Tidak terasa AMNGIGS sudah hadir untuk yang kesembilan kalinya, dan di tiap edisi, AMNGIGS selalu ramai dikunjungi. Terbukti, AMNGIGS 9 yang digelar pada hari Selasa, 10 Juli 2012 ini membuat seluruh ruang di Hard Rock Cafe Jakarta penuh sesak. Line up yang dipilih pun juga turut menjadi faktor ramainya AMNGIGS 9 malam itu, sebutlah Young De Brock, Crayola Eyes, Marcel Thee, My Violaine Morning, dan jawara post-rock ibukota Marche La Void.
Young De Brock membuka AMNGIGS 9. Band blues asal Jakarta ini memang tahu benar bagaimana untuk menghibur penonton AMNGIGS 9. Di saat jeda, juga di awal penampilan mereka, sang vokalis, Sabar, tidak berhenti-hentinya untuk melemparkan banyolan-banyolannya. Ditambah dengan aksi panggungnya yang atraktif serta interaksi yang jenaka kepada para penonton ini beneran keren. Biar berantakan, yang penting musik oke punya, dan yang penting, semua senaang.
Selanjutnya, AMNGIGS 9 punya Crayola Eyes, band ini memang terbilang masih belia. Wajar kala sang vokalis, Reno Nismara, berkata kepada saya, “Gue grogi nih, Gung.” Meski tampil kurang atraktif, Crayola Eyes mampu membawa suasana Hard Rock Cafe layaknya rock n roll party ala 90-an.
AMNGIGS masih punya Marcel Thee yang baru saja merilis album With Strong Hounds Three ini menjajal panggung kedua bersama proyek solonya di AMNGIGS 9. Solois yang juga dikenal sebagai vokalis Sajama Cut ini tampil dengan format full band, dengan dibantu rekan-rekannya dari Sajama Cut, Ken Jenie dari Jirapah, serta Muhammad Asranur dari Fever To Tell.
My Violaine Morning mempunyai musik yang kaya dengan efek dan eksperimental. Post-rock? shoegaze? Hmm…Nampaknya kedua elemen tersebut digabungkannya. Apapun yang ingin Anda bilang mengenai musik mereka, yang jelas penampilannya mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton.
Sebagai suguhan menu utama, serta penampil yang ditunggu, para jawara post-rock Marche La Void menutup perjumpaan AMNGIGS 9. Marche La Void membawakan tiga lagu yang diambil dari album berjudul The Origin of Non-Entity, yang dirilis secara gratis melalui situs resmi mereka. Lagu-lagu tersebut adalah For a Moment Silence, As We Progress Marching, dan Display of Power yang mempunyai judul asli Balapan Kera. “Lagu terakhir berjudul Display of Power, dengan judul asli Balapan Kera. Lagu ini didesikan untuk kera-kera yang akan balapan besok hari,” ujar gitaris Wahyu yang kini tengah sibuk memanjangkan kumis serta memperbesar ototnya.
Adalah hal yang wajar jika Marche La Void menjadi suguhan utama AMNGIGS 9, pasalnya ini adalah panggung pertama mereka sejak setahun yang lalu. Tak heran jika banyak penikmat musik yang antusias menyaksikan penampilan mereka, di antaranya Koichi Murata dan Mariko Furuta, dua fans Marche La Void yang diimpor langsung dari negeri sakura hanya untuk menyaksikan penampilan Marche La Void.
Sebagai penutup, kembali saya mengutip kata-kata dari seorang kawan, Marche La Void sukses membuat saentero Hard Rock Cafe tenggelam dalam samudera bunyi yang membuat mereka mendapat standing applause dari para penonton. So, sampai berjumpa di AMNGIGS mendatang!

Teks & Foto: Agung Hartamurti







