

Akhirnya, saya memberanikan diri menuliskan bagian buruk dari perjalanan liburan delapan hari saya kemarin ke Thailand. Sebelum menulis cerita bagusnya, lebih baik menulis dulu cerita buruknya. Biar pahit dirasakan duluan, baru dihibur dengan manis. Lebih enak rasanya.
Saya dan dua orang teman perjalanan saya kehilangan uang dan satu buah kamera. Ketiganya kehilangan uang dan Silva kehilangan kameranya. Silva kehilangan kamera karena ia lupa mengambilnya. Bisa dimengerti. Dia ceroboh. Yang sulit dimengerti adalah uang.
Sebelum berspekulasi, saya adalah orang yang lumayan punya pengalaman berjalan-jalan sendiri sebelumnya. Saya selalu punya budget dalam bentuk cash dan membagi seluruh budget itu dalam beberapa kompartemen. Ada yang masuk di dompet saya, ada yang masuk di rombongan paspor saya, dan ada yang kategorinya selipan; dikeluarkan ketika benar-benar diperlukan. Intinya, ini bukan masalah kecerobohan sepenuhnya.
Cuma, pada akhirnya, memang a... Read Full Post..





