Gigs

Review: Weezer Concert – Jakarta

1 Comment 13 January 2013

Kalau saya saja yang baru mengenal Weezer sebelas tahun yang lalu begitu bahagia malam itu, entah seperti apa perasan mereka yang telah menggemari Weezer sejak album pertama.

Malam itu, 8 Januari 2013, bisa jadi adalah satu malam terbaik dalam hidup mereka.

Total jenderal, 21 lagu berisi deretan lagu terbaik Weezer, plus sepaket utuh Blue Album menjadi menu suguhan malam itu, yang tentu saja sangat mengenyangkan telinga. Dibuka dengan “If You’re Wondering (If I Want You To)” yang masih terhitung sebagai lagu baru, konser berlangsung dengan alur mundur bak mesin waktu dengan dimainkannya “Pork and Beans”, “Troublemaker”, “Perfect Situation”, “Beverly Hills”, hingga ke “Island in The Sun” yang sukses membuat venue Lapangan D Senayan malam itu mendadak beraroma surga.

Lepas rehat yang diisi oleh slide mengharukan berisi tumpukan foto-foto historis sejak awal berdirinya band ini, keempat personel Weezer kembali naik ke panggung. Tibalah saatnya bagi nomor-nomor dari Blue Album untuk mengudara, dengan urutan tepat seperti yang selama ini kita dengarkan di album tersebut.

Momen paling seru tentu saja jatuh saat “Buddy Holy” mengudara. Saat itu, histeria telah pecah dan penonton kontan berjingkrak lepas kendali sembari ber “ooh-wee-ooh” ria mengikuti setiap penggal nyanyian yang keluar dari mulut Rivers Cuomo. “Surf Wax America” dan “Say It Ain’t So” juga sukses menjadi pemancing koor masal, dimana penonton (yang mayoritas tampak telah menginjak usia pertengahan dua puluh tahun ke atas) bisa bernyanyi sekencang-kencangnya seolah tidak sadar bahwa esok masihlah hari kerja. Goddamn workers!

Saat bassline solid dari Scott Shriner mulai dimainkan sekaligus membuka “Only In Dreams”, saat itu pula saya segera tersadar bahwa konser akan segera berakhir. Dan dengan serangan gitar Brian Bell dan Rivers Cuomo yang saling bersenggama di akhir “Only in Dreams” yang begitu panjang dan sukses membuat telinga saya terbang, konser malam itu berakhir dengan sempurna.

Berbicara tentang hal spesial dari konser terebut, saya tak menyangka bahwa Rivers Cuomo yang tampak kikuk di balik kacamata tebalnya itu, ternyata begitu komunikatif di atas panggung. Beberapakali dia mengucapkan kata dalam bahasa Indonesia, serta mengakhirinya dengan kata “Sip!” yang lumayan mengocok perut. Bahkan dalam satu kesempatan, kalau saya tidak salah dengar, dia sempat meneriakkan kata “PAPUA!” di atas panggung. Bentuk dukungannya atas gerakan Free Papua, mungkin? Entahlah.

Di luar sistem ticketing dan manajemen antrean yang super buruk, konser Weezer malam itu tentu saja bak pelepas dahaga sekaligus surga dunia bagi para penggemar generasi 90an yang telah menantikan kedatangan band asal Amerika ini sejak dua dekade lalu. Buat saya sendiri, konser Weezer kemarin juga sekaligus menunjukkan bahwa Blue Album adalah salah satu contoh album dengan susunan lagu yang baik, dan bahkan tampil tanpa cela saat dimainkan sesuai urutan di atas panggung.

Tidak ada encore untuk malam itu. Tapi sebagian besar wajah yang saya temui selepas konser, tampak begitu cerah dan sumringah. Maklum, nabi musikal baru saja datang, dan mereka beruntung bisa menjadi saksi hidup kedatangannya.

Man, it’s not only in dreams.

