Pada akhirnya, saya pergi. Sebuah pintu keluar sudah menunggu. Perjalanan panjang saya selesai. Ribuan hari berlalu, jutaan menit mampir dan meninggalkan banyak kesan, sekarang waktunya berkemas. Waktunya pulang ke rumah. Terima kasih atas kenangan panjang yang berhasil dirajut dengan kecepatan maksimal. Saya, sepertinya, menggoreskan bermodel-model memori di dalam kepala.
Saya pergi dari Bandung.
Saya menghabiskan tujuh tahun hidup saya di kota ini. Sejak berusia tujuh belas sampai menjelang dua puluh empat. Dari kategori remaja resah sampai laki-laki muda yang berusaha berdiri pada kakinya sendiri. Dari berat enam puluhan sampai sekarang delapan puluh limaan.
Sudah tentu sedih harus meninggalkan kota ini dan menanggalkan status sebagai penduduk. Bandung adalah rumah nomor dua saya. Jabodetabek –saya menyebutnya seperti ini karena aktivitas di tanah tempat saya berasal terbagi di tiga kota; Depok, Cibinong, dan Jakarta— adalah yang nomor satu.
Bandung juga ... Read Full Post..





