Contributor Archive for Soleh

‘Oke Lah Kalo Begitu’ oleh Warteg Boyz atau D’ Bijis Entahlah Masih Misterius Ini Juga

Ini lagu gebleg. Absurd. Memancing tertawa. Katanya sih, judulnya "Oke Lah Kalo Begitu." Penyanyinya, katanya D' Bijis. Tapi, di file yang saya copy, keterangannya mengatakan lagu ini dinyanyikan oleh Warteg Boyz. Entah mana yang benar. Musiknya cross over antara dangdut koplo dengan beat-beat yang mungkin akan mudah ditemui di warung-warung di jalur pantura, dicampur dengan sedikit sentuhan musik etnik dengan cara bernyanyi rap amatiran berlokal tegal medok. Sekilas, logat Tegalnya mengingatkan pada logat ala Tora Sudiro kalau melucu. Jika fakta ini dikaitkan dengan rumors yang mengatakan ini dinyanyikan oleh D' Bijis, mungkin ada benarnya kecurigaan saya. Tapi, tak ada yang pasti hingga detik ini mengenai detil lagu misterius.Saya dapat lagu ini dari Yarra Aristi. Dia dapat lagu ini dari teman-temannya di Hard Rock FM Jakarta. Mereka, entah dapat dari mana. Mungkin dari transfer antar USB. Mungkin saja, lagu ini akan menjadi booming seperti lagu "SMS" yang kemudian dibawakan ... Read Full Post..

Mieke Asmara adalah Aida Nurmala adalah Pemain Gara-Gara Bola!

Oke, ini saatnya saya mengklarifikasi soal wawancara saya dengan Mieke Asmara beberapa waktu lalu.

Ketika wawancara itu saya posting, banyak yang bertanya apakah Mieke Asmara benar-benar ada? Apakah wawancara itu direkayasa? Beberapa teman malah menanyakan bagaimana rasanya ketika berhadapan langsung dengan Mieke Asmara si penyanyi “Merem Melek.”

Wawancara itu tak direkayasa, namun juga tak sepenuhnya nyata. Tak direkayasa karena jika kita bicara syarat syah nya wawancara, di mana ada narasumber, ada pewawancara dan ada proses tanya jawab, maka wawancara saya itu memang nyata. Mieke Asmara itu memang ada. Hanya, dia adalah salah satu karakter dalam film Gara-Gara Bola! Ini menjadikan wawancara itu tak sepenuhnya nyata. Tapi, saya tak merekayasa jawaban. Saya melemparkan pertanyaan, narasumber [yang berperan jadi Mieke Asmara] yang menjawabnya.

Nah, buat kamu yang kemarin sempat mengira saya orang yang humoris karena membaca tulisan itu lucu dan jawabannya gebleg, maka saya harus m... Read Full Post..

The Brandals Sebelum Iwan Fals

Senangnya melihat Iwan Fals humoris (lagi). “Oi singkatan dari apa?” tanya Eka Annash, vokalis The Brandals. “Orang Indonesia!” jawab ribuan orang di depannya. “Kalian orang Indonesia, Iwan Fals orang Indonesia, The Brandals juga orang Indonesia!” kata Eka, mencoba menenangkan massa. “Sabar ya, sebentar lagi Bang Iwan maen.” Waktu hampir menunjukkan jam sembilan malam. Kamis, 19 Juni 2008, arena Pekan Raya Jakarta masih dipadati pengunjung. Mereka yang tak berkeliling melihat-lihat stand produk, memilih berada di depan panggung. Sebagian besar adalah penggemar Iwan Fals. Penggemar berat. Terlihat dari kaos, bendera, bahkan poster Iwan Fals yang melekat di tubuh mereka. Sebagian dari mereka, berteriak memanggil nama Iwan Fals sejak The Brandals memainkan lagu pertama. Sebagian lagi, malah berteriak meminta The Brandals turun. Mereka tak banyak bereaksi terhadap penampilan The Brandals. Hanya segelintir orang yang berjoget. Tak heran jika Eka Annash terlihat grogi. Mung... Read Full Post..

Nama Saya, Soleh Solihun!

Bukan Soleh Solihin.

Bukan pula Soleh Solihudin.

Bukan pula Sholeh.

Ya, saya suka sebal melihat orang salah menulis nama saya. Hehe.

Kemarin, mahasiswa dari Unisba menelpon saya. Meminta saya jadi pembicara di acara kampus. Mereka sudah menghubungi saya beberapa minggu lalu. Sudah saya suruh kirim email yang isinya undangan, supaya saya gampang minta ijin ke kantor. Tapi, tak kunjung juga dikirim. Saya suka sebal melihat mahasiswa yang begini. Selalu membiarkan segala sesuatu mepet dengan jadwal acara. Perasaan, waktu saya mahasiswa, jika butuh sesuatu ke orang lain, akan saya konfirmasi jauh-jauh hari.

Kemarin, mereka bilang, emailnya sudah dikirim. Tapi, tadi belum juga sampai. Waktu saya tanya apakah email sudah dikirim, dengan lincahnya si mahasiswi menjawab:

"Wah, masa, besok wna krm lg klo gt. almt email'y ini bkn tkt'y slh jd g k krm, soleh_solihudin@yahoo.com."