Teks: Risyad Tabattala
Foto: Agung Hartamurti & Robby Wahyudi

Calendar, Gigs

A Tribute To My Bloody Valentine

No Comments 10 January 2013

February 14, 2013
7:00 pmto9:00 pm

Sebagai perkenalan bagi para penikmat musik yang belum tahu banyak tentang Valentine’s Day dan My Bloody Valentine dan skena yang mereka lahirkan. Untuk memberikan apresiasi terhadap karya musik mereka yang disajikan oleh beberapa penampil lintas genre. Sebagai peringatan hari Valentine bagi para pasangan yang sedang kasmaran untuk berkumpul bertukar pikiran tanpa bertukar pasangan sambil menikmati musik yang belum pernah mereka dengar.

“Happy My Bloody Valentine’s Day: a Tribute to My Bloody Valentine”, itulah nama pertunjukan yang akan diselenggarakan oleh DUDUK BERSAMA selaku pihak penyelenggara. Mencoba memperdengarkan lagu-lagu  dari My Bloody Valentine yang akan diaransemen sendiri oleh para penampil tanpa mengurangi ciri khas dari masing-masing penampil. My Bloody Valentine, yaitu sebuah band besar nan berpengaruh di industri musik dunia namun kurang dikenal di kota Malang ini. Maka acara ini juga bermaksud untuk memperkenalkan kepada para penikmat musik di kota Malang, bahwa pernah ada sebuah grup musik di mana mereka melahirkan sebuah album fenomenal yang mempengaruhi banyak musisi dunia sampai sekarang.

Hari  : Kamis, 14 Februari 2013 
Tempat : Gasebo UKM Universitas Negeri Malang
Jam : 19.00 – 22.00 WIB 

Calendar, Gigs

Mind Deer “Come Out of Nowhere” (Album Launching Party)

No Comments 10 January 2013

January 12, 2013
7:00 pmto10:00 pm

Bekerjasama dengan Paviliun Records, Mind Deer akan mengadakan semacam “hajatan” dalam rangka akan segera rilisnya edisi fisik dari Come Out Of Nowhere yang telah rilis secara digital pada tahun 2011 lalu. Dengan mengusung empat lagu dan dua lagu tambahan yang direkam secara live, Come Out Of Nowhere masih sadar akan kesederhanaan musik pop yang kami mainkan. Enam lagu yang akan terangkum adalah Blue Sky Blue, Humming Song, Before Dawn, Your Heart Isn’t Mine But I’m Fine, Seketika Hujan Di Rumah dan Berisik Musik.

Bertempat di Demajors, Jl. Gandaria 1 No. 57, hajatan kami ini akan diselenggarakan pada tanggal 12 Januari 2013 mulai jam 7 malam dengan mengundang teman-teman musisi lainnya seperti Don’t Bully Esna, A Pair of Us dan HoneybeaT. Mind Deer sendiri akan membawakan karya-karya dalam Come Out of Nowhere dan karya lainnya yang mungkin belum terdengar oleh khalayak.

 

Gigs, News

Grand Launching Warung Komunitas Metro Stylo

No Comments 07 January 2013

Pada hari Sabtu, 15 Desember 2012, sebuah tempat dan wadah untuk berbagai komunitas bernama Warung Komunitas (Warkom) Metro Stylo secara resmi dibuka, launching-nya sendiri diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan A Soundsations dan mengundang segelintir band-band muda berbakat dengan menu utama kolaborasi dari Sandy “PAS Band”, Abdee “Slank”, Yuke “Dewa19”, dan Ziyan “Zigas”.

Metro Stylo yang bertempat di Jl. Merpati Raya 89, Sawah Baru, Ciputat ini sendiri adalah satu-satunya tempat berkumpulnya komunitas di wilayah Tangerang Selatan. Dengan memberikan rangkaian fasilitas seperti, ragam kuliner dengan harga yang terjangkau, studio band, stage (main stage dan mini stage), consumer engagement, serta lapangan futsal. Sungguh wahana komplit untuk menikmati nongkrong-nongkrong bersama komunitas Anda, bukan?

