Bagaimana Jika Kita Tidak Memilih Gelap?


Namanya beranjak pergi
Tiada sempurna, seperti biasa
Hitam pekat, seperti biasa

Tapi, seiring waktu berjalan, Tuhan datang berkunjung
Mengetuk, tapi tidak terdengar

Kali kedua Ia berbisik
Bersenandung, mungkin:
“Hidupmu sudah tidak berlanjut lagi, Anakkuâ€
“Saatnya kau pergiâ€

Tidak perlu didengar, seperti biasa
Apa yang seharusnya dicintai?
Darah, air mata, atau hati yang disayat sembilu?

Tidak perlu didengar, seperti biasa
Semestinya ini pengharapan
Tapi ternyata pintu kematian

Aku takut padamu, Tuan Tuhan
Tapi, aku tidak mati karenaMu
Aku mati karena api di dadaku…

30 Januari 2005
Dibuat di ruang depan rumah.
Suicidal?

Saya sedang membongkar isi harddisk eksternal saya. Lalu, sampailah ke folder puisi-puisi lama. Gara-gara terlibat pembicaraan tentang masa lalu bersama seseorang, saya langsung membuka sejumlah file. Lalu menemukan puisi ini. Saya menulisnya dalam waktu yang sangat sebentar. Di ruang depan rumah saya. Kalau tidak salah, puisi ini kelar hanya dalam waktu lima belas menit. Kalau sekarang dip... Read Full Post..

Welcome to Planet Deathrockstar!

Comet Deathrockstar is a blog aggregation site for Indonesia's most awesome people behind the music scene, serving readers with tons of updates fresh from them.