Calendar

Interlude 7th. feat: Discus & Attilion

No Comments 14 October 2011

November 30, -0001 12:00 amtoJanuary 31, 2012 6:00 pm

Beyond Productions and Hard Rock Café Jakarta

Presents

Interlude #7
Discus

Sepertinya bukan hal yang berlebihan, bila kemunculan Discus via album pertamanya “1st” (1999),
merupakan salah satu momen penting bagi perkembangan musik Indonesia. Band yang terbentuk
atas gagasan dua sahabat, Iwan Hasan (gitar) dan Anto Praboe (klarinet, saxofon) pada tahun 1996
ini, seperti memberi angin segar sekaligus kontroversi. Kita ingat saat itu album pertama band yang namanya diambil dari jenis ikan hias tersebut, diklaim dengan banyak nama jenis/genre musik . Ada yang mengklaim fusion, jazz rock, ekperimental, rock alternatif, sampai istilah progresif. Semata karena dirilis oleh sebuah label yang biasa merilis album jazz, maka kebanyakan mengklaim Discus sebagai group jazz atau fusion. Nyatanya gegap gempita sambutan pada Discus justru banyak terjadi di luar negeri ini. Respon positif pasar Eropa dan Amerika mengangkat nama Discus di pentas musik internasional. Dan mereka lebih suka menyebut musik Discus sebagai progresif. Terbukti band berpersonel awal: Iwan Hasan, Anto Praboe, Fadhil Indra (keyboards, perkusi etnik), Kiki Caloh (bass), Hayunaji (drum), Eko Partitur (biola), Nonie (vokal, perkusi), dan Krisna Prameswara (keyboards) ini banyak diundang festival-festival musik progresif rock besar di luar negeri.
Sebut saja event besar dan bergengsi macam ProgDay dan BajaProg, pernah disambangi Discus.
Belum lagi lawatan berupa tur di Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, dan lain-lain. Tak heran bila Discus seringkali dinobatkan sebagai ‘band progresif asia terbaik’, atau bahkan album-albumnya langganan dianugerahi sebagai produk-produk terbaik di kelasnya. Ya tentu, semua apresiasi tersebut datang dari negara-negara di luar Indonesia.
Lalu balik lagi, jadi sebenarnya mana yang benar soal apa musik yang disajikan Discus selama ini? Apalagi ketika album kedua “Discus… tot Lich” (2004) dirilis, pengkategorian musik Discus makin tak jelas. Karena semua genre bisa Anda temukan di sana: rock, jazz, pop, klasik, progresif, bahkan grindcore melebur jadi sesuatu yang baru dan ciamik.
Coba kita cek pernyataan mereka sendiri di situs resmi juga Facebook band kreatif ini: “Tekad sejak awal adalah menciptakan musik yang tidak mengenal batas, melintasi sebanyak mungkin batas
pengkotakan genre musik dan menciptakan sebuah style yang original dengan influences yang luas dan berbeda-beda… “.
Yup, itulah yang sebenarnya dimaknai oleh Discus terhadap musiknya sendiri. Bahwa pelabelan
atau penamaan atas sebuah warna musik, dalam sejarahnya, bukan dari grup itu sendiri. Mereka (band/ musisi) semata bereksperimen, berkreasi, menjunjung orisinalitas, namun media lah yang memberi nama tersebut sebagai sebuah genre yang pada saat itu, saat grup juga warna musik tersebut muncul, merupakan sesuatu yang baru. Begitu juga Discus. Musik mereka sudah “beyond genres”

Jadi Vakum Formasi Discus terhitung stabil, hanya terjadi pergantian posisi vokal antara Nonie, kemudian Yuyun sejak album kedua dirilis. Di tengah kesibukan pribadi dan proyek musik tiap personelnya (Discus memang terdiri dari para musisi yang sebelumnya sudah dikenal aktif dalam industri musik lokal), Iwan Hasan cs tetap mampu kesolidan formasinya. Ini membuat kualitas mutu musikalitas Discus juga tetap terjaga.

Sampai akhirnya Discus kehilangan salah satu founding father-nya. Anto Praboe wafat Mei 2010, sebuah peristiwa yang tidak hanya membawa duka para personel Discus, tapi juga masayarakat musik
Indonesia. Praktis sejak ditinggal almarhum, Discus langsung kehilangan sebagian nyawanya. Band jawara ini lunglai dan vakum.
Puncaknya, motor grup yang juga gitaris dan vokalis grup, Iwan Hasan mengundurkan diri pula
tak lama setelah wafatnya almarhum Anto.Seperti tak ada harapan Discus akan bangkit kembali. Bahkan beberapa personel yang tersisa sempat menyatakan bahwa supergroup ini sudah bubar!
Tapi apakah memang sudah seperti itu kenyataannya? Kami menyatakan tidak! Uji resistensi Discus kembali membuktikannya. Ternyata Krisna Prameswara, Fadhil Indra, Hayunaji, Eko Partitur,
Yuyun, dan Kiki Caloh, tetap bertahan dan membangun kembali Discus yang sempat vakum tersebut. Mereka mendapat darah segar dengan masuknya Noldy, gitaris yang sudah cukup lama eksis asal
Malang, mengisi posisi yang ditinggalkan Iwan Hasan. Formasi baru inilah yang kemudian mengajak kerja bareng Beyond Productions untuk membuat konser pertama Discus setelah ditinggal Iwan Hasan dan Anto Praboe. Sebuah momen yang tak kalah pentingnya dengan sederet prestasi Discus sebelumnya.
Maka dilingkarilah Minggu, tanggal 23 Oktober 2011 sebagai momen bersejarah bagi musik
Indonesia, dengan muncul kembalinya Discus dalam sebuah showcase di Hard Rock Café Jakarta. Discus menjadi penampil dalam event regular bulanan hasil kerjasama Beyond Production dan Hard Rock Café bertajuk Interlude. Catat waktunya: 15.00 WIB atau 3pm/sore. Selain Discus gelaran Interlude ke 7 ini akan di buka oleh sebuah band progresif lain yang bernama ATTILLION.
Maka di Interlude #7 ini, Discus tak hanya tampil dengan formasi baru, beberapa musisi tamu,
lagu-lagu jawara mereka, dan bukan tak mungkin juga memperkenalkan lagu baru untuk album mendatang mereka. Sebuah gig istimewa? Ini momen “super spesial”! Wajib sifatnya untuk datang dan menikmati kembali kedigdayaan Discus plus komposisi-komposisi kreatifnya.
Datang dan nikmati!

