Monthly Archive for March, 2008

(photos) LA Light Jam Revolutions

LA Light Jam Revolution adalah acara peluncuran album kompilasi LA Light Indiefest 2007 sekaligus pembukaan rangkaian acara LA Light Indiefest 2008. Acara ini berkonsep Jamming yang membuat kolaborasi antar band.

Acara ini berlansung di Sabuga, pada tanggal 16 Maret 2008. Dengan pengisi acara dari para pengisi album kompilasi tersebut, dan bintang tamu antara lain Goodnight Electric, Mocca, Alone At Last, Pure Saturday dan Koil.

Acara yang dapat dibilang sukses ini semoga dapat menjadi trigger bagi komunitas independent untuk terus berkembang.

foto oleh panitia

306-dsc_0160 320-dsc_0072 35-dsc_0955 360-dsc_0079 364-dsc_0465 37-dsc_0859 414-dsc_0172 435-dsc_0057 57-dsc_0157572-dsc_0593 594-dsc_0774 616-dsc_0900 721-dsc_0080 724-dsc_0420 742-dsc_0309 806-dsc_0626 825-dsc_0756 852-dsc_0359 894-dsc_0545 994-dsc_0621

Diskusi Musik Film & Konser Soundtrack Film Nasional

March 30, 2008
4:00 pm

Diskusi Musik Film & Konser Soundtrack Film Nasional

Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat
Minggu, 30 Maret 2008
mulai jam 16.00

Diskusi mengenai musik dalam film dan diteruskan dengan mini konser

Menampilkan :

Float
Zeke and the Popo
White Shoes and the Couples Company

Dari Masa ke Masa: Gita Cinta Film Indonesia

March 29, 2008 4:00 pmtoMarch 30, 2008 4:00 pm

RILIS PERS

Dari Masa ke Masa: Gita Cinta Film Indonesia

Tahukah anda bahwa setiap tanggal 30 Maret kita memperingati Hari Perfilman Nasional?
Tahukah anda bahwa kita mempunyai arsip perfilman pertama di Asia bernama Sinematek Indonesia?
Tahukah anda bahwa (ak.’sa.ra) Kemang bukan sekedar toko buku biasa saja?

Penasaran? Datang saja hari Sabtu dan Minggu ini, tanggal 29 dan 30 Maret 2008 ke Aksara Kemang!

Dalam rangka memperingati Hari Perfilman Nasional, (ak.’sa.ra) Kemang bekerja sama dengan Jakarta International Film Festival (JiFFest) dan didukung oleh Sinematek, menggelar acara yang lain daripada yang lain, yaitu pemutaran film-film cinta! Dengan tajuk “Dari Masa ke Masa: Gita Cinta Film Indonesia”, Anda bisa mengenang kembali kejayaan Rano Karno dan Yessy Gusman di awal 80-an. Atau anda termasuk penggemar Onky Alexander yang dulu dikenal dengan julukan “Mas Boy”? Dan juga Paramitha Rusady semasa menjadi idola remaja? Dan buat Anda yang penasaran kenapa Nicholas Saputra dan Dian Sastro bisa menjadi pujaan anak muda sekarang, temukan jawabannya weekend ini!

“Acara ini memang kita buat untuk membawa anak muda melihat kembali kejayaan film Indonesia,” demikian kata Penny Purnawaty, Marketing Manager (ak.’sa.ra).
“Tentu saja, tema yang paling pas untuk anak muda dari dulu sampai sekarang adalah tema cinta, karena, love travels through time, love survives, dan kapan pun, cinta itu tetap terasa indah!”

