Ini komik ke empat dari Godam. Saya jadi penasaran sama Dr. Setan yang selalu mencari "host" yang bisa ditempati untuk berbuat kejahatan. Komik ini dari segi cerita cukup baik dibandingkan dengan Laba-Laba Merah Kontra Manusia Kadal, yang diawal ceritanya banyak menggunakan istilah yang sok-ilmiah yang tidak anda mengerti waktu anda SD dan terlihat lucu waktu anda membacanya lagi pada umur 30 tahun.
Sedangkan Wid NS selalu menyisipkan unsur humor dalam ceritanya; seperti ungkapan Hippies yang bisa terbang. Saya jadi membayangkan seperti apa Hippies yang ada di Jogja pada waktu itu yang menjadi inspirasi Wid NS, dan juga para pengawal "Tuan Pemimpin" bisa ngomong "Hopo Tumon" sewaktu Godam tidak mempan ditembak. Belum lagi penamaan tokoh yang terkesan main-main. Saya bukannya mau membanding-bandingkan Wid NS lebih bagus dari Kus Bram, atau Ganes TH penokohannya tetap terjaga. Saya cuma mau komik-komik saya yang dirombeng dulu dicetak ulang.
...Dan permainan umbulan ada lagi.
Sayangnya ... Read Full Post..