Calendar

Jakarta Jam 2011 : We The Kings, Never Shout Never, I See Stars, New Found Glory, The Starting Line

No Comments 27 November 2010

February 22, 2011
February 23, 2011

JAKARTA JAM 2011
Day 1: We The Kings, Never Shout Never, I See Stars
Day 2: New Found Glory, The Starting Line
Tennis Indoor Senayan, 22&23 February 2011
Ticket starting Rp. 245.000 on sale Sunday, 28 November 2010
Click here for more info: bit.ly/BMTH-JakJam

All pre sale tickets available at:

1. Adrie Subono’s house (payment by cash): Jl. Taman metro alam Kav. PL 1, Pondok Indah
2. www.javamusikindo.com (payment by credit card)
3. www.jakartaconcerts.com (payment by bank transfer)

PAKET BRING ME THE HORIZON & JAKARTA JAM 2011

PAKET 3 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 3 hari)
Tribune : @ Rp. 225.000 / hari
Festival : @ Rp. 275.000 / hari

PAKET 2 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 2 hari)
Tribune : @ Rp. 275.000 / hari
Festival : @ Rp. 325.000 / hari

1 HARI (harga NORMAL)
Tribune : @ Rp. 325.000 / hari
Festival : @ Rp. 375.000 / hari

1 HARI (harga PRESALE)
Tribune : @ Rp. 250.000 / hari
Festival : @ Rp. 300.000 / hari

OTHER TICKET BOX

Tiket presale dan paket mulai dijual hari Minggu, 28 November 2010 jam 9.00 WIB
Tiket presale HANYA dijual di rumah Adrie Subono (tunai):
Jl. Taman Metro Alam Kav PL.1 Pondok Indah,
(Pos Polisi Pondok Indah belok kiri & belokan pertama ke kanan)

Calendar

The Eagles – Live in Singapore 2011 @ Singapore Indoor Stadium

1 Comment 06 December 2010

February 23, 2011
7:00 pm

23 February 2010
Singapore Indoor Stadium
Tickets $98-499 available from Sistic.
Promoter: Lushington Entertainments

Buy Online Tickets from Sistic

LUSHINGTON ENTERTAINMENTS are proud to announce legendary rock band, The Eagles on their Long Road Out of Eden World Tour. Fans no longer have to wait until hell freezes over as they will perform on 23 February 2011 at the Singapore Indoor Stadium.

The band – Glenn Frey, Don Henley, Joe Walsh and Timothy B. Schmit – will perform songs from their most recent No.1 album, Long Road Out of Eden, as well as classic hits such as Hotel California, Desperado, Take It Easy, The Best of My Love, Tequila Sunrise, Heartache Tonight and New Kid In Town. Fans will also be treated to solo hits from band members such as Boys Of Summer, Life In The Fast Lane and Dirty

The Eagles have sold more than 120 million albums worldwide, earning five #1 U.S. singles and six GRAMMY® Awards. Their Greatest Hits 1971-1975 is the best-selling album of all time, exceeding sales of 29 million units. The band’s Hotel California and Their Greatest Hits Volume 2 have sold more than 16 and 11 million albums respectively. The Eagles were inducted into the Rock & Roll Hall of Fame in 1998.

Eagles last performed in Singapore in 2004, also presented by Lushington Entertainments. This is part of a series of concerts marking the 20th Anniversary of Lushington Entertainments.


DRS Tumblr


  • Club 8s upcoming album “Above the City” to be released May 21st.

    Pre-order album on Amazon: www.smarturl.it/abovethecity
    Pre-order album on Itunes:smarturl.it/club8-above-itunes
    Pre-order from the Labrador shop: www.labrador.se/index148.html

    Contact: info@labrador.se


    05/14/13

  • How the responses of the metalheads on the biggest metal music festival Djarum Super Hammersonic 2013? Lets, visit this link http://youtu.be/6w3AOOM4vPw

    05/07/13

  • photo from Tumblr

    Harlan Boer di #acreate


    05/04/13

Facebook Fans

Recent Downloads

Downloads Page

© 2013 Deathrockstar.info. Powered by MemePix.

Daily Edition Theme by WooThemes - Premium WordPress Themes