Diskusi BOH: Sejarah GMR FM Rock Radio Bandung @ Common Room, Bandung

March 25, 2010
8:00 pm

NGABANDUNGAN III
DISKUSI DUA BULANAN BANDUNG ORAL HISTORY
COMMONROOM JL KYAI GEDE UTAMA NO 8
KAMIS 25 MARET 2010 PUKUL 18.00 – 19.00

Radio dalam perjalanan sejarah Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting. Jika kita ingat peristiwa kemerdekaan, para pemuda pertama kali mendengar berita kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II tiada lain dari berita radio. Pun menyebarnya musik rok di Kota Bandung, sebagai Kota Barometer Musik Indonesia, salah satu faktor pendukungnya tak lain adalah karena sebuah stasiun radio yang secara khusus memutarkan lagu-lagu rock. Statsiun radio itu bernama “Generasi Muda Radio Rock Station”, berada di frekuensi 104.4 FM. Dari GMR FM inilah kemudian lahir banyak band-band berkualitas di Kota Bandung dan Indonesia.

GMR FM lahir seiring dengan perkembangan musik rock di tanah air sekitar akhir 1980an. Radio ini dulunya bernama YG Radio atau Young Generation dan secara konsisten memutarkan lagu-lagu rock sebagai program mereka all day long. YG kemudian berubah nama menjadi Generasi Muda Radio disingkat GMR ketika pindah ke jalur FM. GMR segera saja enajdi lokomotif utama scene musik rock/metal Kota Bandung di awal 1990an dan melesat membawa scene ini kepada kemajuan yang pesat. Kita yang tumbuh di pertengahan 1990an tentu ingat Sunday Morning Rock, atau SixSix, atau Ring My Bell. Dari program-program inilah musik rock/metal di Kota Bandung pertama kali berkembang, hingga kahirnya menemukan betuknya seperti sekarang ini.

GMR FM bubar tahun 2002 dan semenjak itu tak ada lagu stasiun radio yang berani memproklamirkan diri sebagai stasiun radio rock seberani GMR FM. Dalam sedekadean hidupnya GMR begitu banyak menyumbanghkan banyak hal bagi scene musik rock Indonesia. Adalah hal yang sangat baik jika kita bisa berbagi cerita dengan para aktivis GMR dan scenester-scenester senior yang sepanjang hidupnya terlibat aktif memajukan usik rock tanah air.

Diskusi ini menmapilkan Arin, mantan penyiar GMR yang akan menceritakan sejarah GMR dan dinamika stasiun radio ini berdampingan dengan Uwo Funeral, Yuki Pas band, Gustaff H Iskandar, dan Dian AQ Maulana. Uwo akan mengisahkan kondisi scene musik rock/metal Kota Bandung di awal 1990an ketika GMR baru saja lahir, Yuki akan mengisahkan peranGMR dalam meajukan bandnya yang legendaris Pas Band, Gustaff akan membahas refleksi perkembangan kaum muda selama sedekadean GMR dan sedekadean setelah GMR bubar berkaitan dengan tingkat inisiatif kaum muda yang sepertnya semakin menurun, sementara Dian AQ akan memaparkan rencana riset dan penulisan sejarah GMR FM sebagai salah satu riset yang ia buat untuk Bandung Oral History.

Enjoy! Diskusi ini akan dipandu oleh moderator Joni Dep!

20 thoughts on “Diskusi BOH: Sejarah GMR FM Rock Radio Bandung @ Common Room, Bandung”

  1. W Djatmiko says:

    Beberapa penyiar GMR FM yang saya ingat antara lain :
    1. Arin
    2. Tata Wijaya
    3. Moko anak madiun
    4. Iyan
    Saya masih merekam beberapa acara GMR FM sekitar tahun 1994-an dalam sebuah tape.
    Semoga masih ada radio sekualitas GMR FM hidup lagi di tanah air.
    Djatmiko-Kuala Lumpur, Malaysia

    1. Guntur GMR says:

      kalo di kuala lumpur masih ada kaset kaset metal?

  2. pambudi says:

    Saya sangat mengharapkan GMR saat ini bisa hadir kembali hingga gelombang frekwensinya dapat memenuhi sudut2 ruang kehidupan dan aktifitas kita sehari-hari melalui lagu2nya yg berkualitas…kapan GMR akan dihidupkan kembali ataukah kita hanya akan mengenangnya saja seperti kita mengenang sang maestro yg tidak akan pernah bisa kembali lagi…?, saat dulu GMR masih ada saya sempat merekam acara2 GMR kedalam kaset sampai kurang lebih 30 kaset lengkap dengan suara penyiarnya yg sering saya putar saat saya rindu GMR….rindu dengan lagu2nya dan kenangan2 indah di masa-masa dimana GMR masih ada……

  3. Wahyu Djatmiko says:

    To Guntur GMR : Di KL radio-radio lokal dikuasai lagu-lagu Indonesia mas. Shella majid baru mungkin kayak jaclin (Asian Idol) masih eksis juga. Untuk kelas metal saya ga dengar lagi (atau mungkin ga ngamati ya.