Dibantu oleh JiFFest, ajang tahunan bergengsi yang selama tiga tahun terakhir ini telah menjadi festival film internasional terbesar di Asia Tenggara, terpilihlah tiga pasang ‘ikon’ dari setiap dekade generasi dan dua film dari masing-masing generasi tersebut. Mereka adalah:

Generasi 80-an: Yessy Gusman dan Rano Karno
Generasi 90-an: Paramitha Rusady dan Ongky Alexander
Generasi masa kini: Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra

Dan film-film mereka yang akan diputar adalah:

Gita Cinta dari SMA (1979, 109 menit)
Film yang melambungkan nama Yessy Gusman dan Rano Karno ini sempat menjadi film ‘wajib tonton’ bagi anak-anak muda di masa itu. Sampai sekarang pun, nama kedua karakter mereka, Galih dan Ratna, masih membawa kenangan manis bagi mereka yang berulang kali menyaksikan film ini, baik di layar lebar maupun televisi. Simak kisah cinta mereka hari Sabtu, tanggal 29 Maret, jam 13.00 WIB.

Catatan si Boy (1987, 92 menit)
“Siapa tak kenal dia / Boy anak orang kaya …” Siapa tak kenal lagu ini di tahun 80-an? Berkat lagu dan film fenomenal ini, nama Onky Alexander dan karakter mas Boy melambung tinggi menjadi panutan gaya hidup anak muda Jakarta. Keren, pintar, baik hati, taat beribadah dan tidak sombong, siapa yang tidak mau seperti Boy? Film ini diputar hari Sabtu, tanggal 29 Maret, jam 16.00 WIB.

Ada Apa Dengan Cinta? (2001, 110 menit)
Inilah awal kebangkitan film Indonesia! Gaya ceria Dian Sastro dan kawan-kawan bertemu dengan gaya kalem dan cool khas Nicholas Saputra, yang lantas membuat jutaan penonton film Indonesia terkesima! Temukan kembali kisah Rangga dan Cinta pada hari Sabtu, tanggal 29 Maret, jam 19.00 WIB.

Puspa Indah Taman Hati (1980)
Rupanya kesuksesan “Gita Cinta dari SMA” berhasil membuat penonton menunggu kelanjutan kisah Galih dan Ratna, hingga lahirlah kelanjutan romansa mereka. Lagu-lagu legendaris (almarhum) Chrisye menghiasi film ini dengan indahnya. Tidak percaya? Saksikan saja pada hari Minggu, tanggal 30 Maret, jam 13.00 WIB.

Cinta Anak Jaman (1988, 97 menit)
Paramitha Rusady! Donny Damara! Didi Petet! Ira Wibowo! Nama-nama yang menjadi jaminan mutu film remaja pada paruh kedua dekade 80-an ini hadir sekaligus dalam sebuah komedi unik. Saksikan tingkah polah mereka pada hari Minggu, 30 Maret, jam 16.00 WIB.

3 Hari Untuk Selamanya (2007, 112 menit)
Kalau sampai ada film remaja yang bisa menjadi Film Terbaik JiFFest 2007, pastinya film ini punya sesuatu yang lain daripada yang lain bukan? Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti bermain lepas layaknya anak muda sekarang, dan cerita unik mereka memang layak dikenang untuk selamanya. Jalan bareng mereka hari Minggu, 30 Maret, jam 19.00 WIB.

Seluruh film-film ini merupakan koleksi Sinematek Indonesia, lembaga arsip perfilman Indonesia, yang ternyata merupakan institusi arsip film pertama di Asia Timur saat didirikan tahun 1975. Jadi, dengan menonton acara ini, Anda telah merayakan Hari Film Nasional, mendukung keberadaan Sinematek Indonesia, sekaligus menunjukkan loyalitas anda terhadap JiFFest dan (ak.’sa.ra) kafe Kemang! Sekaligus merayakan kembali kisah cinta yang Anda nikmati, tentunya.

Seluruh pemutaran film bertempat di (ak.’sa.ra) kafe Kemang, gratis dan terbuka untuk umum*. (HANYA UNTUK YANG BERUSIA DI ATAS 17 TAHUN)

*tempat terbatas

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi (ak.’sa.ra) kafe Kemang di 021-7199288 atau JiFFest di 021-31925115.