Waktu saya balas lagi, dan bilang bahwa nama saya Soleh Solihun, dia [dengan cengengesan sepertinya] hanya menjawab:

"Eh iya ... Read Full Post..

Seniman Mbeling Bikin Pusing

Jum’at [10/10] kemarin, saya bertemu Remy Sylado.

Ini pertemuan kelima kami. Yang pertama, 9 Februari 2004 untuk kepentingan skripsi. Yang kedua, masih di tahun yang sama, dalam rangka pemutaran film dokumenter tentang majalah Aktuil. Yang ketiga, waktu memotret dia untuk kepentingan feature di majalah saya sebelum ini. Yang keempat, waktu meminta dia menulis untuk majalah saya yang sekarang.

Edisi Nopember ini, kami mengangkat tema Immortals. Ada 25 musisi paling berpengaruh di Indonesia yang akan diangkat di majalah. Masing-masing musisi, akan ditulis oleh satu musisi juga. Nah, di antaranya Bing Slamet, yang akan ditulis oleh Remy Sylado alias Yapi Tambayong. Dia tak hanya musisi, tapi juga penulis. Makanya, kami pikir sosok dia akan cocok untuk menulis Bing Slamet yang notabene eranya jauh di belakang.

Singkat kata, Sylado sepakat untuk menulis soal Bing Slamet. Di pertemuan keempat itu, saya sudah menjelaskan tulisannya seperti apa; hanya satu halaman, isinya cerita tentang si imm... Read Full Post..

Di Hari Itu Dia Menjadi Maskulin

...

Laki-laki: Kenapa sih, elo suka gue? Apa sih yang elo sukai dari gue?

Perempuan: Habis, elo bad boy sih. Hihihi.

...
Read Full Post..

18 Wajah Arian13 dan Beberapa Gambar Lainnya

Who: Seringai. What: Syuting Klik! When: Kamis, 18 September 08. Where: Studio Nusantara 2, ANTV, kawasan Cawang, Jakarta. Why: Diundang ANTV tentu saja.Untuk episode entah kapan tayangnya. How: Playback, tanpa sammy. Datang sejak jam sembilan malam kurang, baru taping jam sepuluh lebih, mungkin karena malam itu mereka taping untuk lima episode jadinya sedikit molor waktunya. Karena bosan, beberapa gambar ini tercipta. Arian13 menunjukkan apa yang bisa kamu lakukan dengan satu sapu tangan, eh slayer, eh kain apapun itu namanya yang suka dipakainya di kepala. Read Full Post..

Gara-Gara Bola!

Ini alamat Multiply film Gara-gara Bola, di mana pedangdut Mieke Asmara mendapat peran. Sebentar lagi rilis filmnya. Read Full Post..

Kemarin Saya Nonton Kantata Takwa

Dan betapa berbahagianya saya.

Beberapa waktu lalu, sempat membaca review soal film ini dari tulisan Eric Sasono. Waktu saya membaca review itu, saya kira film ini adalah film dokumenter soal pembuatan konser Kantata Takwa. Seperti Shine A Light-nya Martin Scorsese lah. Ada dokumenter soal band, lalu lebih banyak cerita soal konser. Dan saya kira, film ini adalah film yang sama seperti yang sering diputar TPI beberapa tahun lalu. Film konser Kantata Takwa. Ternyata, ini film tentang gerakan budaya yang dilakukan beberapa seniman dengan menggelar pertunjukkan yang merupakan kombinasi antara musik dan teater. Film musikal yang inspirasinya diambil dari lagu-lagu Kantata Takwa dan Swami, begitulah deskripsi singkatnya.

Film ini dibuka dengan adegan WS Rendra alias Willy yang tertidur. Lantas narasi dibuka oleh Willy yang membacakan puisi yang kemudian dikenal publik lebih luas lewat lagu "Kesaksian." Sebuah pembuka yang langsung mencuri perhatian. Apalagi buat penggemar Iwan Fals se... Read Full Post..

Iggy Kapan Kau Akan Datang?

Suka iri melihat posting soal orang yang bahagia akan pergi ke konser Motley Crue.

Ada beberapa musisi luar negeri yang sangat ingin saya tonton langsung. Tapi, beberapa di antaranya sudah tak mungkin. The Ramones jelas. The Clash juga. MC5 apalagi. Makanya saya suka iri melihat orang-orang beramai-ramai membobol tabungan dan pergi ke Singapura buat menonton band pujaannya.

Waktu The Rolling Stones datang ke Singapura, saya belum bekerja. Boro-boro beli tiketnya. Beli albumnya aja harus mengumpulkan dulu uang. Sekarang, mereka keburu pensiun. Harapan itu sepertinya makin kecil saja. Padahal, begitu saya dapat kerja, saya berjanji, salah satu alasan menabung adalah demi konser The Stones, jika mereka mampir lagi ke Singapura. Eh sekarang mereka malah pensiun. Sialan. Waktu Mick Jagger ke Jakarta, saya masih bocah. Boro-boro sudah suka Kang Mick, ijin dari orangtua pun belum tentu dapat.

Sepertinya, yang paling sedikit agak mungkin, adalah berharap melihat The Stooges mampir ke Singapura... Read Full Post..

Soleh

Visit Soleh's Blog

Soleh Solihun is an editorial staff at Playboy Indonesia, he was formerly working as a feature editor at MTV Trax (now Trax Magazine).