Launchingnya sendiri terbilang cukup ramai, bukan hanya dihadiri oleh para komunitas musik saja, berbagai komunitas yang berada di kawasan Tangerang Selatan pun turut hadir dalam rangka menikmati ragam fasilitas yang ditawarkan oleh Metro Stylo.

Suasana bahkan kian meriah saat penampilan spesial, yakni kolaborasi antara Sandy “PAS Band” pada drum, Abdee “Slank” pada gitar, Yuke “Dewa 19” pada bass, dan Ziyan “Zigas” pada vokal. Nomor-nomor wahid yang dipopulerkan oleh band-band dari masing-masing musisi ini seperti Bang-Bang Tut dan Ku Tak Bisa milik Slank, Impresi dan Jengah milik PAS Band, Sahabat milik Zigas, Siti Nurbaya dan Kamulah Satu-Satunya, serta ditutup dengan lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals, yakni Bento.

Suasana terasa lebih hangat, dengan keintiman suasana di Metro Stylo. Para musisi-musisi ini pun kerap mengajak beberapa penonton untuk bernyanyi bersama di atas panggung.

Teks & Foto: Agung Hartamurti

Gigs

A Music Network: DIY TODAY (Day 1)

No Comments 31 December 2012

Acara yang digelar pada 27 Desember 2012 ini cukup mencuri perhatian anak muda di Yogyakarta,  tidak heran karena  ada 2 line up yang memiliki massa cukup besar di Yogyakarta, siapa lagi kalau bukan FSTVST dan Dubyouth. Selain mereka ada beberapa band lain yang memeriahkan event ini, yaitu Angina, Lazyroom dan Talking Coasty.

Selain pertunjukan musik,  ada coaching clinic yang membahas tentang music sharing, music networking, band publishing dan marketing dengan beberapa pembicara yang sudah cukup di kenal di kalangan musisi di Yogyakarta, yaitu Wok The Rock (Yes No Wave Music), Heru (Shaggydog), Metz(Dubyouth), Kikipea (Jurnalis Musik) dengan moderator nya Farid Stevy Asta.

Dengan tanpa ticketing jelas event ini mengundang massa yang sangat besar, namun dengan venue yang kapasitas nya sangat terbatas membuat saya sedikit tidak nyaman dengan para penonton yang membludak hingga ke jalan raya.  Satu sisi positif yang saya ambil dan jarang terjadi di Yogyakarta adalah sangat jarang sebuah event musik dibalut dengan coaching clinic, diskusi atau hal-hal yang berbau sharing seperti ini. Semoga kedepan nya penggiat gig di Yogyakarta lebih memikirkan hal-hal seperti ini, sehingga penonton yang datang bisa mendapatkan hal positif lain sepulang dari acara, tidak hanya puas untuk datang melihat band idola nya saja.

 

Photos: Randy Surya

Gigs, Reviews

Photos: A Music Network Gigs #13

No Comments 21 November 2012

Walaupun musim penghujan telah tiba, A Music Network tetap semangat menjalankan misinya untuk menampilkan band-band yang secara kualitas, bisa disandingkan dengan band-band internasional. Sebut saja yang bermain pada selasa malam (11/13/12) The Upstairs, L’alphalpha, Play-mates, Brightful Corolla, serta Ultra Enigma. Tentunya bersama MC kesayangan kita yaitu Jimi Multhazam dan Buluk (Superglad) bertugas mengatur alur AMNGIGS 13 kali ini.