Jadwal pemutaran film:

29 Maret 2008

Film: Gita Cinta dari SMA (1979, 109 menit)
Pemain: Rano Karno, Yessy Gusman, Arie Kusmiran, Yatti Surachman, Ade Irawan, Dony Sukma, Pong Hardjatmo.
Waktu Pemutaran: 13:00 WIB

Film: Catatan Si Boy 1 (1987, 92 menit)
Pemain: Onky Alexander, Meriam Bellina, Btari Karlinda, Dede Yusuf, Ayu Azhari, Leroy Osmani, Didi Petet.
Waktu pemutaran: 16:00 WIB

Film: Ada Apa Dengan Cinta? (2001, 110 menit)
Pemain: Dian Sastro, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Sissy Priscillia, Ladya Cheryl, Adinia Wirasti, Dennis Adhiswara.
Waktu Pemutaran: 19:00 WIB

30 Maret 2008

Film: Puspa Indah Taman Hati (1980)
Pemain: Rano Karno, Yessy Gusman, Iis Sugianto, Dewi Irawan, Sukarno M. Noor, Marlia Hardi, Chrisye.
Waktu Pemutaran: 13:00 WIB

Film: Cinta Anak Zaman (1988, 97 menit)
Pemain: Paramitha Rusady, Donny Damara, Ira Wibowo, Didi Petet, Sylvana Herman, Karina Suwandi, Tio Pakusadewo
Waktu Pemutaran: 16:00 WIB

Film: 3 Hari Untuk Selamanya (2007, 112 menit)
Pemain: Nicholas Saputra, Adinia Wirasti, Tarzan, Tuti Kirana, Ringgo Agus Rahman.
Waktu Pemutaran: 19:00 WIB

Tiger Tiger! - Roaring Indie pop from Italy

tigertiger.jpg

Tiger Tiger! came rom Italy with a twist of indie pop but with a more provocative lyrics. Listen to their tunes and read more about them in the interview.

Hello, how are you?
Hello we are fine, we are listening to Boemian Rapsodhy (Queen), counting the number of the voices on it…incredible…

tigertiger2.jpgmind to share us story about the indiepop scene in Italy?
In Italy there are a lot of indiepop bands,we don’t know exactly the story, but there is a good stuff man!

why the name Tiger Tiger! ?
In our past lives we were tigers and during this life we had good experience with tigers infact they recognize us by our savana smell. And obviously we love tigers both withe and yellow!

tell us more about your 11 pm release.
F: 11pm it’s our first release and it’s an LP, born almost entirely during the recording sessions between last september and february 2008. Luckily our friend Adriano believed in our music and gave us the opportunity to use his studio without any pressure.Now he play bass during our gigs!
During these months we had many collaborations with some friends: Scaglia (My awesome mixtape) played trumpet , Giamma played clarinet, Cisco (sunday morning) played drums and Matteo (disco drive) helped us in many different ways!

what’s top five songs on your current playlist?

Federico :
The Dodos - Fools
Grizzly Bear - On a neck, on a spit
Patrick Watson - Luscious life
The Zombies - Summertime
Tyrannosaurus Rex - Graceful fat Sheba

Margot:
Televison - I see no evil
Yo la tengo - season of the shark
Wilco - spiders
Velvet Underground - new age
Beatles - this boy

any other underrated band you can share to our readers? tell us little bit about them.
our italian friends The calorifer is very hot are really cool, they are a duo that plays very genuine music

last words?
I can see by your eyes you’re a good man!

www.myspace.com/TIGERONTIGER
www.myhoney.it/

 
icon for podpress  Tiger Tiger! - Premarin: Play Now | Play in Popup | Download

(Video) Zeke and the Popo - Menu

Sebuah video untuk single terbaru Zeke and the Popo karya Anggun Priambodo.

artist: ZATPP
title: Menu
director: Anggun Priambodo
album: Space in the Headlines
year: 2008

www.zatpp.com
myspace.com/zatpp
www.blackmorserecords.com
www.myspace.com/blackmorse

baca interview mereka

 
icon for podpress  ZATPP - History of Frequency: Play Now | Play in Popup | Download

The S.I.G.I.T. Batal ke Amerika

the-sigit.jpgSedih sekali rasanya saat mendengar The S.I.G.I.T, batal tur ke Amerika Serikat. Kamu pasti ingin tahu alasan-alasan yang membuat mereka batal pergi, berikut ini adalah press release resmi yang dikeluarkan oleh pihak FFWDRecords selaku label yang menaungi mereka.

download single The Party

The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T.) batal menjalankan tur ke Amerika Serikat untuk memainkan pertunjukan mereka di Festival SXSW di Austin, Texas dan sejumlah pertunjukan tambahan di sana.

