Menyimak jemari magis legenda hidup Indra Lesmana yang berakrobat bebas di atas tuts, hingga battle gila yang mempertemukan liukan lidah dan suara Tompi dengan betotan bass perkasa musisi muda, Barry Likumahua. Ibarat makanan, Urban Jazz Crossover 2012 yang belum lama ini dihelat di Bandung (9/6) lalu adalah sebuah gado-gado lezat dengan isi beraneka-ragam sayuran yang tidak terduga.
Di luar pengisi acara yang tanpa henti terus memberondong telinga penonton dalam durasi hingga sekitar dua setengah jam, venue acara yang bertempat di The Trans Luxury Hotel menjadi daya tarik tersendiri dari acara ini. Termasuk buat saya yang sedari awal ingin menguji kelayakan venue ini dalam menampung penonton yang konon jumlahnya mencapai lebih dari empat ribu kepala. Kesimpulannya? Sesuai dengan ekspektasi. Meski jumlah penonton yang cukup membuat venue sesak, rupanya venue masih mampu menyediakan cukup ruang untuk bergerak, termasuk bagi mereka yang datang berpasangan dan sempat mencuri peluk pasangannya masing-masing di sela-sela acara.
Ditambah atraksi tembakan video mapping yang memukau mata sepanjang acara, saya menobatkan Urban Jazz Crossover 2012 ini sebagai sebuah suguhan yang tidak hanya memukau telinga, namun juga menyuguhkan aksi visual yang memanjakan mata. Di luar pengisi acara yang telah disebutkan di atas, acara ini juga diramaikan deretan musisi ternama mulai dari Harvey Malaiholo, Rika Roeslan, Andien, Yukie Pas Band, Vicky Sianipar, Bayu Risa, dan beberapa musisi ternama lainnya.
Sejak awal saya menyadari bahwa menulis sebuah acara dengan keberadaan musik jazz berkadar pekat adalah sebuah kesalahan besar, mengingat saya hampir buta total terkait aliran musik yang satu ini. Namun setidaknya malam itu saya masih bisa menikmati berbagai suguhan lagu multi-genre yang dibawakan dengan aransemen dengan baluran aroma jazz yang memanjakan telinga. Salah satunya yang terbaik adalah, Sweet Dreams (Are Made of This) milik Eurythmics yang juga sempat dipolulerkan kembali oleh Marilyn Manson beberapa waktu yang lalu.
Di luar itu, ada satu fakta penting yang juga saya sadari pasca acara selesai: bahwa mereka yang berdandan habis-habisan demi terlihat mencolok di tengah-tengah penonton dari suatu acara musik, besar kemungkinan adalah mereka yang paling pasif sepanjang acara dan justru mengobrol gaduh hingga mengganggu penonton di sebelahnya. Ataupun kalau mereka tidak berisik, mungkin itu karena mereka sedang sibuk dengan perangkat smartphone canggih mereka masing-masing.
Menyebalkan.




















No comments yet.