma gue rupanya tertarik untuk membeli album ini, cuma gara gara videoklipnya yang lucu dan lagu ?selepas kau pergi? yang terasa lebih dalam dari sekedar melankolis menye menye.
Jadilah gue miliki album ini, dan ternyata tidak terlalu mengecewakan. Di album ini mereka memberikan kualitas yang lebih berbobot kepada lagu lagu mellow mereka. Sehingga tidak terjebak terlalu dalam kepada melankolis semu.
Semua aransemen disini terasa sudah tahu bagaimana mereka saling menyempurnakan dalam sebuah lagu. Tanpa ada yang berusaha menjadi yang paling menonjol dan tanpa ada yang menjadi yang terbelakang. Termasuk backing vokal dan beberapa bunyi bunyian yang diciptakan.
Dan dalam susunan instrument yang ada dapat menciptakan sebuah lagu yang berkesan sederhana. Dan semua lagu disini juga dapat dikatakan berada dalam susunan yang sudah cukup baik, sehingga urutan urutan cerita yang ingin dibangun dapat berjalan dengan runut.
Lagu lagu manis manis ini dibuat bervariasi dari yang bernuansa sedih karena diputus cintanya sampai bahagia nya jatuh cinta lagi, sampai kebingungan menentukan antara memilih cinta atau memilih pelarian.
Yang cukup membantu adalah sisipan gaya gaya Jazzy dalam beberapa lagu lagunya sehingga kemonotonan yang ada dalam album terdahulunya, dapat terhindarkan disini.
Entah mumgkin karena kesubjektifan yang ada, gue bisa suka album ini karena kesederhanaan yang diberikan dan vokal nya Manik yang lembut juga cukup menolong. Dan tentunya karena pembangunan suasana dari pengolahan sounds retro tetapi tetap modern.
Eric Wiryanata, April 2004








0 Response to “Menanti Pagi - La Luna”