Advertisment

Elora
Pure Saturday

Labyrinth Records
5.9

kenapa band sebesar ini, bahkan sering disebut sebagai pelopor hanya menghasilkan album seperti ini saja?

Banyak orang memuji progresifitas setiap lagu, dan kesulitannya untuk memainkannya maupun menyanyikannya.

Apakah rupanya pengolahan sound juga sangat berpengaruh?

Apakah usaha pengolahan teknologi digital untuk membuat suara vokal terdengar lebih merdu tidak berhasil?

Saya berusaha mendengarkan album ini setiap sebelum tidur, setelah bangun tidur. Tetapi kenapa ada yang kurang yah.

Jelas sekali bahwa Satria si vokalis baru, belum benar benar berhasil merasa nyaman mengisi vokal di album ini.

Seorang vokalis band mainstream, belajar vokal sejak kecil, mengaku manggung ratusan kali. Berkata : kalau loe memaksakan diri bernyanyi, maka para pendengar juga akan merasa terpaksa mendengar. Kalo loe merasa cape maka pendengar juga akan merasa cape. kalo loe tidak percaya diri maka pendengar juga tidak percaya.

Usaha dan pengorbanan besar bagi Satria untuk menjadi vokalis band ini yang notabene semua personelnya ber skill tinggi. Perlu dihargai. Tanpa dia band ini mungkin sudah tinggal sejarah. Tetapi karena dia juga band ini dengan kejamnya dikomentari untuk berhenti saja.

Saya lebih memilih komentar pertama, dengan pendapat semua band itu harus terus bertahan sampai ga bisa lagi. Jadi saya senang sekali mendengar kabar bahwa PS sudah punya vokalis baru, dan ada album barunya.

Tapi apakah benar bagi seorang pemain band harus memiliki skill tinggi untuk bisa menghasilkan lagu yang baik? apakah vokalis harus merdu?

Ngga dong, Spongebob aja di soundtrack film nya bisa menyanyikan lagu yang enak didengar di credit titlenya. The Simpsons aja udah punya beberapa album.

Cukup percaya diri (tapi jgn berlebihan), kejujuran dan tidak maksa aja.

Hey tunggu dulu. Album ini menjadi biasa saja bukan hanya karena vokalisnya. Naif sekali jika sedari tadi kita hanya membahas vokal saja. Para pemain instrumen sampai dengan orang orang dibalik mixer rekaman juga memberikan andil yang lebih besar sebenarnya dalam membuat album ini tidak memberikan kepuasan lebih dari 60 persen.

Tetap mengherankan mengapa band sebesar ini masih terlalu terasa (maaf) amatir. Bahkan tidak jauh lebih baik daripada hmm biscuit, (band yang sering dituduh menjiplak PS. ). Bahkan dalam hal kepercayaan diri terus terang PS sedikit dibawah.

Penempatan efek efek yang berlebihan dan tidak perlu (flanger fiesta) seperti tidak percaya diri dan absennya pengkonsepan awal semua lagu yang mereka ciptakan. Sehingga seperti seorang desainer photoshop yang akhirnya kebingungan dengan semua efek efek gambar kemudian mencobanya satu persatu. Begitu juga PS.

Coba kamu buka AdobePhotoshop,. Tuliskan dengan font Arial/avant garde/tahoma/times new roman ?PURE SATURDAY?
Latar belakang putih atau hitam, dan huruf merah. Hasilnya adalah bentuk yang sederhana

kemudian coba lah ?blending option? gradient overlay, emboss, outer glow, drop shadow. Kemudian cari txt option dan pilih efek bendera. . semua orang yang menganggap hasil efek efeknya adalah lebih bagus. Maka dia kemungkinan besar akan menyukai album ini.

Eric Wiryanata, May 2005

Related posts

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

{ 24 comments… read them below or add one }

Alfa September 15, 2005 at 7:17 pm

review yg jujur, tapi gua gak sependapat. awalnya, elora terasa aneh. tapi lama2, sama seperti mendengarkan musik grunge, atau gak usah jauh2, seperti mendengarkan album utopia, album elora terasa melengkapi kehebatan2 album2 ps sebelumnya. musik berubah, seiring dgn terjadi perubahan dlm diri personel2 ps … bahkan yes atau genesis juga bisa berubah, knp ps tidak ? yg penting benang merah tetap ada antara ketiga album ps.

