Contributor Archive for Ricky

Always Hard To Make A Change, Just Like How To Stay The Same

Dulu mantan finalis, sekarang jadi juara. Setidaknya secara kualitas. Batal merilis album mini karena terhambat jadwal akibat menjadi finalis sebuah festival musik independen sepertinya merupakan berkah tersembunyi bagi Vincent Vega, sebuah band asal Bandung. Setidaknya mereka jadi punya waktu untuk menjadi lebih dikenal massa semenjak menjadi finalis, dan juga punya waktu untuk menciptakan sebuah karya album berkualitas tinggi. Perkenalkan Always Hard To Make A Change, Just Like How To Stay The Same. Sebuah karya yang memamerkan effort mereka membuat seni musik yang terinspirasi keliaran ketukan nada gitar At The Drive In, dan rasa manis melodi dari Bloc Party, dan mampu meramu semua itu menjadi formula yang cukup orisinil untuk skena musik lokal. Suara Ariel sang vokalis terdengar unik, sedikit mengingatkan akan Geddy Lee dari Rush, dengan sentuhan kegelapan dan amarah disana, walau berbicara nada, tetap terjaga harmonisasinya. Lagu seperti “Last Call For Idiot Soul,... Read Full Post..

Release Is Peace

Akhirnya album ini dirilis juga setelah penantian yang terlalu lama. Berikut sedikit pengalaman gue saat mendengar album ini “Parasit Hati” membuka album ini dengan goth rock bernuansa dark khas band ini, dibuka dengan rif gitar yang menyerang secara sonik. “Sorak sorai di malam yang sepi..menakjubkan kegilaan ini” teriak Oddie menawarkan tata bahasa penggambaran depresi. Atau “Kembali Putih (Tabula Rasa)” adalah versi lokal dari sound Type O Negative lengkap dengan dinginnya suara gitar Peter St. John. Secara materi musik, penggemar Getah era almarhum Jodie Gondokusumo bisa sedikit ketar ketir karena adanya perbedaan, namun Release is Peace masih menyemburkan spirit musikal yang kurang lebih sama dari Getah yang ada sejak band ini berdiri. Beberapa nomor enerjik bersandingan dengan beberapa nomor down tempo. Getah berani berkomposisi dengan tolerámos minim untuk patuh pattern standard komposisi lagu rock Indonesia. Namun menjadi imbang karena terdengar masih masuk akal dan tak ‘... Read Full Post..

Solidaritas Musisi

  Mosaik kehidupan musisi senior di Indonesia seringkali terlihat paradoks dengan yang dialami generasi penerusnya. Jika pada masa jayanya mampu memberi kontribusi pada industri musik tanah air, dielu-elukan dan dipuja, kini di hari tuanya sebagian dari mereka tinggal tersuruk di gang sempit, sakit-sakitan dan terlupakan. Mereka harus berkelahi dengan waktu di antara kerasnya kehidupan. Kepergian almarhum Gombloh dan Bonnie Rollies, misalnya, masih menyisakan keharuan dalam ingatan kita. Peristiwa tragis itu tak boleh terulang. 

Kenyataan di atas telah menyentuh nurani sejumlah musisi muda untuk memberikan uluran tangan kepada kepada para pendahulu mereka. Dengan “menumpang” di salah satu ruangan kantor majalah Rolling Stone Indonesia, pada Selasa (15/7) mereka telah berikrar untuk menggalang patungan solidaritas. Sore itu hadir antara lain Bongky (BIP), Ridho Hafiedz (Slank), Yukie (Pas Band), Melanie Soebono, Aprilia Apsari (Whiteshoes & The Couple Company), David Tar... Read Full Post..

Hura Hura Omnivora (a culinary experience)

Okay this post probably will not amuse animal rights supportersJ .

 

Kayaknya kemanapun gue pergi dalam rangka travelling, baik bersama para anak-anak di seringai, stepforward, teman-teman lainnya atau juga ketika dinas dari kantor, yang namanya ‘tur kuliner’ pasti otomatis jadi salah satu bagian utama perjalanan yang paling berkesan. When it comes to the culinary art, basically I would not mind trying many things.

     Salah satu pengalaman menarik adalah mengenai berbagai jenis hewan yang pernah gue cicip. Dan maksud saya disini adalah hewan yang gak terlalu standar seperti Ayam, sapi, babi, bebek (yang menurut gue adalah ‘babi’nya dunia unggas) ataupun ikan.     

     Baiklah, ‘gak standar’ versi gue mungkin gak seekstrim para peserta acara TV Fear Factor yang demi menang duit mati-matian mengunyah testis kambing setengah matang, makan kumbang Afrika, atau menelan segelas mata domba mentah. Geez, talking a... Read Full Post..

Hitam Semesta

Grup Stoner Metal terbaik di Indonesia kini telah tiba. Sempat kepikiran, kalo saja puluhan tahun lalu Black Sabbath mempatenkan dan meminta royalti dari style Blues Metal yang membuat mereka menjadi legenda, thanks to stoner rock/metal, pasti Sabbath sekarang telah berpuluh kali lipat lebih kaya raya. Dan dipastikan salah satu pembayar royalti terbanyak dari Indonesia adalah sebuah band bernama Komunal. Edo Gordo, manajer dari band ini (dan juga merupakan tetangga pacar saya) suatu saat menyempatkan bertamu ke kantor Rolling Stone untuk menyerahkan sebuah kopi dari Hitam Semesta, album sophomore dari unit stoner metal dari Bandung. Walau akhirnya ia sedikit bercerita sejarah band ini yang sebenarnya berisikan pemuda-pemuda rantau asal Riau yang kuliah di Bandung, dan kini sebagian besar bekerja dan menetap di Jakarta. Band stoner dari Sumatera. Cool. Tak perlu waktu lama setelah mendengarkan untuk menilai bahwa album ini secara gemilang mencerminkan kualitas musik metal ya... Read Full Post..

Year Zero in Hong Kong

beberapa foto2 tahun 2007 yang tak sempat diupload. Berisi salah satu event penting di hidup yakni ketika temen gue Oddie dan pasukan hateglengket family tiba-tiba mengajak gue untuk pergi ke Hong Kong untuk menyaksikan Nine Inch Nails live in Asia World Expo. Nonton salah satu grup favorit bersama teman-teman. Masih segar ingatan di kepala mengenai betapa sensasional perjalanan untuk slamdancing pada show Slayer di negeri Jiran bersama paguyuban metalhead ibukota. Sensasi yang gue janji bakal terulang lagi. Well, it did happen again. I screamed my lungs off with the finest industrial tunes sang by the Elvis Presley of the genre. Dan menyenangkannya, perjalanan kali ini dihias bonus-bonus 'menarik' seperti limpahan seni kuliner yang total merangsang indera perasa. trus, kalau diperhatikan banyak juga foto2 yang terjadi akibat sedikit terlalu banyak minum-minum. Bahkan sedikit trouble juga terjadi hahaha. Sammy merekomendasikan absinthe yang menyebabkan gue dan temen gue agak hilan... Read Full Post..

Death Is This Communion

Album terbaik High on Fire memamerkan kepiawaian Matt Pike dalam bentuk baru. Bukan sembarang julukan bila Rolling Stone menobatkan Matt Pike dari High On Fire menjadi salah satu dari list The top 20 New Guitar Gods. Hilang sudah influens stoner rock yang kerap dilakukan mantan gitaris Sleep ini. Yang ada hanyalah metal murni, kasar, berat dan ugly. Soudntrack yang tepat untuk imej yang cocok. Bila band metal jaman sekarang seperti Hatebreed cocok mengiringi tentara Amerika dalam perang Irak, High on Fire akan cocok untuk mengiringi para prajurit viking ketika membantai musuh seribu tahun lalu. Dari sisi musik, metal ala Hig on Fire bisa dipastikan akan membuat ‘ayah’ mereka di Venom dan Black Sabbath bangga setengah mati. Berbicara album ini, masih sama seperti berbicara mengenai album awal mereka, kata kunci adalah ‘purba,’ contohnya ketukan tribal drummer Des Kensel menderu berbalut liukan bas George Rice dengan kompak menopang pertunjukkan sound gitar berat Matt Pike di lagu-la... Read Full Post..

One Man Revolution

Pakar protes masih tetap marah tapi lebih jelas terdengar. Etika kerah biru yang kerap dilakukan Tom Morello kini memasuki bentuk musikal baru. Tak ada geraman-geraman amarah berteriak seperti yang dilakukan Zack de la Rocha di Rage Against The Machine. Hilang pula liukan blues Chris Cornell dalam Audioslave. Mengambil pengaruh dari karya awal Dylan dan Springsteen, Tom Morello menjelma menjadi seorang penyanyi folk hanya bersenjatakan hanya sebuah gitar akustik. Hampir semua lagu dalam One Man Revolution seperti “California’s Dark,” ataupun “Let Freedom Ring” terdengar seperti the lost soundtrack untuk film-film buatan Tarantino. Misterius, dingin, namun bercerita tentang pemberontakan maupun ketertindasan kaum lemah. Di album ini Tom Morello bercerita dari berbagai angle, sudut pandang antagonis maupun protagonis semua dilalapnya, untuk menunjukkan bahwa kemanusiaannya punya berbagai sisi. “The Road I Must Travel,” merupakan salah satu lagu paling menarik di album ini, memasukkan... Read Full Post..

S/T

(Seperti yang tertulis di RSI) Mempersembahkan debut cerdas band pop yang merobohkan stagnasi musik pop lokal Oleh Ricky Siahaan Trio pop Efek Rumah Kaca selalu ingin menyampaikan sesuatu. Contoh kecil adalah T-shirt berbau politis yang mereka kenakan kerap mewakili paradigma mereka yang menuntuk keadilan. Contoh besar adalah dari debut album self titled yang baru saja mereka rilis. Semua 12 buah komposisi yang mereka rekam, berhasil total menyampaikan pesan cerdas yang mereka berusaha suarakan. Satu, secara musikal mereka menunjukkan kepercayaan diri tinggi dengan alunan pop/post rock yang gloomy namun entah mengapa melunturkan pretensi-pretensi tak penting yang kerap disuarakan banyak band dengan genre sejenis. Tak ada efek suara macam-macam, hanya ada petikan gitar, bas, dan drum memainkan beat sederhana namun sangat kena. Bayangkan influens Jeff Buckley, yang digabungkan dengan keanggunan Smashing Pumpkins, Radiohead, Travis, dan semua itu dibungkus dengan pesona magi... Read Full Post..

Seringai Serigala Militia Album Release Party

High Octane Production Presents SERINGAI Serigala Militia Album Release Party Saturday, 8 September 2007 @Viky Sianipar Music Centre. Jln Minangkabau Timur No 43, Jakarta Selatan. Phone 021-8297777 From 7.00 PM – 10.00 PM Cool other acts rocking the stage: ADRIAN ADIOETOMO DEAD VERTICAL GHAUST THE AUTHENTICS The first 100 ticket buyers at venue will get one cool Seringai ‘skeleton bandana’ for free! Seringai’s Serigala Militia CDs and shitload of merchandise will also be made available, so prepare extra cash folks. We will see you wolves at the pit! This rock event is supported by: Trax FM, Sonora FM, and Rolling Stone Magazine. Read Full Post..

Ricky

Visit Ricky's Blog

Ricardo Bisuk Juara Siahaan is guitarist for both the Jakarta stoners Seringai, and the HC Stepforward. He is also the Senior Editor at Rolling Stones Indonesia.