Berbagai daya upaya sudah dilakukan secara maksimal.

FFWD Records dan The S.I.G.I.T. mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu kami secara moral dan materil untuk mewujudkan tur ini. Apapun hasilnya, terima kasih banyak sudah membuat kami punya alasan untuk berjuang sekuat tenaga kemarin.

Di bawah ini adalah surat terbuka yang ditulis oleh Rektivianto Yoewono, vokalis The S.I.G.I.T.

For a better future!

Cheers,
FFWD Records

===========

Kepada Kawan-kawan sekalian,

Kami dari The S.I.G.I.T. dengan sangat menyesal memberitahukan bahwa kepergian kami ke Austin, Texas dalam rangka melakukan pertunjukkan musikal di Festival SXSW tidak terlaksana.

Kami sadar hal ini akan menimbulkan kekecewaan maupun skeptisme pada kawan-kawan. Batalnya kepergian kami bukannya tidak beralasan. Justru banyak faktor penghambat yang membuat usaha dan akerja keras kami hampir tidak mempan. Maka dari itu kami merasa berkewajiban menberi penjelasan, mengingat begitu banyak dan tulusnya bantuan serta doa-doa dari kawan-kawan sekalian selama mempersiapkan rencana kepergian kami tersebut.

Keterbatasan dana
SXSW merupakan festival non-komersil yang memberikan kesempatan bagi band-band baru maupun lama untuk mendapatkan promosi dan coverage kepada pelaku industri musik dunia seperti label, media dan promotr. Oleh karenanya semua akomodasi dan transportasi akan ditanggung oleh peserta Festival (sebagai kompensasi peserta berhak mendapatkan semacam freepass yang bisa dipakai untuk memasuki seluruh arena festival). Hal tersebut mambuat kami harus menanggung biaya sekurang-kurangnya Rp. 150 Juta. Tentu saja uang sebanyak itu tidak kecil bagi band seperti kami.

Urus-mengurus Visa
Semua peserta festival SXSW harus mendapatkan visa kerja supaya secara sah dapat tampil di wilayah Amerika Serikat. Tentu saja membuat visa kerja lebih sulit dan lebih mahal dari pada membuat visa turis. Selain itu juga membutuhkan waktu yang lama. Kedutaan Amerika menyarankan pemohon visa kerja untuk mendaftar 3 bulan sebelum keberangkatan ke Amerika. Artinya mulai bulan Januari kami sudah harus pergi ke Kedutaan Amerika di Jakarta untuk mendaftarkan diri. Sedangkan SXSW baru mengumumkan undangan bagi band-band pada bulan November. Dengan kata lain, 2 bulan sebelum ke kedutaan Amerika, kami sudah harus mempersiapkan dana pembuatan visa kerja Amerika yang memakan biaya sekitar Rp 20 juta.

Sebelum dapat mendaftarkan diri untuk permohonan visa di Kedutaan Amerika, Jakarta, kami terlebih dahulu harus mengurus permohonan visa kerja ke kantor pusat imigrasi di Washington DC. Proses ini juga akan memakan waktu sekitar 2-3 bulan. Dengan kata lain, pada bulan November (saat diumumkan bahwa kami diterima untuk tampil di SXSW) kami sudah harus mempersiapkan dana Rp 20 Juta untuk mengurus permohonan izin kerja ke Washington, supaya pada bulan Januari kami bisa menerima izin dari kantor pusat imigrasi. Setalah itu barulah kami bisa melanjutkan permohonan visa kerja ke kedutaan Amerika di Jakarta.

