Band yang hampir disangka mitos karena namanya telah terdengar sejak berbulan-bulan lalu, namun tidak kunjung memunculkan karyanya. Dan baru beberapa waktu lalu mereka merilis foto-foto proses rekaman difacebook resmi band, dan mulai sejak itu rasa ingin tahu segera menyeruak sampai kemudian diumumkan kalau pada hari senin tanggal 17 September 2012 lagu mereka bisa didownload di website resmi RollingStone Indonesia.
“Suara Tuhan” adalah single pertama mereka, diisi dengan suara vokal yang khas dan aransemen yang penuh dan ‘epic’. Bisa dibilang band ini berada di ranah progressive rock dipadupadankan dengan musik klasik dan soundscape a’la postrock untuk memberikan kekuatan pada karakter band secara keseluruhan.
Coba kamu download singlenya nanti, dan jika suka mari kita tunggu rilis albumnya ditahun 2013 nanti.
cheers.
Berbicara tentang “Suara Kita Suara Tuhan”, sangat susah untuk menjawab pertanyaan specific genre apakah yang tepat untuk lagu ini. Lagu ini, yang dari awal sampai akhir berisikan dentingan piano bertempo cepat disambut distorsi gitar, dengan vokal bertimbre halus sesekali ber-falsetto dan berakhir klimaks dengan koor vokal serta terompet, penuh dengan dinamika/emosi instrumen sebagai rasa pertanggungjawaban terhadap lirik lagu yang sarat dengan kritik sosial dan politik.
Dari sektor lirik, Max Havelaar bermain metafora dengan bahasa lugas dan cenderung cepat dimengerti. Terinspirasi oleh ungkapan latin “Vox Populi Vox Dei”, lirik “Suara Kita Suara Tuhan” berisikan kritik jujur tentang apa yang terjadi di negeri ini, di mana suara kepentingan-kepentingan pihak tertentu lebih besar daripada kepentingan kita. Kita sudah terlalu lama dibodohi oleh janji dan semboyan manis bahwa mereka ada untuk kita. Kenyataannya? Mereka ada untuk mereka sendiri. Mereka memungkiri bahwa mereka hanyalah pengabdi kita dan kitalah yang memegang tahtanya.
Max Havelaar terdiri dari orang-orang dengan berbagai macam latar belakang. Dedidude (vokal/gitar) seorang fotografer dan pembuat desain album yang karyanya bisa dilihat di album-album GIGI, Dewa Budjana,Java Jazz, dan puluhan kover lainnya. David (gitar) datang dari band acid jazz Chlorophyl dan juga band pop Float. Hendra (drums) dulunya anggota band eksperimental jazz, Notturno Trio. Teddy (bass) merupakan salah satu dari duo electronic live PA M1D1 D4T4 dan juga produser musik elektronik. Asra ( piano/kibor) adalah anggota Monday Math Class dan Fever To Tell serta seorang fotografer panggung yang sudah menghasilkan buku foto panggung Indonesia.







