Wall-E
Posted by 3 months ago
“I don’t want to survive, I want to live.”
Sebuah film, biasanya punya kalimat andalan. Kalimat itu, seringkali selalu diingat oleh mereka yang terkesan secara keseluruhan oleh film tersebut. Saya menuliskan kalimat paling berkesan dari Wall-E versi saya di bagian awal tulisan ini. Baca penjelasannya di bagian bawah tulisan ini.
Wall-E bukanlah sebuah film animasi yang kelasnya wahid –saya hanya bisa menilai outputnya saja, saya tidak mengerti teknis produksinya seperti apa—. Biasa saja menurut saya. Tapi, film ini punya semua hal yang menjadi resep andalan Hollywood untuk sebuah film animasi yang masuk kategori Box Office. Nilai moralnya sangat bagus, ada beberapa humor standar yang bisa dimengerti dengan mudah oleh anak-anak –yang menjadi target pasar utama film animasi—, dan ada kisah cinta klasik yang standar.
Di beberapa bagian, bahkan saya hampir tertidur kalau saja adik saya mengajak saya bicara di tengah film.
Yang paling hebat dari film ini adalah kisahnya. Kehidup... Read Full Post..





