Efek Rumah Kaca – Konser Intim “Cinta Melulu”

February 3, 2008
5:00 pm

erk-konser intim - flyersCholil
Konser Intim “Cinta Melulu”

Minggu 3 Februari 2008
17.00-selesai

Common Room
Jl. Kyai Gede Utama no.8
Bandung

022-2503404

Gratis namun terbatas, siapa cepat dia dapat.

dibuka oleh : Ajie Gergaji (the Milo)

Bawa uang extra untuk merchandise dan BEERS

efek_rumah_kaca

Download the original attachment

CINTA MELULU, OLEH EFEK RUMAH KACA

Atas nama pasar, lagu cinta melulu

Tidak ada yang tidak menarik dari sebuah lagu cinta, kecuali cara penyajiannya. Dan apa yang marak terjadi hari ini, sungguh terasa klise dan banal.

Nada-nada yang minor dan irama mendayu-dayu menjadi rumus komposisi yang semakin melelahkan. Mudah ditebak, padanannya berupa lirik-lirik cengeng, mencoba dramatis, dengan pilihan kosa kata berikut rangkaian kalimat yang itu-itu saja. Sementara untuk tema, tidak akan jauh dari kesenduan ditinggal kekasih, diusik rindu, dan- yang terfavorit- perselingkuhan.

Kesemua itu, setiap hari terdengar dimana-mana. Berjejalan. Lalu, ketika mutu dan tanggungjawab dipertanyakan, jawaban instannya tak lain: atas nama pasar. Sepertinya, mereka yang berada di industri musik menganggap sebagian besar masyarakat bodoh. Jikalau benar, bukan berarti harus dibuat semakin bodoh, bukan?

Keadaan semakin membosankan ketika lagu-lagu cinta semacam itu bukan hanya berjumlah beberapa dari keseluruhan materi sebuah album, namun mendominasi, bahkan ”jika perlu” seluruhnya. Mungkin itu bisa masuk akal andai semua lagu cinta itu dibuat berkualitas, dari segi apa pun. Tapi, mayoritas yang ada tidak demikian. Ada apa dengan para pencipta lagu? Ada apa dengan pencari talenta? Ada apa dengan para pendana rilisan album musik? Tampaknya, ada jawaban yang masih sama: atas nama pasar.

Sementara pasar, sejauh ini, telah membuktikan ”intelektualitas” kuping mereka. Cukup banyak lagu-lagu bertema di luar cinta, atau pun lagu-lagu cinta yang tidak klise, terbukti mengecap kesuksesan komersial di pasaran. Kalau kami harus menyebut contoh, untuk mempertegas pernyataan di atas, terpaksa kami kembali bertanya: Seberapa besar dan merakyat nama-nama seperti Benyamin S, Slank, dan Iwan Fals bagi kita?

Sepertinya, selalu ada fenomena lagu-lagu cinta klise di pasaran di berbagai era. Dan selalu hadir seniman-seniman (baik didukung maupun tidak oleh para pendana) yang menciptakan karya-karya segar yang berbobot sebagai penyeimbangnya. Selalau ada pendapat tidak setuju pada keseragaman lagu-lagu cinta kualitas rendah yang diproduksi massal. ”Cinta Melulu”, single kedua dari album debut Efek Rumah Kaca ini, bisa jadi lagu pop pertama di Indonesia yang secara jernih dan menyentil mendendangkan suara kontranya.

Dan itu tidak berarti Efek Rumah Kaca memilih membuat lagu yang terdengar rumit, sulit dicerna, atau marah-marah. Sebaliknya, kami mencoba menciptakan komposisi riang yang mudah dinikmati, manis, bersahaja, sangat bersahabat dengan telinga, mengajak kita semua untuk bernyanyi bersama:

Lagu cinta melulu

Apa memang karena kuping Melayu

Suka yang sendu-sendu?

Selamat menikmati.

Efek Rumah Kaca adalah Cholil (vokal/gitar), Adrian (bass) dan Akbar (drum). Sebelumnya, tahun 2001, band ini bernama “Hush” (dengan lima personil), berganti menjadi “Superego”, kemudian berubah pada tahun 2006 menjadi Efek Rumah Kaca- nama ini diambil dari salah satu judul lagu mereka. Debut album selft-title Efek Rumah Kaca dirilis Oktober 2007 oleh Paviliun Records.

Contact: Harlan Boer (Personal Manager) 08561110577/ efekrumahkaca@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Plugin from the creators ofBrindes Personalizados :: More at PlulzWordpress Plugins