Category Archives: Gigs

Gigs reports

pandai-besi-06-monik-abigail

Sound of Saturday feat: Pandai Besi & Tigapagi

Menyenangkan juga menyaksikan dua band yang bisa dibilang asoi dimalam Minggu tadi. Tigapagi datang dari Bandung membawa sederet bagian alat musik gesek dan gitar, lalu ada Pandai Besi yang memberanikan diri tampil tanpa Cholil yang sedang menimba ilmu di New York.

Tigapagi menunjukan perkembangan yang cukup berarti, terasa dari cara bernyanyi Sigit yang lebih solid. Hanya saja mungkin karena tidak sempat mengaransemen setlist malam itu, instrument-instrument yang ada kurang tertata dengan baik. Bukan karena mainnya jelek, tetapi karena semua instrument seperti berebut untuk selalu berbunyi. Hanya itu saya rasa yang membuat penampilan mereka jadi kurang gigit.

Namun sedikit banyak terbayar dengan duet mereka dengan Ade Paloh, Lalu duet dengan Paramita Sarasvati (Nadafiksi) memberi tendangan untuk beberapa bapak-bapak yang tampak tertidur. Suaranya bagus soalnya.

Oiya cover version NYC nya Interpol keren juga. Sayang saya tidak merekamnya, karena mereka bisa memberi karakter baru ke lagu tersebut.

Pandai Besi yang kali ini vokal utamanya dipegang oleh Monica Hapsari, berhasil menjawab keraguan banyak orang mengenai absennya Cholil. Lagu pembuka “Hujan Jangan Marah” semua keraguan mengenai absennya Cholil lansung terjawab dan hampir semua orang kagum dengan karakter suara dan kemampuan bernyanyi Monica Hapsari.

Lalu dilanjutkan dengan Melankolia, Insomnia, sebuah cover dari The Mamas and The Papas, kemudian favorit saya Desember untuk kemudian ditutup dengan Menjadi Indonesia. Setlist yang pas tidak kependekan dan tidak kepanjangan, saya pulang dengan hati bahagia karena musik Indonesia masih aman secara kualitas. :)


Ade Paloh lagi ngetes trompet

Ade Paloh lagi ngetes trompet

ade-paloh-hasief-deny-sakrie

at-america-01

tigapagi-01-band

tigapagi-02-band

tigapagi-03-sigit

tigapagi-04-sigit

tigapagi-05-feat-ade-paloh

pandai-besi-01-cholil-skype

pandai-besi-03-monik-

pandai-besi-05-atamerica

pandai-besi-06-monik-abigail

Penampilan asoi dari Pandai Besi

Penampilan asoi dari Pandai Besi

Monica Hapsari dan Abigail

Monica Hapsari dan Abigail

Paman Asra

Paman Asra

Danila. Lafa dan kawan

Danila. Lafa dan kawan

Cakhend dan kawan

Cakhend dan kawan

Tigapagi dan tim manajemen

Tigapagi dan tim manajemen

"Sini peluk dulu dong" - asra

“Sini peluk dulu dong” – asra

a-10-danilla

Demajors 14th Anniversary Party

a-01-puti-chitara-shunsuke

Ga berasa sudah 14 tahun Demajors mendistribusikan musik-musik independent, dan sampai sekarang saya bersyukur karena mereka masih bisa mendistribusikan musik-musik asoi di Indonesia.

Ini beberapa foto dari event tersebut, saya tidak sampai selesai berada disana karena maklum faktor umur membuat mudah masuk angin. Untungnya masih sempat melihat pemutaran video klip Superglad, Puti Chitara dengan musik pop nya yang semakin solid dan bersyukur bisa melihat Danilla dengan suaranya yang memang bagus.

Sayang tidak bisa melihat Monkey to Millionaire, mungkin dilain kesempatan.
a-04-udasjam-david-tarigan

a-07-danilla

a-07-puti-chitara

a-08-lemi

a-09-julius-congor

a-10-danilla

a-11-gilang-gombloh

a-12-dedidude-dethu

a-12-indra-7

a-13-benny-fya

a-14-danilla

a-15-acum

a-15-john-navid

a-16-anda

a-18-anda

a-18

a-02-buluk-superglad

superbad-03-the-porno

Superbad vol.57 photos

superbad-01-the-porno
Acara ini sudah mencapai vol.57 dan bisa dibilang sebagai seri gigs paling konsisten di Indonesia. Kali di daftar line up ada Tropical Thrust, The Porno dan Seaside, namun sayangnya saya tertinggal penampilan Tropical Thrust.

