Category Archives: events

record-store-day-indonesia-2014

Record Store Day Indonesia 2014 – Jakarta

Follow my blog with Bloglovin

record-store-day-indonesia-2014-03
Beberapa foto dari event Record Store Day Indonesia 2014 di Jakarta kemarin. Yang walaupun hujan deras tetapi tetap mampu menguras isi tabungan karena banyaknya rilisan-rilisan edisi khusus. Ini aja sudah nahan diri ga membeli dan melihat-melihat isi peti-peti plat yang bertebaran diacara tersebut saya sudah lumayan bangkrut. hehehe Continue reading

Ykha Amelz & Rukmunal Hakim

#NP : Visual Art Exhibition by Rukmunal Hakim & Ykha Amelz

Ykha Amelz & Rukmunal Hakim

Rukmunal Hakim dan Ykha Amelz, dua seniman muda ini memamerkan karya-karyanya yang terinspirasi dari beberapa musik yang mereka dengarkan. Mereka memilih beberapa lagu favoritnya dari musisi lokal untuk diinterpretasi ulang dalam bentuk karya seni rupa.  14 karya dari dua seniman muda ini dipamerkan di WAGA, Kemang, Jakarta Selatan,  sejak 12 Februari 2014.

Ykha Amelz & Rukmunal Hakim

Rukmunal Hakim menggunakan medium kayu yang dibentuk melingkar seperti piringan vinyl, menggantikan kanvas nya dengan menampilkan karakter khas ilustrasinya yang memadukan unsur manusia, tatto, tumbuhan dan binatang untuk menginterpretasi ulang list lagu favoritnya, seperti : Black Amplifier-The Sigit; Sans Tirte – WSATCC; Kosong – Pure Saturday; Empati Tamako – The Trees And The Wild; Membakar Jakarta – Seringai; Pulang – Float; Mata Berdebu – Sore.

Ykha Amelz & Rukmunal Hakim

Sedangkan Ykha Amelz, menggunakan medium kanvas dengan garis-garis halus goresan pensilnya membentuk beberapa karakter subjektifnya dalam menginterpretasi ulang list lagu favoritnya. Selain itu, setiap karya ilustrasi Amelz dibingkai berbeda. Hal ini bermaksud untuk memperkuat karakter masing-masing karya ilustrasinya terhadap interpretasinya pada list lagu favorit Amelz. Beberapa list lagunya yaitu: DIA-Maliq & D’Essentials; Desember-Efek Rumah Kaca; Isabella-CUTS; Perjalanan-Sarasvati; Juara Dunia (Sikat John!)-Sir Dandy; Your Love Is Like An Ocean-Jirapah; Castillo Del Arena-Rock n Roll Mafia.

 

Exhibition ini sebenarnya merupakan project yang diusung oleh Carlsberg Project. Arian13 selaku duta sekaligus kurator dalam event Carlsberg Project ini memilih dua seniman muda ini untuk mewujudkan gagasan menarik mereka dengan menggelar suatu exhibition. Pada pembukaan acara tersebut juga tersedia bir gratis dan Live DJ dari Hendra Rock n Roll Mafia yang merupakan suami Ykha Amelz sendiri.

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa tak hanya sebuah merk yang sukses menjadi legenda, melainkan sebuah ikon yang melansir berbagai inspirasi, melintasi dekade dan sukses menciptakan pop culture yang baru. Tak hanya sekedar otomotif, Vespa telah sukses melakukan transformasi menjadi bagian dari fashion, musik, film, hingga seni. Vespa telah menciptakan tema ‘Vespa Inspirational’ untuk menunjukkan bagaimana Vespa percaya pada inspirasi, menjadi merk inspirasional, dan ingin menginspirasi orang dari berbagai generasi dan industri. Dengan ini, Vespa membuktikan komitmennya dengan mempersembahkan ‘Vespa Inspirational People’ dari industri seni kreatif, khususnya dalam bidang fashion dan musik di panggung Jakarta Fashion Week 2014.

Kleting Titis Wigati, Harry Halim, dan Iskandar Widjaja adalah tiga sosok terpilih dari bidang fashion dan musik. Melalui Jakarta Fashion Week 2013, Vespa ingin berbagi indahnya kesuksesan serta inspirasi yang bisa diperoleh dari pencapaian ketiga pribadi ini. “Piaggio Group percaya pada pentingnya inspirasi. Kami yakin bahwa dengan keterbukaan hati serta kemauan untuk bekerja keras dalam membuat perubahan positif, maka akan berbuah kontribusi yang insporatif bagi orang lain,” ujar Marco Noto La Diega, Managing Director PT Piaggio Indonesia.