Tirai proyektor dari panggung Pisa Kafe, Menteng akhirnya terangkat. Menandakan penampil pertama sudah siap dipanggung. Ultra Enigma dengan dandanan vokalisnya yang nyentrik menggunakan kacamata berwarna kontras, membawakan lagu pertama mereka berjudul “Morati”. Penampilan Tree Banted ( Bass. Vocal ), Miftah Husabri ( Keyboard. Vocal ), Abdur Rohim Latada ( Guitar, Vocal ), dan Bernadus Guntur ( Drum ) terlihat mendapat antusias sangat meriah. Dikarenakan membawa massa berasal dari kampus mereka sendiri. Tapi jika secara musikalitas, kelima pemuda ini masih perlu belajar mengkomposisi musik lebih dalam atau mengasup referensi-referensi musik lebih banyak lagi. Terdengar hampir setiap lagu dari “Morati” hingga “Anti Appeasement Policy” (yang menjadi single mereka dalam pembuatan video klip) singkronisasi ketukan drumnya serta ritme riff gitar mereka tak terarah, ditambah lagi intonasi vokal yang berteriak-teriak semerawutan. Namun, jika ada kuis cerdas cermat antar daerah tentang ilmu pengetahuan sejarah, bolehlah kita calonkan band ini sebagai perwakilan dari Jakarta.

Selanjutnya ada band rock and roll ugal-ugalan asal Bandung yaitu Brightful Corolla. Susah sekali mencari data diri band ini di sosial media. Mungkin kalau ingin mengetahui tentang mereka, bisa kalian dapatkan informasinya melalui email. Membuka penampilan dengan lagu “Midnight” yang mengandalkan feedback suara efek nan kotor. Mengingatkan kita kepada trio Aberdeen yang terkenal dengan single “Smells Like Teen Spirit”-nya, yaitu Nirvana. Atau bisa jadi, Nirvana merupakan indikasi utama mereka dalam bermusik. Apalagi saat mendengarkan “Pills”, teriakan sang bassist yang tak terkontrol dibalutan distorsi-distorsi gitar. Tingkat klimaks mereka saat mengumandangkan “Bright Sight”, menjadikan sang drummer yang terlihat lelah dari mimik wajahnya.

Disela-sela acara, terlihat Ricky Malau ikut serta menemani Buluk yang menggantikan Jimi untuk sementara waktu. Serta mengantarkan kita ke band ketiga yaitu Play-mates. Mengusung tema “Wild & Sexy”, Ragadipa (bass), Balum (gitar), Lalitya Laras (keyboard), dan Yudhistira (drum) hadir memukau seiring lengkingan suara Fara Zachman (vokal). Band funky rock asal Jakarta ini, memainkan beberapa lagu yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari juga kisah cinta dalam nuansa dewasa. Sebut saja yang mereka mainkan waktu itu “Wisata Amoral”, “Godaan”, “Kuda Besi”, “Saat Kau Kembali”, dan “Musik Pagi Televisi” dinyanyikan oleh karakter vokal yang mengingatkan kita kepada Melinda Susilarini atau yang lebih dikenal dengan nama Mel Shandy.

Dilanjut oleh band indie rock ibukota yaitu L’alphalpha. Hadir tanpa Citra Winitya (Synthesizer) karena urusan akademis diluar kota, yang menjadikan alasan signifikan kenapa ia tak berpartispiasi bersama L’alphalpha diatas panggung. Oleh semangat DIY-nya kelima pemuda ini tampil dengan latar panggung yang berbeda dari band sebelum-sebelumnya. Hanya bermodalkan lampu natal, mainan bayi, bendera bertuliskan inisial band mereka. Song list yang L’alphalpha mainkan lebih variatif, seperti lagu yang jarang saya dengarkan secara live “Reverie”, berhasil membuat suasana sendu beberapa menit. Purusha Irma (Biola), Byatriasa Ega (Vokal, Keyboard), Ildo Reynardian (Drum), Yudhistira Mahendra (Bass), dan sang vokalis yang memakai kaos Bloc Party, yaitu Herald Reynaldo, membawakan juga beberapa lagu dari “When We Awake, All Dreams are Gone” (menurut informasi album ini juga hadir dalam kemasan ekonomisnya). Dan menutup penampilannya dengan lagu “Clouds”.