The Porno malam ini tampil intens dan seru dengan line up terbarunya setelah ditinggal vokalisnya. Terus terang sebelumnya rada gatel dengerin ke-curtis-curtisan band ini, tapi sekarang jadi lebih berasa karakternya yang lebih solid. Mantep.

Seaside malam ini juga keren sih maennya, saya pun membeli satu buah CD mereka buat cadangan kali-kali suatu waktu CD nya yang satu lagi rusak. Band dreampop ini bisa dibilang favorite terbaru saya discene indie Jakarta. asoi.

superbad-02-ameng superbad-02-sari-sartje superbad-03-the-porno superbad-04-jan-yudhis-vague superbad-05-reno-mela-rezanov superbad-06-seaside superbad-07-seaside superbad-08-xandega-udasjam superbad-10-scenery superbad-11-udasjam-sidha superbad-12-lemi superbad-13-teple-awing-dedidude superbad-20-ario-triputranto

DSC_4524

Showcase Summer in Vienna: Menikmati Keceriaan Bersama “Shallow Lagoon Holidays”

DSC_4524

Band indie pop asal Yogyakarta yang terbentuk pada tahun 2012, Summer in Vienna pada hari Sabtu, 1 Maret 2013 telah resmi meluncurkan album EP perdana mereka “Shallow Lagoon Holidays” dan ditandai dengan release party yang bertempat di K.E.R.S Light Meal and Juice Bar, Yogyakarta.

Dalam konferensi persnya, Summer in Vienna menjelaskan makna dari “Shallow Lagoon Holidays” yang mereka pilih sebagai judul album EP adalah suasana liburan di pinggir laguna yang dangkal, berbaring di pasir seharian atau bermain air tanpa takut tenggelam. Suatu hal yang menceritakan tentang keceriaan di alam bebas yang membuat kamu bisa lepas dari penatnya dunia luar. Dengan membawakan musik yang ceria layaknya band-band indie pop pada umumnya album ini berisikan 5 buah lagu diantaranya Lemonade and Orange Juice, Have a Nice Day, Vienna, Falling Leaves dan Marsmallow Cheeks yang mereka pilih sebagai single dari album ini.

Showcase dimulai sekitar pukul 19.30 dan dibuka oleh penampilan dari Answer Sheet. Meskipun sempat mengalami beberapa kali masalah teknis pada ukulele yang dimainkan oleh Wafiq Giotama yang juga pernah menjadi additional bassist di Summer in Vienna ini mampu mencairkan suasana dengan pembawaannya yang atraktif. Venue menjadi semakin sesak dan panas saat Lampukota memainkan set nya. Meskipun sudah cukup lama tidak tampil di panggung, Lampukota dapat menampilkan performa terbaiknya. Dengan membawakan beberapa cover song dari Ride dan Simon n Garfunkel , band indie pop yang terbentuk pada tahun 2009 ini berhasil memaksa para penonton untuk mengambil alih posisi vokal yang diisi oleh Buddy Prassetyo. Single perdana mereka Jangan Mati menjadi encore dari penampilan Lampukota malam hari itu. Showcase ditutup dengan penampilan dari Summer in Vienna. Dengan membawakan semua lagu yang ada di dalam EP mereka dengan sebuah lagu penutup yang berjudul Malas .

Showcase ini dapat dibilang berjalan dengan sukses, terbukti dengan terjual habisnya sekitar 50 keping CD EP “Shallow Lagoon Holidays”,  dan juga penonton yang datang tidak hanya dari skena musik indie pop saja, banyak musisi dan penikmat musik dari skena lain yang hadir antara lain dari Belkastrelka, Zoo bahkan cukup banyak seniman seni rupa  yang juga hadir. Hal ini membuktikan adanya jenjang batas pada skena musik dan kesenian di Yogyakarta yang selama ini masih dibicarakan oleh banyak pihak hanyalah isapan jempol belaka karena semua  penonton yang datang dapat cair menjadi satu dalam “suasana liburan di pinggir laguna yang dangkal”.