    To Mas pambudi : boleh ga saya copy rekaman GMR FM Anda yang 30 tape. Sungguh, saya ingin sekali mengenang masa lalu bersama GMR waktu masih kuliah di bandung.

    1. pambudi says:

      Mas Wahyu, ada30 han kaset rekaman waktu saya tune in GMR yg masih saya simpan, silahkan kalau mau mengcopy…

  4. levi says:

    saya ingat dulu ada penyiar dengan nama Mega. nama aslinya siapa ya Mas?

  5. Mulyadi says:

    Sedih, sangat sedih..
    Itu perasaan saya saat tahu kalo GMR radio (2002) telah bubar.
    Lama saya tak mendengar siaran radio, tapi lama juga saya jadi pendengar radio GMR.
    Dari namanya YG (wai ji) Radio dengan frekuensi AM sampai GMR di frekuensi FM.
    Banyak cerita yang tak bisa saya lupakan. Dari siaran khusus musik Rolling Stones setiap malam Jum’at, musik Beatles, Genesis, Blues setiap malam Sabtu/Minggu, konser musik group band aliran Stones hingga mendapat hadiah uang rp.25ribu dari sponsor saat ada konser music di gedung Saparu Bandung (1985).
    Saya sangat berharap GMR bisa lahir kembali, paling tidak ada penerusnya.
    Radio dengan acara yang membuat saya tetap bisa melek saat malam.
    Apalagi sekarang, dengan adanya teknologi radio streaming, saya sangat berharap dapat kembali bisa kencan dengan para “penyiar GMR” dimanapun saya berada.
    Semoga!

  6. idad says:

    Nostalgia yach jadi hayang deui ngora

  7. riyono says:

    aku jadi terharu…….GMR FM……bang Mega , almarhum Samuel Marudut, Bang Joe (Josep Sudibyo), FOX, I like IT………SUNGUh..SUNGGUH BERKESAN

  8. Oghi says:

    Sampai pada suatu hari di saat saya sedang siaran di Jl. dokter Hatta 15 " studio 104.4 GMR FM" di program "Nice Rock", seorang pegawai administrasi "Mba Mendri" mendatangi saya dan sambil becanda dia berkata……"Gi, besok dateng ya jam dua siang ke riangan administrasi ada informasi penting, katanya "…..dan keesokan harinya saya datang dan semua crew GMR sudah berkumpul di ruangan administrasi dan di situ di informasikan bahwa "Radio Ini telah laku di jual" kepada pihak lain, dan ini uang pesangon untuk kalian semua………..halahhhhhh…………jadi kemaren adalah hari terakhir saya siaran di RADIO ROCK paling TERKENAL DI BANDUNG………That was cool……

  9. indra says:

    abis baca tentang GMR imajinasi saya kembali k masa 90 an, dulu sampe ngebelabelain k telepon coin buat request lagu d acara kharima persada,masa indah banget sekali pisan,

  10. indra says:

    bang bey velano,mba arin,mba mega,bang joe(rakyat metal kota bandung),richard mutter,iyan,nata nadia gw kangen sama siaran kalian smua

  11. Bursa-Ledeng says:

    Inget acara SixSix jam 9-10 pagi… hehehehe

  12. Tira Hartati says:

    Jaman GMR mau udahan masi denger tita sama ogi..

  13. pendengar GMR says:

    kangen acara2 gmr seperti sixsix, ring my bell,gimana ya cara dapetin rekamannya. info donk. pengen mengenang masa indah banget sekali pisan.

  14. omar hasan says:

    jadi inget keur jaman bareto ngarequest lagu blind to see di wartel hehe

  15. gunoizer says:

    Kumaha lamun udunan nyieun radio jiga GMR sok ahhhh….

  16. ygueh says:

    di SixSix we lah…

  17. indra says:

    pelopor konser musik rock era 90an d bandung jaman y rudal rock band,sahara,jam rock.dan konser rock paling fenomenal saat itu rotor,sucker head,roxx,rudal d lapangan sepak bola uni tp sayang sekali konser batal karna penonton rusuh dan ricuh masih inget pada saat itu banyak penonton yang kecewa dan banyak yg d kejar-kejar aparat karna merusak fasilitas umun sepanjang jalan asia afrika.

  18. anti says:

    wah inget dulu masa sma sering ngerekam lagu dari gmr

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Plugin from the creators ofBrindes Personalizados :: More at PlulzWordpress Plugins