Sayangnya, pada bulan November kami belum mendapatkan uang sebanyak itu. Baru pada akhir bulan Januari kami berhasilkan mengumpulkan dana atas bantuan penjualan merchandise dari Airplane System. Akhirnya kami mendapatkan surat izin dari kantor pusat imigrasi pada awal bulan Maret, sekitar tanggal 6 (yang kemudian sampai di tangan kami pada tanggal 10 karena harus dikirim lewat Fed Ex). Akhirnya kamipun bisa bertolak ke Jakarta untuk mendatangi kedutaan Amerika pada tanggal 11 Maret.

Tentu saja waktu yang kami punya pada saat itu tidak mencukupi untuk proses kepengurusan visa standar yang diterapkan oleh kantor kedutaan Amerika di Jakarta. Menurut mereka setidaknya dibutuhkan 1 bulan untuk mengurus visa kerja semacam ini.

Setelah bernegosiasi dengan konsulat, akhirnya mereka berjani akan mengusahakan visa dalam jangka waktu 1 minggu. Sayangnya lagi, jadwal tampil The SIGIT di SXSW adalah tanggal 13 dan 15. Otomatis kami tidak akan sempat untuk acara tersebut. Akhirnya kami mendapatkan visa pada tanggal 14, pukul 15.00. Tapi visa tidak lagi berguna karena perjalanan menuju Austin membutuhkan waktu 2 hari dan semua penerbangan menuju Austin sudah penuh. Walau kami berangkat pada tanggal 14 malam pun kami tidak akan sampai tepat pada waktu pertunjukkan dan festival SXSW akan sudah usai.

Hambatan lain yang kami rasakan adalah adanya jarak yang lumayan jauh dari Bandung menuju Jakarta, sehingga kami tidak mungkin sering-sering datang ke Kedutaan Amerika untuk mendapatkan informasi, selain melalui telepon dan e-mail. Pada kenyataannya pelayanan kantor kedutaan Amerika melalui e-mail maupun telepon sangat tidak ramah dan tidak informatif.

Saat ini kami dengan perasaan sangat mengenas memandangi pasor yang sudah tertempel visa kerja Amerika Serikat yang hanya berlaku dari tanggal 14 sampai dengan 25 Maret.

Namun di sisi lain ada berita menyenangkan karena kawan kami dari WHite Shoes and the Couples Company berhasil menyelesaikan perjalanan menuju SXSW, walaupun gitaris mereka Saleh Bin Husein tidak dapat ikut tampil di SXSW karena mengalami permasalahan yang sama dengan kami. walaupun demikian mereka berhasil memukai penonton lokal Austin dan mendapatkan banyak perhatian media Amerika.

Demikian cerita singkat dari kami, dengan harapan kawan-kawan semua dapat mengerti dan memaklumi keadaan ini. Harapan kami saat ini adalah kami dapat tampil di SXSW tahun depan. Oleh karena itu, fokus kami saat ini untuk menabung mulai hari ini juga, supaya persiapan tahun depan akan lebih mantap.

Selain itu, kami juga ingin berharap tahun-tahun mendatang akan banyak band-band dari kawan-kawan di Indonesia yang mengupayakan diri untuk tampil di SXSW atau festival-festival serupa lainnya.

Kami mohon doa dari kawan-kawan semua.

Salam Sejahtera selalu,
Rekti, Farri, Acil dan Adit.

DRS Blinks #02: We Are Pop V.04

DRS Blinks continues..
This time from We Are Pop Vol. 4

Erick BOTC - Merdi SweatersReniy - Uga tDSLeo ZAtPP - Adrian Adioetomo - Iman ZAtPPEric DRS - Opi - Marcel SCRyan DRS - Widi BlossomRecsZekeMonic BAT - Felix FFWD - Adit VampirBangkutamanMonik BAT - Satria BOTC - Keke TumbuanKiki Gomin - Andri LMS - Siska

LAUNCHING DEBUT ALBUM PARTY STEINOPHOBIC “BLACK RAMSTEIN”

