Jebak
Â
Â
Hei!
Apa ceritamu kali ini?
Kita memilih lagi untuk terjebak berdua
Ya, kita terduduk di sini untuk membiarkan waktu berjalan tanpa menegur barang sebentar saja
Â
“Aku merindukan hujan turun,” katamu
Lalu kita membiarkan semuanya bergulir lagi
Â
“Aku membuat segala sesuatunya sederhana. Karena ia memang sederhana,” kataku
Lalu kita berkendara lagi
Â
Biarkan saja setiap detik punya artinya sendiri
Biarkan saja setiap sekat ruang di sekitar kita merekam setiap kata yang terlepas dari dalam kepala kita
Â
Bisa jadi kita sedang mengulang petualangan yang dipilih dengan segenap kesadaran
Dan adiksi mengintai
Tapi kita tidak menghindar
Â
Hei!
Aku memilih ada di sini
Kamu juga memilih untuk ada di sini
Â
Â
Oktober 1, 2007
Kepada: _________ ______
Rumah Bandung
Â
Â
*) Puisi pertama yang ditulis di rumah dalam beberapa bulan terakhir. Menyenangkan bisa menulis sesuatu lagi.
Read Full Post..