Kleting Titis Wigati adalah salah satu pencetus urban ready-to-wear melalui labelnya, KLÉ. Dedikasi dan cinta pada dunia fashion tercermin dalam berbagai pencapaiannya. Menjadi salah satu penerima ESMOD’s 2001 award untuk kategori pattern-making serta intreprestasi desain,  Hard Rock FM Jakarta Radio’s most inspiring people under 30-year-old tahun 2008, serta memenangkan Cleo’s Magazine & Femina Group’s Cleo Fashion Award kategori ”Young and Talented Designer” tahun 2009. Hal yang membedakan desain KLÉ adalah konsistensi dalam menciptakan koleksi berkarakter kuat, menampilkan potongan desain terkini yang melibatkan emosi. Pada intinya, KLÉ memiliki ciri khas berjiwa bebas dengan kepribadian dan kepercayaan diri yang memancarkan kemewahan. Musim ini, KLÉ menghadirkan 25 tampilan Spring Summer 2014 Collection, Insurgency.

Harry Halim adalah creative director dari Harry Halim Paris. Pria asal Pontianak ini telah berbulat tekad untuk mencurahkan jiwa pada dunia fesyen yang dicintainya sejak usia belia. Pada umur 21 tahun, ia memenangkan Best Asian Young Designer (2006) dan Best Singapore Fashion Designer (2006) setelah menyelesaikan pendidikan dari LaSalle, Singapore. Pada tahun 2008, ia memutuskan untuk bermukim di Paris dan memulai merintis label Harry Halim.

Perjuangan kerasnya berbuah hasil luar biasa. Setelah kerap melansir koleksi setiap musimnya pada setiap Paris Fashion Week, sejak 2010 ia tercatat sebagai fashion designer asli Indonesia pertama yang diterima oleh Fédération française de la couture, du prêt-à-porter des couturiers et des créateurs de mode untuk menggelar koleksi pada jadwal resmi Paris Fashion Week setiap musimnya, bersanding dengan desainer-desainer kenamaan dunia lainnya. Melalui karya-karya yang bernuansa modern, dark-beauty, romantis, dan sensual, tak peduli saints or sinners, ia selalu berhasil mewujudkan imajinasi penuh provokasi dalam visi glamor pada setiap karya. Musim kali ini, Harry Halim melansir Spring Summer 2014 Collection, Vena. Bahasa latin mengartikan Vena sebagai urat nadi, yaitu medium terpenting dalam melakukan distrusi aliran darah ke seluruh tubuh. Warna merah adalah palet utama untuk koleksi kali ini, meski tidak diterjemahkan secara harafiah pada setiap tampilannya.

Iskandar Widjaja adalah pemain biola dengan prestasi internasional dan berbasis di Berlin, Jerman. Ia telah fasih melakukan tur berkeliling 5 benua dan tergabung dalam orkestra kenamaan dunia dalam menggelar konser. Penampilan terakhirnya adalah sebagai sebagai pembuka APEC CEO Summit 2013 di Bali, tampil bersama Hong Kong Sinfionetta dan tampil khusus bersama Munich Philharmonic Orchestra. Penampilan recitalnya pada Munich Gasteig dan “Rheingau Musikfestival” juga menjadi kebanggaan tersendiri. Iskandar memenangkan LOTTO promotion prize dari “Rheingau Musikfestival” 2013, yang diberikan kepada pemain solo musik terbaik yang melambangkan generasi baru dunia musik klasik. Ia juga telah menerima program soloist bersama Orpheum Foundation,Switzerland, sebuah Orkestra paling bergengsi untuk perhelatan konser di waktu mendatang.

”Jakarta Fashion Week 2014 merupakan program yang menarik untuk menampilkan karya seni dan kreatifitas dari ketiga Vespa Inspirational People terpilih. Inspirasi adalah awal dari perjalanan untuk berkembang. Iskandar Widjaja, Kleting, dan Harry Halim adalahh tiga sosok muda luar biasa yang memiliki karakter kuat dan khas seperti yang dimiliki Vespa.  Selain itu, mereka memiliki semangat yang tinggi untuk meraih kesuksesan merupakan hal penting yang ingin Vespa sampaikan agar menginspirasi masyarakat luas,” ujar Pratiwi Halim, Marketing Director PT Piaggio Indonesia.

Sebagai merek yang telah melegenda, Vespa tak hanya memimpin pasar otomotif, tapi juga gaya hidup selaras budaya positif Vespa, antara lain dengan menghadirkan Vespa Inspirational People pada Jakarta Fashion Week 2014, Selasa kemarin.

