Bagaimana Jika Kita Tidak Memilih Gelap?
Posted by 3 months agoNamanya beranjak pergi
Tiada sempurna, seperti biasa
Hitam pekat, seperti biasa
Tapi, seiring waktu berjalan, Tuhan datang berkunjung
Mengetuk, tapi tidak terdengar
Kali kedua Ia berbisik
Bersenandung, mungkin:
“Hidupmu sudah tidak berlanjut lagi, Anakkuâ€
“Saatnya kau pergiâ€
Tidak perlu didengar, seperti biasa
Apa yang seharusnya dicintai?
Darah, air mata, atau hati yang disayat sembilu?
Tidak perlu didengar, seperti biasa
Semestinya ini pengharapan
Tapi ternyata pintu kematian
Aku takut padamu, Tuan Tuhan
Tapi, aku tidak mati karenaMu
Aku mati karena api di dadaku…
30 Januari 2005
Dibuat di ruang depan rumah.
Suicidal?
Saya sedang membongkar isi harddisk eksternal saya. Lalu, sampailah ke folder puisi-puisi lama. Gara-gara terlibat pembicaraan tentang masa lalu bersama seseorang, saya langsung membuka sejumlah file. Lalu menemukan puisi ini. Saya menulisnya dalam waktu yang sangat sebentar. Di ruang depan rumah saya. Kalau tidak salah, puisi ini kelar hanya dalam waktu lima belas menit. Kalau sekarang dip... Read Full Post..