Setelah perbincangan dan cerita-cerita lucu tentang masa lalunya bersama Buluk, akhirnya Jimi mempersiapkan diri untuk bergabung dengan The Upstairs yang baru saja mengeluarkan album baru bertajuk “Katalika”. Tatanan formasi mereka telah berubah dikarenakan personil yang dahulu sudah tak menempati posisinya. Maka ditunjuklah Pandu Fahtoni (Morfem) dan Khrisna Sukarya (Visco) mengisi kekosongan fondasi band tersebut. Petikan gitar Andre Idris saat memainkan “Rona Merah Tembaga” seperti memoribilia ketika para remaja-remaja ibukota bergairah untuk dansa resah sewaktu masa jayanya band ini. Dan terlihat para Modern Darling (sebutan fans untuk The Upstairs) sekarang menjadi berpenampilan necis dan memenuhi venue. Keloyalitasan Beni Adhiantoro kepada The Upstairs terlihat pada malam itu, dalam keadaan kurang enak badan tetap semangat menggebuk drumnya. Sesudah “Selamat Datang di Tubuh Kami” yang merupakan lagu terakhir, crowd pun merasa tak puas , dan akhirnya mereka menyanyikan lagu pamungkasnya yaitu “Matraman”. Terlihat pada malam itu walaupun suasana dingin, tetap bisa dihangatkan bersama keintiman AMN GIGS 13.

Photo by: Jennifer Bako

Gigs

Ketika Netlabel Di Indonesia Berkumpul Dalam Satu Ruang Yang Sama (Indonesian Netaudio Festival 1)

No Comments 20 November 2012

Event yang di helat oleh Indonesia Netaudio Union yang bertujuan sebagai sosialiasasi netlabel beserta netaudio kepada publik dan membangun komunitas netaudio di Indonesia untuk tahun pertama nya ini dihelat selama 2 hari di Yogyakarta, yaitu pada tanggal 16 dan 17 November 2012 berlangsung cukup sukses.

Peserta dari event ini antara lain adalah Yes No Wave Music (Yogyakarta), Inmyroom Records (Jakarta), Hujan! Rekords (Bogor), StoneAges Records (Depok), MindBlasting (Jember), Pati Rasa Records (Bantul), Tsefula / Tsefuelha Records (Jatinangor), Kanal 30 (Malang), EarAlert Records (Yogyakarta), Lemari Kota (Depok), Experia (Bandung), Death Tiwikrama (Australia), Megavoid (Malang), SoundRespect (Yogyakarta), Flynt Records (Bandung), Valetna Records (Semarang), Milisi Audiocopy (Surabaya).

Untuk acara di hari pertama yang bertajuk #INFLAB, yaitu 16 November 2012 dihelat di Kedai Kebun Forum (KKF) , Jl. Tirtodipuran No.3 Yogyakarta. Acara hari pertama ini dibagi menjadi beberapa sesi, antara lain #INFTALK yaitu diskusi bertemakan Berbagi Musik Sebagai Pemberdayaan Budaya dengan pembicara  Nuraini Juliastuti (KUNCI), Wok The Rock (Yes No Wave Music), Anggung KuyKay (Bottlesmokers) dan Ivan Lanin (Pakar hukum hak cipta, Creative Commons Indonesia). Setelah diskusi, audience dihadapkan dengan #INFWORK yaitu lokakarya pembuatan radio online bersama Hujan! Radio (Bogor) dan Pamityang2an (Yogyakarta). Acara hari pertama ditutup dengan #INFSCREEN yaitu pemutaran film dokumenter yang bertajuk PressPausePlay, sebuah film yang membahas tentang demokratisasi seni, film, musik, dan budaya.

Untuk hari terakhir yaitu 17 November 2012, acara dilangsungkan di Langgeng Art Foundation dengan tajuk #INFGIG1. Acara dimulai sekitar pukul 4 sore dengan line up seperti Serigala Jahanam, Terapi Urine, Creo Nova dan Sodadosa. Selepas jeda magrib, acara berlanjut dengan penampilan dari Dream Society, Sangkakala, Belkastrelka, Frau, Bottlesmoker dan Seek Six Sick yang menjadi penutup dari event malam itu di LAF Garden. Saya menggaris bawahi Frau dan Seek Six Sick malam itu, karena mereka sempat “vakum” untuk beberapa waktu lama nya dan malam itu semacam menjadi pertunjukan pertama mereka setelah masa rehat yang panjang.