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

Vespa Inspirational Jakarta Fashion Week 2014

rif-soundrenaline-2013

Soundrenaline 2013

Siang itu dengan tergesa saya menuju lapangan Maguwo untuk mengejar penampilan band-band pembuka yang merupakan band-band muda dengan masa depan menjanjikan. Mereka adalah Nok37 (hip-hop), Lazyroom (shoegaze/postrock), Answer Sheet (ukulele) dan Mookite (rock) tetapi apa daya delay nya pesawat dan kemacetan Jogjakarta yang menjadi-jadi membuat saya tiba disaat Koil sedang bersabda. Penampilan band-band pembuka hanya bisa saya rasakan dari sambutan teman-teman media yang menyatakan approval pada mereka.

Saya akhirnya memulai pengalaman di festival musik terbesar di Indonesia ini di panggung komunitas dengan Koil dan sekelompok anak muda yang mengerjakan mural menggunakan cat fosfor supaya bisa menyala dalam gelap nanti malam. Koil seperti biasa dan yang sudah-sudah selalu menarik untuk disaksikan dengan penutupan perusakan gitar yang memang selalu ditunggu-tunggu penonton jika mereka bermain difestival.

Sayangnya karena hanya berbekal iphone maka tidak bisa dapet foto yang prima, (nanti kita curi saja dari irockumentary foto-fotonya. :) )

Abis itu kalau tak salah ada Deadsquad, saya lupa siapa duluan atau bersamaankah mereka mainnya si Deadsquad sama Koil tapi yang jelas abis itu saya nongkrong di community booth eh ada Naif dipanggung yang ditengah. Btw panggungnya kali ini ada tiga dan besarnya hampir seimbang dan suara yang bertabrakan tidak terlalu terasa jadi bisa dibilang ini festival secara susunan cukup ideal. Tidak besar-besar banget venuenya jarak antar panggung masih masuk akal, jumlah panggung pas dan kalau lagi bosen nonton band bisa main-main di booth-booth engagement nya.

Ohiya, abis Koil itu sebenarnya the SIGIT

Setelah itu ada All Indonesian Rockers atau AIRS, saya sih kurang demen karena walaupun mereka bawain lagu dari band masing-masing tapi rasanya seperti band cafe all around yang diupgrade besar panggungnya aja, jadi cuma nonton sebentar pas vokalisnya jadi Kin dan mereka bawain lagu the Fly. Dulu waktu SMP sempet demen sih nih band soalnya rada-rada U2 gitu. Cuma abis itu lebih demen /rif yang lebih flamboyant gayanya, dan kali ini mereka membawa Ian Antono dan saya plus beberapa teman media jadi nonton /rif sambil teringat kalau /rif itu sebenarnya banyak mengingatkan pada flamboyantnya Motley Crue dan memang sebaiknya tetap flamboyant jangan terlalu kebawa arus zaman.

Setelah /rif saya beristirahat sebentar dan melewatkan beberapa band yang salah satunya saya sesalkan adalah Pas Band yang membawa drummer dari formasi awal mereka Richard Mutter, sewaktu saya tiba ke lokasi disitu pas sekali Pas Band selesai dan kru nya sedang beres-beres. Damn. Tetapi untungnya masih bisa menonton Shaggy Dog yang belum lama ini merekam rilisan di Lokananta dan sudah lama juga ngga nonton mereka. damn. Bagus memang band ini.

Setelah itu ada Dewa 19 yang kebetulan adalah edisi reuni dengan vokal Ari Lasso, kalau udah begini mau ga mau, suka ga suka pasti kebawa ikutan nyanyi deh lagu-lagu dialbum Pandawa Lima itu memang terlalu kuat untuk diabaikan. Ada beberapa lagu lagi dari album lain tapi saya ngga hafal itu dari album mana aja tetapi hampir semua lagu single Dewa 19 itu seperti dipaksakan untuk menempel pikiran maka suka ga suka atau mau ga mau pasti tau lagu mereka kalau kamu berada di Indonesia medio 1990-2000 dan paling tidak pernah keluar rumah atau menonton televisi.

Abis itu ada Slank dengan Kaka Slank tampil menggunakan setelan jas yang tampak segar dan enerjik membawakan lagu-lagu dalam jumlah banyak. Slankers dari seluruh penjuru Indonesia yang memadati bagian dalam stadion maupun diluar stadion tampak bergembira.

dan setelah Slank puluhan ribu orang itu pulang. :)

Tidak ada keluhan berarti kecuali orang security nya yang demen banget nepok-nepok pantat minta digaplok dan debu lapangan yang untungnya tidak terlalu banyak beterbangan. Sejak pengisi acaranya diisi lebih banyak band lokal; karakter festivalnya jadi lebih terasa, mungkin usulannya hanya jika memungkinkan ada kesempatan untuk band-band baru dari berbagai daerah untuk tampil (dengan seleksi tentunya).