March 30, 2008
1:00 pm

IDE GILA SHOPHOUSE 1st ANNIVERSARY PROUDLY PRESENTS

LAUNCHING DEBUT ALBUM PARTY STEINOPHOBIC “BLACK RAMSTEIN”

SUNDAY, MARCH 30th 2008
13.00 PM - 18.00 PM
At IDEGILA MUSICROOM
(JL. MERDEKA RAYA NO.125 BOGOR - WEST JAVA)

OPENING ACT:
- THE JAKA SEMBUNG
- DEADLY EYE CANDY
- ROVERSKIN
- THE POWER PUFF BOYS
- MIDDLE FINGER (SMI)
- IF I DIE TOMORROW (SMI)
- MISS UNIVERSE (JKT)
- NYMPHEA (BALI)

TICKET
PRESALE : 5000
ON THE SPOT : 8000

(Video) White Shoes and the Couples Company @ Make Out Room, San Fransisco

Beberapa video dari White Shoes and The Couples Company di Make Out Room, San Fransisco.
Diambil dari halaman Youtube http://www.youtube.com/user/homemade

Aksi Kucing

Kapiten dan Gadis Desa

Runaway Song

Nothing to Fear

Senandung Maaf

Opra Hashimo - French Music Producer in China

Opra Hashimo

About Opra Hashimo :
Opra Hashimo is a French music producer. Apart from his own production, he is always ready for collaboration. He has already collaborated with Xcircles, Aamir, Quimbokat, Tnem, Mr. PiliPili and more. These collaborations have been granted by the release of his sound project “Porqué” with Quimbokat, in Sayag jazz machine album named Anachro’mix experiences.

Currently living in China, he is producing and playing music in different places in Beijing.

Current projects:
- Soon release of “Sanjuro” track under a Canadian label, Savoir Faire Records
- Producing the music of a promotional video for the new subway in Perth (Australia)
- Producing instrumentals for Xczircle, an American MC (from escape artists)
- Producing instrumentals for Aamir, an American MC (from escape artists)
- Remix for I-GO, a Shanghainese electronic music band

Future projects:

- Preparation of DJ performance, electronics music set
- Preparation of DJ performance with Tnem, Hip Hop music set

and here a brief interview with Opra
How are you now?

I am fine, lots of project in progress, so much that I can not put my mind together sometimes, but to live in China is a good environment to make the work less heavy.

How is the Hip Hop scene in China nowadays?
From my perspective, Hip Hop scene is made by DJ in clubs. But nowadays in China, I can feel many Hip Hop influences in ads, cinema… even the pop music sounds Hip Hop!

In terms of local artist, Chinese Hip Hop is promoted by DJ Woordy (first ranking in the DMC China championship) who participates in worldwide competitions.

How’s the songs production usually done (made)?

For me, what can make me start a project are directly link to my feelings and these feelings can be pushed by a noise, a sound, a sample or a movie… Sometimes I am just sitting in front of my desk and trying to figure out something, without knowing from where to start and how the project will end. I could also start a project in collaboration with others artist…

Any other nice act from China that you thing would be great for us to know?

Beijing 2008 Olympics games!!!! :D

What is top five songs on your playlists now?

arghhh!!! Five is too short! Impossible!

Modeselektor - Silikon (Siriusmo Remix)
Madvillain - Figaro (101 Remix)
Moondog - Bird’s Lament
Medina Green & Mos Def - Crosstown Beef
Purple comfusion & Villeneuve - Return to nassau (Vocale version)
Dj Krush - Coffee Talk
Peter Bjorn And John - Young Folks (Beyond The Wizards Sleeve Remix)
Braintax Ft. Taskforce - Godnose
Robyn - Konichiwa Bitches (Trentemoller Remix)
Dabrye Ft. Invincible & Fin - Viewer Discretion

… and many many more…

Last word?
Anticonstitutionnellement (The longest word in French dictionary)

Opra.production@gmail.com
www.myspace.com/oprahashimo

 
icon for podpress  Opra Hashimo - Jipang O Mage: Play Now | Play in Popup | Download

 
icon for podpress  Opra Hashimo - Sanjuro (Demo): Play Now | Play in Popup | Download