#INFGIG1 berakhir, namun event ini tidak selesai sampai disini saja. Acara masih berlanjut di Oxen Free Jl. Sosrowijayan Yogyakarta. TerbujurKaku, Umaguma + Lintang dan Fyahman menjadi penutup yang manis di sesi penutup Indonesian Netaudio Festival 1 ini dengan tajuknya #INFGIG2: Mashup Attack. Ya, saatnya kita berpesta sampai pagi!

 Photos: Randy Surya & Komang Adhyatma

Text: Komang Adhyatma

events, Gigs, Reviews

[Photoset] Djakarta Artmosphere (Djaksphere) 2012

No Comments 20 November 2012

Perhelatan musik lintas generasi ini sukses membangunkan Benny Soebardja dari tidur lamanya bersanding dan satu panggung dengan kuartet asal kota Parahyangan yaitu The S.I.G.I.T. Serta Ermy Kulit yang senantiasa menemani Zeke Khaseli bersama mahluk-mahluk dari planet Salacca Zallacca. Selanjutnya, The Upstairs dan Andy Ayunir menghadirkan nuansa new wave era 80-an, dan juga ditambahnya Ikang Fauzi yang secara tiba-tiba ikut bergabung bersama mereka menyanyikan OST “Catatan Si Boy”. Acara pada malam itu ditutup dengan Shaggy Dog serta Bob Tutupoly yang berhasil membuat satu Balai Sarbini menyanyikan lagu “Widuri”.

Photo By: Robby Wahyudi

Gigs

Yang Sepi Tapi Menyenangkan: Djakarta Artmosphere 2012

No Comments 15 November 2012

“Nama saya Benny..dulu saya main musik juga seperti mereka..terimakasih sudah mengundang saya..semoga setelah ini tidak cuma orang Kanada yang kenal saya, Jakarta juga..”

Kira-kira seperti itulah kalimat yang muncul dari mulut Benny Soebardja di sela-sela penampilannya bersama The S.I.G.I.T. dalam gelaran Djakarta Artmosphere (Djaksphere) 2012, Sabtu, (10/11) lalu. Matanya sedikit berkaca-kaca, seolah sedang terharu menapaktilas jejak kejayaannya di masa lalu. Sejenak melupakan penyakit yang sedang diidapnya, penampilan Benny Soebardja malam itu seolah memiliki misi khusus untuk membuktikan bahwa rock adalah sebuah kata yang telah pekat mendarah-daging di jiwa anak muda di Indonesia, sejak dahulu kala….

Di luar pasangan The S.I.G.I.T. dan Benny Soebardja yang tampil sebagai pembuka, Djakarta Artmosphere (Djaksphere) 2012 turut menampilkan tiga pasangan penampil lintas generasi yang lain. Zeke Khaseli yang tampil sebagai performer kedua, datang dengan menggandeng Ermi Kullit sebagai mitra sepanggung. Buat saya, Zeke Khaseli adalah tipikal musisi yang penampilannya selalu dua kali lebih menarik untuk disaksikan ketimbang jika hanya disimak lewat versi rekamannya saja. Dan malam itu, lengkap dengan bantuan gerombolan penari bertopeng binatang (plus, ehm, Ladya Cherryl pada bas yang tampil begitu menggoda), sekali lagi Zeke Khaseli membenarkan dugaan saya tersebut. Puncak penampilan mereka? Mungkin saat Zeke Khaseli dengan sabar mengiringi Ermi Kullit yang dengan syahdu membawakan “Kasih” sembari mengajari penonton bagaimana caranya sebuah hubungan asmara dibangun dengan begitu mesra. Mmmuach.

Malam masih panjang dan Djaksphere 2012 belum usai.