Reply

parawiku January 9, 2006 at 1:34 pm

pertama denger album elora, langsung terpesona… ga nyesel belinya…

beda…beda… beda banget dari yang sebelumnya, (ga kaya yang orang2 bilang, yang katanya masih the cure gitu), dan beda dari yang ada di tanah air. atau di dunia. kali hiperbola, tapi subyektif.

kali subyektif gw beda dengan subyektif om eric. masalah materi atau teknologi itu relatif…

Reply

kiiki January 18, 2006 at 11:08 am

elora ?
wah ga usah di tanya…..
itu album yang dasyat,,,ketukan berubah2,nuansa akustik tetap ada,karakter vocal
pun juga ga jauh dari suar…&kekuatan liriknya tetep nampol.
klo denger skali seh ga enak,tp klo diulang2,wah enaknya abis-abisan
itulah yang namanya band indie…perlu peresapan beberapa kali
Klo gw pikir, walau PS br kluarin 3 album
tp uda saatnya Ps dianggap the godfather of indie-nya indonesia

Reply

alfarabi January 20, 2006 at 5:22 pm

satu kata buat Elora “BANGS*T !…” Ggw ga nyangka setelah gantiin Suar, PS jadi kayak begini…(so great!) tapi yang gw sesalin PS jarang banget manggung di jakarta, padahal disana ada fans club PS yang bolak-balik Jakarta-Bandung-Jakarta hanya untuk ngeliat band yang satu ini. nga’ bakal ada yang bisa kayak PS di Indonesia.

“Terima kasih atas harapan yang pernah datang”

Reply

Hasief January 20, 2006 at 6:35 pm

Mau tau lagu pembuka album yang sempurna kayak gimana? Itu ‘Buka’. Gue sebelumnya nggak terlalu mendalami PS, sekedar tau aja. Tapi pas dengar ‘Buka,’ gue langsung mikir, “They’re fucking back, baby!” (walau gue sendiri kurang tau mereka “ke mana” sebelumnya.)

Gue secara pribadi kalo menilai album, gue gak terlalu peduli ama cacat dalam teknik rekaman, mixing atau apalah kecuali kalo mencolok banget – gue emang nggak punya latar belakang di studio. Gue cuma bisa menilai sebagai penikmat musik, dan tak sedikit materi di Elora yang bisa disejajarkan dengan lagu-lagu mereka di dua album sebelumnya.

Sejauh ini gue lihat Elora cenderung dianaktirikan dibanding album Pure Saturday dan Utopia, tapi mungkin itu masalah waktu dan siklus aja. Entar kalo PS hilang lagi selama beberapa tahun dan akhirnya ngeluarin album baru, bisa jadi album itu pun akan dianggap nggak sebanding dengan Elora.

Reply

Dick Blowerday February 4, 2006 at 1:56 pm

Gw tetep…tetep salut ama indiepop legend..yeah..PS !!
suar ataupun satria..ga ngaruh buat gw..,gw tetep cinta ama mereka. mereka tuh gw jadiin influence buat band gw..oia, band gw BLOWERDAY. Nggak perlu harus mengidolakan band luar kan ??
Tahi anjing buat yang mengomentari miring PS, mereka tuh nggak tahu musik..tapi ngrasa sok tauuu..uu!!!

Released Soon – BLOWERDAY|Blessing In Disguise (EP) from Blossom records. CP: 0817460666

Reply

The B.E.G.G.Y February 11, 2006 at 7:59 am

gw baru denger PS dari album elora,dari situ baru mencari jejak tentang mereka,mungkin 1 dekade kebelakang…..banyak yang bilang pure tuh mirip the cure sounds yg mreka bwt galebih dari situ,lirik yang galau dan karakter vokal yg lempeng fix bgt ama sounds bass dan gitar yang dinamis,banyak yang bilang kalo aliran PS tuh alternative-indiepop,tp menurut gw,ngedenger lirik ma sounds yang mrka ciptakan,gw lebih berrrrrrrraaaaaaaaaaaniiiiiiiiiiii bilang aliran mereka HEAVY POP!!!!!!!!!!!!!!

Reply

dedidude February 23, 2006 at 8:50 am

heheh udah direview setaun baru comment sekarang, sama sih sama albumnya udah beli setahun tapi masih didengerin sampe sekarang…. intinya album ini gak ngebosenin…gak sependapat kalo ada yang bilang album ini biasa, album ini luar biasa!! tiap bulan gua selalu punya lagu favorit… sooo…ditunggu album barunya!!!

Reply

-NoE- (InSOmNiac.Inc) February 23, 2006 at 9:20 pm

gw ga peduli ama omongan orang mengenai album ketiga PS ini. orang boleh bilang apa aza gw ga peduli. yang pasti PS alus lah !!!!
emang sih yang paling sering gw dengerin tuh albumnya PS yang pertama. ga ada yang bisa ngaruhin gw buat milih kalo album PS tsb adalah album terbaik dari semua album musik yang gw punya (termasuk albumnya the cure jg dong).
oh iya, gw pernah denger komentar orang (ga tau siapa) katanya PS tanpa suar ibarat nasi goreng tanpa nasi. Oh ya gitu ??!!! so tau banget.. coba dong dengerin album nya elora. sama asik nya ko. jamin…

percaya ka aink…!!!!
ops.. titip salam bwat siapa aza yang kenal ma santi hadianti lestari alumni smun 16 bdg ang 2003. i love you always…

Reply

dyan February 28, 2006 at 3:34 pm

canggihlah..

