Jum’at [10/10] kemarin, saya bertemu Remy Sylado.Ini pertemuan kelima kami. Yang pertama, 9 Februari 2004 untuk kepentingan skripsi. Yang kedua, masih di tahun yang sama, dalam rangka pemutaran film dokumenter tentang majalah Aktuil. Yang ketiga, waktu memotret dia untuk kepentingan feature di majalah saya sebelum ini. Yang keempat, waktu meminta dia menulis untuk majalah saya yang sekarang.
Edisi Nopember ini, kami mengangkat tema Immortals. Ada 25 musisi paling berpengaruh di Indonesia yang akan diangkat di majalah. Masing-masing musisi, akan ditulis oleh satu musisi juga. Nah, di antaranya Bing Slamet, yang akan ditulis oleh Remy Sylado alias Yapi Tambayong. Dia tak hanya musisi, tapi juga penulis. Makanya, kami pikir sosok dia akan cocok untuk menulis Bing Slamet yang notabene eranya jauh di belakang.
Singkat kata, Sylado sepakat untuk menulis soal Bing Slamet. Di pertemuan keempat itu, saya sudah menjelaskan tulisannya seperti apa; hanya satu halaman, isinya cerita tentang si imm... Read Full Post..