Giliran The Upstairs naik ke pentas bersama seorang pria pirang yang mengenakan kostum serupa tracksuit jogging warna keperakan. Siapa dia? Lelaki yang sekilas terlihat bagai astronot yang sedang tersesat di gedung pusat kebugaran itu bernama Andy Ayunir. Nomor-nomor legendaris The Upstairs sukses dibawakan malam itu, mulai dari “Matraman”, “Disko Darurat”, “Antah Berantah”, hingga nomor-nomor baru macam “Sekelebat menghilang”, “Selamat Datang Di Tubuh Kami”, plus sebuah lagu (yang sepertinya) milik Andy Ayunir yang saya lupa entah apa judulnya. Bertanya soal kejutan? Dengan cerdas mereka menyisipkan sosok Ikang Fauzi merangsek ke atas panggung lalu membawakan nomor “Catatan Si Boy” yang enerjik itu.

Koor panjang (plus gelak tawa oleh aksi ‘asik’ Ikang Fauzi) seketika membanjir di venue Balai Sarbini. Good show!
Namun buat saya, momen puncak malam itu justru terjadi saat Shaggydog naik pentas. Tepat pagi sebelumnya, kawan saya Deva menyebut Shaggydogg sebagai salah satu band dengan penampilan matang di republik ini. Dan malam itu, momen perdana di mana saya akhirnya bisa menikmati aksi live Shaggydogg secara utuh, saya harus akui bahwa pendapat kawan saya memang benar adanya. Ibarat mobil, Shaggydogg adalah Cadillac Escalade yang melahap aspal jalanan dengan santai, bersahabat, namun tetap mantap sekaligus menebar kilau yang menyilapkan mata. Semua menjadi semakin berkesan saat Bob Tutupoli ikut nimbrung di panggung dan membawakan beberapa lagu termasuk “Widuri” yang malam itu dibawakan dengan sangat seksi. Ibarat seorang wanita, lagu “Widuri” yang dibawakan malam itu bak seorang gadis santun melayu yang mendadak liar dan ‘khilaf’ di lantai dansa.

Secara keseluruhan, Djaksphere 2012 hadir dengan manajemen waktu yang jauh lebih rapi ketimbang edisi tahun sebelumnya. Dengan line-up pengisi acara yang sebegini bergizi, satu-satunya pertanyaan yang muncul belakangan adalah apa yang terjadi hingga acara ini terhitung sepi dari segi jumlah penonton?

Lemah promosi, mungkin?

Teks : Risyad Tabattala
Foto : Agung Hartamurti // irockumentary.com

Gigs

#AMNGIGS13 photos

No Comments 14 November 2012

Beberapa foto karya Agung Hartamurti dari serial #AMNGIGS tadi malam. Sebuah malam yang menyenangkan dirayakan dengan musik-musik menarik dari Ultra Enigma yang enerjik dan berlirikan banyak info-info menarik seputar masalah internasional dan sepak bola, juga ada Brightful Corolla sebuah band rock dengan sentuhan kecuekan ala lo-fi, Play-mates yang memainkan musik rock ber-sensibilitas balada, L’alphalpha yang membawa rasa alam Islandia ke dalam Pisa Kafe dan ditutup dengan berdansa menyaksikan the Upstairs membawakan lagu-lagu baru.


by Agung Hartamurti

DRS Tumblr


  • Club 8s upcoming album “Above the City” to be released May 21st.

    Pre-order album on Amazon: www.smarturl.it/abovethecity
    Pre-order album on Itunes:smarturl.it/club8-above-itunes
    Pre-order from the Labrador shop: www.labrador.se/index148.html

    Contact: info@labrador.se


    05/14/13

  • How the responses of the metalheads on the biggest metal music festival Djarum Super Hammersonic 2013? Lets, visit this link http://youtu.be/6w3AOOM4vPw

    05/07/13

  • photo from Tumblr

    Harlan Boer di #acreate


    05/04/13

Facebook Fans

Recent Downloads

Downloads Page

© 2013 Deathrockstar.info. Powered by MemePix.

Daily Edition Theme by WooThemes - Premium WordPress Themes