Reply

dyan May 9, 2006 at 11:41 am

canggih pisan…..

Reply

menunggu mati September 27, 2006 at 2:37 pm

pertama kali baca,gw pengen langsung (maaf)ngeludahin muka yg bilang ELORA ga bermutu…….klo bisa bikin yg lebih baek dari elora,om eric you’re great!!!!

SELAMAT BERPUASA…..

Reply

agung October 8, 2006 at 5:06 am

emang seeeh dari kosong ama elora bagusan kosong dikit…..tapi PS masih bagus kok…masih king of the king indie di indo ini

Reply

gupta October 20, 2006 at 5:04 pm

entah apa yang akan saya komentari..semua berhak menilai..yang terpenting bagi saya adalah bisa mendengarkan dan menyaksikan mereka membawakan kosong, desire, labirin dan (yang baru) buka serta awan lebih sering lagi..peduli setan dengan pendapat butut anda..long live PURE_SATURDAY…!!!

best regard
.:G:.

Reply

atonic soul October 29, 2006 at 1:28 pm

jujur,pure saturday g punya album yg masterpiece..karena semua albumnya adalh masterpiece!!!!

teu ngarti euy abdi oge..

Reply

benk2 October 29, 2006 at 6:22 pm

Kalo mau dibilang PS teh suhuna brithpop di indonesia,,,salute for pure saturday!!!!lagu yang bikin saya suka banget..lagu bangku taman…saya fans pure saturday semenjak pure saturday keluarin album…musiknya kena ama chemistry gwa…long live pure saturday lah?!

Reply

korstel June 20, 2009 at 4:40 am

keren PS!!! menurut gua elora ini album yang terbaiknya PS. walaupun tanpa suar. Gua SUKA sama album ini, dan semua lagunya. mendengar lagu pertamanya dari “Buka” hingga lagu terakhir “pulang” itu terlihat sempurna bagi gua. Soal vokal iyo ga ada masalah. elora album terbaiknya PS!!!

Reply

hancurkan tembok July 6, 2009 at 2:55 am

ga bosen dengerin ini…
PS bukan band yang mencari kuantitas penonton tapi kualitas musik….dengan eksperimen2 baru dalam musiknya…seperti menerobos stagnasi…maju terus ps gunakan kritikan sampah sebagai sepatu untuk berlari kencang….

Reply

melanie July 13, 2009 at 8:04 am

yah…cuma bisa bilang..
KEREN!!!!!!
ga da matinya lah…
Walopun bisa dibilang baru tau 2taon belakangan,lagu pertama yang gw denger kosong…terus desire terus pagi deh…
sudah bgt gw cari kaset PS!!!!!
kata abang gw sie mirip2 the cure karena abang gw suka bgt ma itu band(gw juga),so what???
yang penting PS terus berjaya…

Reply

bemzinside August 6, 2009 at 3:30 am

P.S keren…
udah 2 taun ampir tiap pagi dengerin album elora..sumpah ga ada bosen2x nya…..

Reply

mataharibisu August 7, 2009 at 1:24 am

ELORA adalah album yang bagus menurut saya, dalam artian, lebih simple daripada album yang kedua, dan lebih asik untuk didengar. Karakter vokal iyo juga tidak buruk2 amat, cukup syahdu untuk menyanyikan lirik-lirik indah yang terdapat di album ELORA ini.

Sekali lagi, lirik lagu merupakan kekuatan utama PS dalam album ELORA ini, dan itu masih merupakan senjata yang ampuh untuk para purepeople.

Reply

bangkesetan August 7, 2009 at 7:03 pm

blending option? gradient overlay, emboss, outer glow, drop shadow. Kemudian cari txt option dan pilih efek bendera. .<== apa ga lebay om eric ntar albumnya ga jauh beda ama hijau daun..wakakakak

Reply

drp August 9, 2009 at 7:28 am

after 4 years the review..i just read it today..
anyway, the vocal? yes, gw juga ngerasa beda…karakternya iyo ma Suar beda, tapi namanya dinamika…orang2 juga banyak yang bilang waktu peter gabriel di gantiin ma Phill Collins Genesis jadi menurun kualitasnya…well you can go too hell with your bloody narrow minded perspective…listen with your heart, you cannot calculate things like this…

anyway, we are talking Indie concept here..the concept is to find alternative sounds and ways from the main stream. thats the consept. if you wanna concept music, go and hear fucking Peter P@n and bloody hell Rad!a…that’s concept music all right…

Reply

alfarabi October 5, 2009 at 10:15 am

satu kata buat Elora “BANGS*T !…” Ggw ga nyangka setelah gantiin Suar, PS jadi kayak begini…(so great!) tapi yang gw sesalin PS jarang banget manggung di jakarta, padahal disana ada fans club PS yang bolak-balik Jakarta-Bandung-Jakarta hanya untuk ngeliat band yang satu ini. nga' bakal ada yang bisa kayak PS di Indonesia.

“Terima kasih atas harapan yang pernah datang”

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: