Monthly Archive for February, 2008

Astrolab - it’s the clouds and space

astrolab

Please meet Astrolab, the latest breakthrough in Bandung’s indiepop scene. It’s Dany Badra, Rangga Kuntara, Andri Diana, Ibnu Hafidz Alim, and Yoki Adhitama.

Hello would you mind to share the readers brief story about the bandung music scenes from your point of view?
It has been better prefer to few years ago in bandung. Our music expression and appreciation is now better, also there are a lot of gigs that support music scene in bandung.

tell us a lil bit more about the band background?
Friendship since junior high school and similarities in music.

What is Your current activities?
Study, work and play.

A brief astrolab description?
It’s about nature and life filled with ocean, sky, clouds and space.

Influences?
Dany Badra : Blueboy, The Pastels

Rangga Kuntara : Postcard Records, The Subway Organization 1986-1989, C86, Sarah Records, The Smiths, Felt, Mike Oldfield

Andri Diana : The Ocean Blue, St. Christopher, Morrissey, The Dears

Ibnu H.A.: The Human League, New Order, Joy Division, Marc Almond, Kate Bush

Yoki Adithama : The Hit Parade, Strawberry Switchblade, The Organ, Lovejoy, Altered Images

Future Plans?
Being productive and mature in music.
Make better social relationship

What is Top Five Songs on your play list?
Badra :
01. Cloud babies (blueboy)
02. Killjoy (Brighter)
03. His London (Beaumont)
04. Boy Meets World (Action Painting!)
05. Slow Soft Sighs (Trembling Blue Stars)

Rangga :
01. Can’t You Tell It’s True¿ (Another Sunny Day)
02. The Sea Is So Quite (Trembling Blue Stars)
03. Vasco Da Gama (Felt)
04. Everglades (The Sea Urchins)
05. Girl Afraid (The Smiths)

Andri :
01. Antinature (McCarthy)
02. Pink Champange (Arabesque)
03. Barbarism Begins At Home (The Smiths)
04. Air (The Owls)
05. The Cold Swedish Winter (Jens Lekman)

Ibnu :
01. Heart like a wheel (The Human League)
02. My Hand Over My Heart (Marc Almond)
03. To France (Mike Oldfield)
04. Here is the House (Depeche Mode)
05. You Deserve More Than A Maybe (St. Christopher)

Yoki :
01. Mercury (The Ocean Blue)
02. Save A Prayer (Duran-Duran)
03. Who Knows What Love Is (Strawberry Switchblade)
04. Climbing (The Sweetest Ache)
05. Your Arms Around Me (Jens Lekman)

Any good Underrated bands you can recommend our readers?
Sunny Summer Day, Twisterella, Sunday Night Joy, Faction, Abadkatrowave, EmbarkasihPitaloka, Just A joke.

myspace.com/astrolab8
Joz : 081809095646
ncut : 08131282099
novi : 081573013599

 
icon for podpress  Astrolab - When the leaf is not green: Play Now | Play in Popup | Download

LA Light Indiefest JAM REVOLUTION

March 16, 2008
4:00 pmto10:00 pm

la light
LA Light
Indiefest
JAMREVOLUTION

KOIL
GOODNIGHT ELECTRIC
PURE SATURDAY
MOCCA
ALONE AT LAST

MONKEY TO MILLIONAIRE
TUNAS BANGSA SIMPHONY
SCARED OF BUMS
AIR HOSTESS FOR VACATION
HEINRICH MANEUVER
THE MORNING AFTER
LIPGLOSS
WIND CRIES MARY
CASCADE
CIGARETTES NATION

SABUGA, 16 MARET 2008 - 4PM
dapatkan undangannya hanya dengan rp.10.000,- dengan cuma mengirimkan data diri loe (nama, alamat, no ktp, no hp) via e-mail ke seelive@lalightindiefest.com beri judul “daftar indiefest” di email loe.
buruan, tempat terbatas

la light

Monday Math Class - pop music written at 2am

mondaymathclass2

 
icon for podpress  Monday Math Class - 2 am: Play Now | Play in Popup | Download

Monday Math Class is Ario and Prisci, a duo that play a beautiful pop tunes. Ario are known as guitarists and singer for the indierock band www.myspace.com/theadamsbands “>The Adams. Now with this duo, he tries to offer you music lover a different kind of pop. Well for more information please visit their myspace, and read the following interview… and for your information : they are looking for a bass player.

tell us more about your band background.
well our background consists of mainly goofy people. we first met at a gig then we hit straight off cause we shared the same taste of music and humor! and created magic tadaaaa!

What is your current activities?
ario is busy working in studio’s around Jakarta and Prisci is busy with school and her art basically.

Can you share us your own description about the Monday Math Class Music ?
humm.. uu ee aaa.. our music is humm.. a little thing i like to call ” eee… uuu.. aaaaa..” its fun !

Any influences that you can share us?
the strokes, the records, the adams, zolof the rock and roll destroyer, the hives and lots more!

What is your future plans?
dominate stages, make an EP, and live life !!

Top five songs on your playlists
HAHA 2am, Reptilia, Dame De Lotus, Kool Thing, Bulls on Parade

Underrated bands you can recommend our readers
wheee KILLING ME INSIDE!! Humm.. Thirteen, I was A cub scout

www.myspace.com/timeapart

Venue Konser Helloween Pindah Ke Tennis Outdoor Senayan

hellishrock_poster
Berita ini diambil dari website www.solucite.com

Venue Konser Helloween Pindah Ke Tennis Outdoor Senayan

Dear Temen2,

Officially kita mau memberikan beberapa konfirmasi mengenai Pelaksanaan Konser Helloween ini, Jujur aja dalam 2 minggu terakhir, Perijinan yg sudah kita dapatkan sebelumnya, terpaksa di “Tinjau Ulang (setelah adanya kejadian di Bandung & blow up dr Media yg cukup gencar dalam 2 minggu terakhir ini), sehingga Hasil dari Peninjauan Ulang tsb, kita telah mendapatkan Ijin Baru siang ini (Alhamdulillah), tapi sebagai Konsekwensinya, Venue harus dipindah Ke Outdoor (Which is alernative terdekatnya adalah Tennis Outdoor),Honestly aku atas nama Solucite, memohon maaf sebesar-besarnya kepada temen2 semua atas ketidak nyamanan yg diakibatkan oleh perpindahan Venue yg mendadak ini.

Kemudian, sesuai rekomendasi dari Kepolisian, Burger Kill tidak diijinkan untuk manggung di event ini (Secara pribadi kita minta maaf kepada Management Burger Kill atas Force Majure ini & kita ada komitment untuk bisa Payback ke BK untuk bisa mangung di konser2 kita someday in the future).

Kita berharap, pelaksanaan Konser ini bisa menjadi Titik Tolak untuk Konser Rock selanjutnya, dimana kita pingin membuktikan kepada Khalayak Luas & Media, bahwa Konser Rock tidaklah seperti Opini yg tercipta sekarang ini. Lewat konser ini pula, kami mengajak semua Media untuk bisa ikut terlibat, meliput & memberitakan bagaimana kondisi yg sesungguhnya sehingga ada Balancing Pemberitaan yg lebih Fair.

Kemudian harapan selanjutnya adalah, Kita semua bisa menjadikan Konser ini sebagai Campaign pembentukan Citra Positive kesemua pihak, sehingga Kebersamaan & Kekompakan kita semua sangat diharapkan untuk pelaksanaan konser ini.

Sekali lagi, atas nama Solucite, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidak nyamanan ini yg diakibatkan karena Perpindahan Venue.

Regards,

Andre

Sweaters: Konser Launching Written Like Postcards

February 22, 2008
6:00 pm

Sweaters: Konser Launching Written Like Postcards

(diambil dari press release yang tersebar dimana-mana)
Pada tanggal 22 Februari 2008, band indiepop asal Jakarta, Sweaters,
akan menggelar konser peluncuran rilisan baru mereka, Written Like
Postcards di Aksara Kemang, Jakarta Selatan.

Album Written Like Postcards sendiri sudah dirilis secara resmi satu
minggu sebelumnya pada tanggal 16 Februari 2008. Album ini memuat
beberapa karya lama Sweaters (kala itu mereka masih menggunakan nama
The Sweaters) dan sejumlah materi baru yang direkam dengan formasi
baru band. Album ini dirilis secara terbatas dalam edisi cd terbatas
dan dilengkapi dengan nomor sebanyak tiga ratus keping. Album ini
dirilis oleh label indiepop asal Jakarta, Lovely Records.

Written Like Postcards adalah penanda diakhirinya satu babak lama
dalam karir musikal Sweaters. Saat ini, dengan line up baru, band
sedang mempersiapkan sejumlah materi baru mereka.

Mereka akan memainkan lebih dari sepuluh buah lagu dalam konser ini.

“Konser ini juga sebagai pengingat untuk mereka yang mungkin sudah
lupa adanya Sweaters. Dan sebagai sapaan `Senang berjumpa’ untuk
pendengar baru Sweaters nantinya. Kami ingin acara nanti menjadi momen
yang sangat memorable. Nggak hanya untuk kita tapi juga untuk mereka
yang sudah datang ke acara launching nanti,” tutur Zulner M
Nourradine, gitaris Sweaters tentang harapannya terhadap konser
launching nanti.

Turut bermain pada acara ini adalah Annemarie, New Ride, dan Dzeek.
Acara akan dimulai pada pukul 18.30 dan gratis terbuka untuk umum.
Jangan lupa bawa uang lebih untuk membeli rekaman Sweaters dan
merchandise mereka.

Album Written Like Postcards hanya dicetak sebanyak tiga ratus keping
dan diberi nomor eksklusif pada masing-masing kopinya. Dapatkan segera.

Sebarkan berita ini dan sampai jumpa! (pelukislangit)

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Aditya Suharmoko
+62818650675
asuharmoko@gmail.com
www.myspace.com/thesweatersindo

Funtraxtic

March 1, 2008
12:00 pm

FUNTRAXTIC @ PVJ Bandung, March 1st 2008, 12pm till finished…. performing: MOCCA, VINCENT VEGA, 70′S ORGASM CLUB, OLIVE TREE, CASCADE, EFEK RUMAH KACA and many more.. games and lots of fun.. be there…

Whisper Desire - Pop music for the beautiful scenery

whisperdesire2

Whisper Desire is one of the most talked pop bands in Jakarta Indonesia, but somehow they are still so underated. Even if some magazine try to blew ‘em up as the next big thing for 2007, but they’re not getting much bigger rather than they were in 2006. Well we all hope that they can get a more promising year in this 2008.

What do you think about the Jakarta indie music scene?
Perkembangannya udah bagus banget sekarang. Banyak label-label dan band-band baru yang bermunculan. Bervariasi lah intinya. Udah ga didominasi sama label atau band-band tertentu aja. Secara keseluruhan, eksistensi scene ini sudah lebih kuat karena apresiasi masyarakat terhadapnya juga semakin tinggi.

Ceritain dikit dong mengenai awal mulanya band ini
Awal mulanya kita cuma iseng2 aja..bikin band cuma buat menghabiskan masa2 akhir di SMA. Tapi ternyata respon orang2 cukup mengejutkan dan meminta kita untuk terus jalan, di situlah kita akhirnya memutuskan untuk mulai serius bermusik dengan nama whisperdesire.

Aktifitas loe sehari-hari sekarang apa aja?
Kita lagi ngumpulin materi untuk album. Doain aja 2009 bisa dirilis. Selain itu semuanya masih kuliah, kecuali untuk Gobel (bassis) yang baru aja mulai kerja di salah satu perusahaan kertas.

Menurut loe sendiri, musik loe itu seperti apa?
musik pop yang dipadukan dengan emosi serta pemandangan indah.

Personels
Freddy Aritonang : vocal
Rabindra Wisatrya : guitar
Mikael Mirdad : guitar
Enrico Gobel : bass
Anika Miranti : keyboard
Hertrinur Pamungkas : drums

Buat kalian sendiri, influence paling gede dateng darimana?
Influence tiap personel beda-beda sih. Biasanya tergantung mood dan apa yang lagi sering didengerin saat itu. Tapi mungkin basicnya masih di The Cure karena kita mulai band ini dari meng-cover lagu-lagu mereka. Baru dari situ berlanjut musik-musik lain yang lagi kita dengerin.

Rencana kalian dimasa mendatang?
mempersiapkan album debut kami. Mempersiapkan album kedua..ketiga..keempat. hahaha..mungkin konser tunggal kali yah, sama go international.

Top five songs on your playlists
- Sex Machine – James Brown
- Mikado – Jagga Jazzist
- What Sarah Said – Death Cab for Cutie
- Lucy in the Sky with Diamond – The Beatles
- Stupid Memory – Sondre Lerche

Underrated bands you can recommend our readers
Sarin, Ghaust, Jelaga, dan Blackmoore.

Contacts
www.myspace.com/whisperdesire
whisper_desire04@yahoo.com
iqbal 021-93594374

* Link of our songs

whisperdesire.multiply.com/music

 
icon for podpress  Whisper Desire - kita akan bertemu disana: Play Now | Play in Popup | Download

NimB - Energetic yet relaxing electronic’s sounds

NimB_live
If you guys into electronica, and loves to add a little bit distortion and beautiful vocals. you should gives NimB a try. Here a brief interview with them.

how are you guys now ?
Thank you for askingJ We’re in the process of our debut album production. The deadline is soon, so we have a lot to do. Also we are full of ideas. Actually we are always full of ideasJ

if you have to describe your music in one sentences, what would that be ?

In one sentence? That’s funny…Let me think…It’s energetic, but in the same time relaxing mix, snowy and cold, shining and full of air. Am I clear enough?

what is the best record you bought in the last 6 months?

Well, It’s Jay-Jay Johanson, Rush. Actually we’ve listen his latest things and interested so much that decided to buy everything he ever produced. This album of 2005 is sad, but so beautiful. This music matches for sitting at home alone, watching the rain outdoor.

please reccomend our readers a nice underated bands you know to our readers, and how are they sounds?
With greate pleasure!

Let me introduce our Ukrainian friends – IDM monsters “2 sleepy” www.2sleepy.info They play amasing things with a very positive aura.

Also we like “Mamanet” – electronic indie band www.myspace.com/mamanetband. Their music is very creative and sofisticated, I think. Both bands are very prospective, believe me.
how is the music scene in your country?
This is a good question. Perhaps, as in Indonesia (correct me if I’m mistaken) we have two parrallel music worlds – major lable artists for masses and indie bands for other people. I think with Internet era, we watch the proces of borders vanishing, so very soon we’ll talk about the world scene and world music space. Actually this interview confirms this

tell us more about your latest album.

As we already mentioned we only prepare our first album. It doesn’t mean that we’re just started to play music – we play about 5 years already. This means that this album will be comprehencive. Only the best songs of this 5-year period will be included. So, that’s why we’re sure that the first album will be cool. We’re sorry that we made our fans to wait so long.

last words ?

We’ve been shocked with Indonesian bands, we found on your web-site. It so fresh, so new and progressive. Ukraine is so far away of Indonesia – about 12 hours by plane, but music unites all melomans of the world. Thank you so much, listen usJ

much apreciate

www.myspace.com/nimbband

Fans Video :

 
icon for podpress  NimB - you and Me: Play Now | Play in Popup | Download

R.E.M. new video “Supernatural Superserious”

rem R.E.M. just published the video for their upcoming album “Accelerate”. Video ini disutradarai oleh Vincent Moon, direkam dibeberapa tempat sekitar Lower East Side of Manhattan. Album Accelerate akan dirilis pada tanggal 1 April nanti

berikut ini adalah video ‘the making of’ nya

www.remhq.com

Mysteries - v/a

spacesystem Mysteries
v/a
Space Recs
8.7

Sebuah kompilasi yang lebih mirip split album antara Space System bersama Voyagers of Icarie dengan penampilan tambahan spesial dari Curah Melodia Mandiri (C.M.M.) dan Svarghi. Mencoba menawarkan musik musik dansa yang cenderung ringan dan sedikit trippy.
Sebagian besar dari isi album ini adalah instrumental namun Voyagers of Icarie memberikan variasi vokal chant yang memberikan tambahan unsur mistik yang eksotis dengan layer-layer suara nya.

Tidak banyak yang dapat saya katakan mengenai album ini, karena saya tidak memiliki perbendaharaan kosa kata dunia elektronik yang lengkap, tapi yang jelas album ini dapat menjadi teman yang baik untuk menemani kamu berpetualang di angkasa bersama teman-teman kamu dengan menggunakan substansi maupun tidak. Atau sekedar make out dengan pasangan mu ditemani bakaran aromatherapy bersama track-track dari Space System, dan menghadapi sedihnya dunia bersama Voyagers of Icarie.

Atau kamu ada saran lain?

www.myspace.com/spacerec
www.myspace.com/larelareikaria
www.myspace.com/cmmandiri21

Phunktion

February 15, 2008
12:00 am

Brothers and Sisters… WELCOME !!!

da 1st Phunktion on 2008!!!
Presented by Uncle 347

Featuring:
DASA (Barbar-BDG) & ASUNG (Viva los Amigos-JKT) as our special guest!

Its 100% Drum ‘n’ Bass….

Friday, 15th February 2008
@ WILLOW
Jl. Patal Senayan Permata Senayan E16/17

Roll at 10 PM till end

Phunktion residence
Jerome, Celcius, DFMC, MC Drift

Visual stimulation by:
The Global Port
Rimbawan Gerilya

Supported by : Ravelex.net
Wrap by : Javabass, The Global Port & Rimbawan Gerilya

*Dance like nobody’s watchin*


www.javabass.com

www.myspace.com/javabass
www.friendster.com/javabass


www.javabass.com

www.myspace.com/javabass
www.friendster.com/javabass

Film & diskusi ‘Marguerite Duras’ @ Kineforum - 14 > 17 Feb 08

February 14, 2008 2:00 pmtoFebruary 17, 2008 2:00 pm

Pusat Kebudayaan Prancis / CCF Jakarta bekerjasama dengan KINEFORUM - Dewan Kesenian Jakarta dan www.rumahfilm.org mempersembahkan pemutaran film-film:

Marguerite Duras

diskusi bersama Stéphane Bouquet

Kamis s/d Minggu tanggal 14 > 17 Februari 2008
pukul 14.15, 17.30 dan 19.30 (diskusi Sabtu 16 Februari pukul 12.00)
di KINEFORUM - studio 1 TIM 21

Jalan Cikini Raya 73 Jakarta Pusat 10330
www.ccfjakarta.or.id - www.kineforum.wordpress.com - www.dkj.or.id

Terbuka untuk umum - Gratis

Marguerite Duras adalah nama samaran dari pengarang dan penulis drama, Marguerite Germaine Marie Donnadieu yang lahir pada tanggal 4 April 1914 di Gia Dinh, dekat kota Saigon (sekarang Ho Chi Minh Ville) di Vietnam. Ia meninggal dunia pada tanggal 3 Maret 1996 di Paris pada usia 81 tahun. Ciri khas karya-karyanya terletak pada keanekaragaman aktivitasnya. Sebagai narator, penulis skenario dan sutradara, Marguerite Duras menjadi pelopor genre roman baru dan mendobrak berbagai aspek dalam bidang teater dan sinematografi.

Bekerjasama dengan Kineforum,4 hari seputar Marguerite Duras dan dunia perfilman akan menjadi momen untuk mengenal kegiatannya dalam bidang sinema. Pengarang, penulis skenario dan kritikus Prancis, Stéphane Bouquet (biografi terlampir) akan berada di Jakarta untuk mempresentasikan film-film yang akan diputar dan mengadakan diskusi. Pada hari Sabtu 16 Februari 2008 pukul 12.00, Stéphane Bouquet akan membahas kehidupan dan karya Marguerite Duras dengan fokus pada sinema. Pertemuan ini dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dengan publik.

JADWAL Pemutaran film dan diskusi :
Kineforum - studio 1 TIM 21, Jalan Cikini Raya 73 Jakarta Pusat
tel. 08 18 16 76 62 82 / 98 06 75 97 (Petrus)
kineforumdkj@yahoo.co.id | kineforum.wordpress.com

Kamis 14 Februari 2008
14.15 La couleur des mots: Marguerite Duras
17.30 Mort du jeune aviateur anglais
19.30 Hiroshima mon amour

Jumat 15 Februari 2008
14.15 Marguerite telle qu’en elle même
17.30 La couleur des mots: Marguerite Duras
19.30 L’Amant

Sabtu 16 Februari 2008
12.00 Diskusi bersama Stéphane Bouquet
14.15 Mort du jeune aviateur anglais
17.30 Marguerite telle qu’en elle même
19.30 Hiroshima mon amour

Minggu 17 februari 2008
14.15 La couleur des mots: Marguerite Duras
17.30 Marguerite telle qu’en elle même
19.30 L’Amant

SINOPSIS

> Hiroshima mon amour
karya Alain Resnais
ditulis oleh Marguerite Duras
menampilkan Emanuelle Riva, Eiji Okada
1959, 91 min., versi Prancis teks inggris
Bulan Agustus 1957 di Hiroshima. Dalam keremangan sebuah kamar, sepasang kekasih berpelukan. Yang wanita seorang aktris Prancis tigapuluhan yang datang membuat film tentang perdamaian. Yang pria seorang arsitek Jepang. Inilah kisah cinta mereka yang mustahil.

> L’Amant
karya Jean-Jacques Annaud
adaptasi dari Marguerite Duras
menampilkan Jane March, Tony Leung, Melvil Poupaud, Frédérique Meninger
1992, 111 min., versi inggris
Kisah cinta seorang gadis limabelas tahunan dengan seorang pria Cina tigapuluh enam tahun di akhir tahun 1920 di Indocina.

> Mort du jeune aviateur anglais
karya Benoît Jacquot
1993, 43 min., versi Prancis teks inggris
Marguerite Duras bercerita kepada Benoît Jacquot kisah “La mort du jeune aviateur anglais” yang makamnya ia temukan di dekat kota Deauville, di sebuah desa kecil. Tidak ada yang tahu kebenaran cerita ini. Kita tak tahu kalau ini hanyalah kisah fiktif karangan Marguerite Duras atau bukan.

> La Couleur des mots : Marguerite Duras
Edition vidéographique critique
karya Dominique Noguez
1984, 63 min., versi Prancis teks inggris
Pasca produksi film India Song (1975) dibagi menjadi beberapa tahap. Pertama-tama tatap muka Marguerite Duras dengan Dominique Noguez, menghubungkan film dengan dua buku. Berbagai tema diungkapkan : masa kecil, penokohan yang beragam dan film-film lainnya…

> Marguerite telle qu’en elle-même
karya Dominique Auvray
2002, 61 min., versi Prancis teks inggris
Salah satu ungkapan terindah “Duras Marguerite, perempuan sastra”, seperti ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa ia membuat film karena ia tak bisa berdiam diri saja. Cantik, bebas, politik, dihantui oleh masa lalu, bersumpah takkan melupakan apapun, Duras selalu ada disana.

NOTE :
- Pemutaran film ini terbuka untuk umum,

- tidak ada pemesanan tempat,

- penonton diharapkan datang tepat waktu dan

- tidak makan, minum, merokok dan berbicara selama pemutaran film

berlangsung..

Acara ini terselenggara berkat kerjasama

CCF Jakarta dengan KINEFORUM - Dewan Kesenian Jakarta

dan didukung oleh

www.rumahfilm.orgwww.whatzup-online.com – Kompas URBANA

Informasi lebih lanjut, hubungi :

Astri Onengan – Hp. 0815 913 60 90

Pusat Kebudayaan Prancis di Jakarta
Jalan Salemba Raya no. 25

Jakarta Pusat 10440
Telepon (021) 390 77 16, 390 85 85
Fax (021) 390 85 86

Astri.onengan@ccfjakarta.or.id
www.ccfjakarta.or.id

_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Stéphane Bouquet

Stéphane Bouquet adalah seseorang dengan multitalenta, ia seorang penulis buku dan puisi, penerjemah, penulis skenario, aktor, penari dan koreografer, serta wartawan. Sebagai penulis, sejak tahun 2001 setidaknya ia telah menghasilkan empat buah buku yaitu Un peuple, Champ Vallon, 2007; Le Mot Frère, Champ Vallon, 2007; Un Monde existe, Champ Vallon, 2002; Dans l’année de cet âge, Champ Vallon, 2001. Ia juga berpartisipasi dalam enam buku antologi puisi. Ia juga menerjemahkan beberapa buku puisi berbahasa Inggris ke dalam bahasa Prancis.

Hal yang paling menonjol dalam karirnya adalah dalam bidang sinema, Bouquet merambah beberapa aspek dalam dunia sinema seperti yang terlihat berikut ini :

2007, S.M. Eisenstein, ed. Cahiers du Cinéma

2006, salah satu penulis skenario untuk film Mon faible cœur disutradarai oleh Sébastien Lifshitz. Dalam tahap produksi.

2003, menerbitkan jurnal penelitian tentang Il Vangelo secondo Matteo karya Pasolini, Cahiers du cinéma.

2003/2, salah satu penulis skenario untuk film Wild Side disutradarai oleh Sébastien Lifshitz, produksi Maïa Films.

2001, salah satu penulis skenario sekaligus aktor untuk film La Traversée, film dokumenter karya Sébastien Lifshitz, produksi Lancelot Films, terpilih menjadi salah satu film nominasi dalam festival film Cannes.

2000, salah satu penulis skenario untuk film Le Pays du chien qui chante disutradarai oleh Yann Dedet, produksi Maïa Films dan jaringan ARTE (Pierre Chevalier).

salah satu penulis skenario untuk film Ni Eux, ni moi disutradarai oleh Roberto Garzelli, produksi Gloria Films dan jaringan ARTE (Pierre Chevalier).

1999, salah satu penulis skenario untuk film La Défaite du rouge-gorge disutradarai oleh Valérie Mréjen, produksi Capprici Films.

1998-99, salah satu penulis skenario untuk film Presque Rien disutradarai oleh Sébastien Lifshitz, produksi Lancelot Films.

1998, salah satu penulis skenario untuk film televisi Les Terres Froides disutradarai oleh Sébastien Lifshitz untuk seri « Gauche-Droite », produksi Agat Films dan jaringan ARTE (Pierre Chevalier).

1996, salah satu penulis skenario Les Corps ouverts disutradarai oleh Sébastien Lifshitz.

1995, salah satu penulis skenario film dokumenter Claire Denis, la vagabonde disutradarai oleh Sébastien Lifshitz.

1993, salah satu penulis skenario film pendek Il faut que je l’aime. (10 min, hitam putih, 35mm).

Dalam seni tari, ia berperan sebagai penulis skenario sekaligus penari pada tahun 2005 untuk karya frère&sœur karya Mathilde Monnier selaku ko-produser festival tari dan teater Avignon. Masih bersama Mathilde Monnier pada tahun 2004 menghasilkan sebuah karya duo berjudul Déroutes lectures. Pada tahun 2002, sebagai penari dalam Déroutes karya Mathilde Monnier pada festival musim gugur di Paris.

Sebagai wartawan, menjabat sebagai redaktur dalam Cahiers du Cinéma selama 8 tahun (1993-2001). Pada tahun 1998-2001 ia memegang bagian kritik sastra di sisipan sastra koran Libération dan juga di jurnal Ex aequo sejak tahun 1996 s.d 1999. Pada tahun 1999 – 2001 ia menjabat sebgai produser pada acara France-Culture dengan fokus tari.

Seluruh aktivitas itu ia lakoni dengan berbekal ijazah sarjana sosiologi dari Universitas Paris V René Descartes dan gelar master ekonomi kebudayaan dari Universitas Paris I Panthéon-Sorbonne

Photos : Bjork (Feb 12th 2008) Tennis Indoor Senayan

One enchanting night with Bjork, we are all sing with her together all night, amazed with the Reactable , attracted with the eclectic costumes for the brass section, and amused by her singing and dancing. Don’t forget the lovely confetti.

He sings some old songs such as “Pleasure Is All Mine”, “Army of Me”, “All Is Full Of Love”, “Hyperballad”. and many track from the Volta

Don’t forget the amazingly beatiful encore with the “Anchor Songs” and “Declare Independence” songs. and all people cheerfully applause the theatrical show after the confetti blows.

Am i already mention the laser show? that was also amazing

many thanks to Javamusikindo
bjork15
bjork17
bjork8

* all photographs by Satria Ramadhan. click for more photographs from the show

Minor Plastissin - Young persons stimulated imagination

minorplastisin

 
icon for podpress  Minor Plastissin - A Twilight Coincidence: Play Now | Play in Popup | Download

Apa kabar nya?
jojo: baik baik sehat selalu
ditho: baik baik , hehe lagi mempersiapkan recording nih
vania: senang sekali baru memasuki masa legal
banyu: baik baik

Coba ceritakan sedikit tentang latar belakang band kalian
Awalnya band ini terbentuk dikarenakan adanya percakapan remaja 16 tahun yaitu ditho dan vania yang pada saat itu sedang membahas tentang selera musik dan nampaknya mereka memiliki kesamaan visi dan misi dalam berselera musik. Tiba-tiba saja ditho memiliki dorongan untuk mengebel (menelepon) jojo yang tiada lain adalah rekannya dan terjadi percakapan yang intinya untuk membentuk sebuah band, dan jojo pun menyanggupinya. Setelah itu banyu pun yang dahulunya ditipu untuk menjadi pemain additional akhirnya digaet untuk menjadi keyboardis tetap dan jadilah MINOR PLASTISSIN! Musik milik MINOR PLASTISSIN ini musik yang sedap disuguhi kepada para pendengar pada saat senja tiba nah bisa terimajinasikan bukan? Dengan beat sample milik Ditho yang standard, suara gitar Jojo yang tersendat, synthesizer milik Vania yang menampilkan sisi imajinatif dari setiap orang yang mendengar MINOR PLASTISSIN serta keyboard yang membawa pada harmonika khayalan senja di cockpit. Banyaknya band yang didengar oleh personel MINOR PLASTISSIN sangat mempengaruhi mereka dalam proses pembuatan lagu, diantaranya Casiotone For The Painfully Alone, Milosh, Zero7, Battles, Televon Tel Aviv, The Postal Service, Royksopp. Selain menjadi influence, band-band tersebut juga mempengaruhi kami untuk dapat sukses seperti mereka, dengan menyelesaikan proses recording karena kami hendak membuat sebuah album. Jangan lupa untuk menyisihkan uangnya untuk membeli ya! Terima kasih.

Kalau kamu diminta menyebutkan 5 buah benda yang dapat diasosiasikan dengan Minor Plastissin, kira kira benda apa ajakah itu?
minor plastissin: 3 kaum adam 2 kaum hawa hehe 2 + 3 = 5

Apakah album terbaik yang kamu dapatkan dalam 6 bulan terakhir ini?
vania: modular presents II, album tersebut merupakan kompilasi dari artis artis jebolan modular record, hentakan lagu lagunya bisa membuat sedikit berdisko ago go.. hehe
ditho: Radiohead; In Rainbows. hmm know nothing to say but they’re too fuckin genius
jojo: Happy Mondays; Uncle Disfunctional. Membuat saya tergila gila terhadap nada mabuk taun 80an hehe..
banyu: Holden. Musik yang enak untuk didengar sendirian c :

top five songs on your playlists?
minor plastissin: TTV - telefon tel aviv, Home - Zero7, Cayman Island - Kings of Convenience, Konichiwa Bitches - Robyn, Nothing Better - Postal Service

Ada rekomendasi band-band lokal lain yang menurut kamu perlu didengar?
Ditho: Santamonica
Vania: Holy City Rollers
Banyu: Agrikulture
Jojo: Denial

last words?
Sampjump! Tschus!

Contact Person : Aga > 0818711194 dan 021-99463679
Myspace : www.myspace.com/heyminorplastissin

Turut Berduka Cita

turut-berduka-cita.GIF Turut berduka cita atas korban meninggal pada konser di AACC pada tanggal 9 Februari malam kemarin. Semoga tragedi serupa tidak terulang lagi.

Diharapkan setelah tragedi ini, kita semua melakukan introspeksi seagai event organizer, pengisi acara, pengunjung acara dan sebagai media. Untuk terus melakukan edukasi dalam penyelenggaraan sebuah event baik besar maupun kecil, karena nyawa manusia itu tidak murah.

berikut ini sedikit kronologis kejadian, seperti ditulis oleh Eben dari Burgerkill yang kebetulan berada ditempat kejadian. (dikutip dari sebuah jurnal)

Bandung, 9 Februari 2008
Cerita pendek Tragedi Berdarah konser musik Beside.

Tepat jam 19.00 wib saya tiba di gedung AACC di jalan Braga Bandung, tempat dimana launching album perdana band metal asal kota kembang Beside digelar. Suasana diluar gedung sangat ramai dipenuhi teman-teman dari komunitas yang berkumpul untuk menyaksikan konser tunggal dari band yang baru saja meluncurkan album bertitel “Against Ourselves” ini. Di depan gerbang gedung yang berkapasitas 500 orang ini saya melihat ratusan metalhead yang terus mengantri berusaha masuk kedalam gedung, terlihat juga beberapa orang aparat keamanan yang sedang bersantai duduk diatas motor yang diparkir di depan gedung. Tidak lama kemudian dari luar terdengar Beside sudah mulai menggeber lagu pertama dari set list konser mereka malam ini, tanpa banyak menunggu saya langsung masuk melalui pintu samping gedung yang dikhususkan untuk para undangan dan teman-teman media.

Dari pinggir panggung saya melihat hampir 800 metalhead memadati crowd yang intens berpogo ria diiringi penampilan Beside yang powerfull, setelah saya perhatikan nampaknya pihak panitia telah menjual jumlah tiket yang melebihi kapasitas gedung. Sempat beberapa kali saya melihat beberapa penonton yang mabuk dan pingsan dehidrasi dikarenakan kurangnya sirkulasi udara segar di dalam gedung, tapi sangat disayangkan pihak panitia tidak sigap menyediakan bantuan yang maksimal seperti PMI atau tim khusus untuk menangani kejadian seperti ini, sehingga beberapa penonton yang pingsan hanya dibiarkan tergeletak di lorong samping panggung tanpa pertolongan yang benar.

Memang udara didalam gedung sangat panas dan pengap hingga dipertengahan konser saya berjalan keluar melalui jalan samping untuk membeli minuman dingin. Dari depan pintu samping saya melihat kerumunan penonton tanpa tiket yang beramai-ramai berusaha merubuhkan gerbang utama gedung AACC ini, namun sayangnya para aparat yang berada di sekitar gerbang tidak melakukan tindakan antisipasi dan hanya berdiri merokok menyaksikan kejadian tersebut. Sempat saya mengingatkan salah seorang aparat untuk segera bertindak tapi hanya sebuah jawaban sederhana yang saya terima, “Udah biarin aja ada panitia yang jaga, kamu ga usah ikut-ikutan” tuturnya. Aneh mendengarnya, seharusnya mereka lebih sigap dan segera mengamankan kejadian tersebut. Merasa tidak digubris saya kembali masuk kedalam gedung dan memberi tahu kondisi diluar gedung ke pihak panitia yang berjaga didalam, akhirnya beberapa panitia berlarian keluar untuk ikut membantu.

Setelah pemutaran video klip “Holyman” melalui big screen di kanan kiri panggung para personil Beside terlihat membagikan beberapa gelas bir kepada penonton yang berada di barisan depan panggung, tentunya suguhan ini dengan gembira ditanggapi oleh para penonton yang memang kehausan setelah terus berpogo. Tak berselang lama Beside kembali bersiap dan melanjutkan konser mereka. Sekitar jam 20.30 konser yang berjalan lancar ini berakhir, kerumunan penonton yang mengantri untuk keluar pun terlihat aman dan tertib. Didalam gedung terdapat beberapa penonton yang kelelahan dan beristirahat sambil menunggu antrian yang cukup panjang. Dan tragedi buruk ini pun dimulai, tidak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa diluar ada dua orang penonton yang meninggal karena kehabisan nafas.

Tiba-tiba seorang aparat tanpa seragam naik ke atas panggung dan langsung berteriak-teriak menyuruh semua penonton yang ada didalam gedung untuk segera keluar. Tanpa basa-basi pun beberapa polisi lainnya ikut masuk kedalam dan dengan kasar mengusir semua penonton yang tersisa. Kembali saya coba mengingatkan para aparat untuk tidak bertindak kasar dan menerangkan bahwa diluar antrian penonton masih panjang. Namun sekali lagi omongan saya tidak digubris dan mereka terus bertindak seenaknya mendorong dan menendang para penonton, dan akhirnya suasana antrian menjadi tidak terkendali.

Beberapa penonton dibagian belakang terus mendorong kedepan karena takut terkena pukulan para aparat yang terus memaksa keluar, sangat jelas terlihat bertambahnya korban yang pingsan karena terinjak-injak antrian yang terus menumpuk. Dalam kondisi panik saya berusaha membantu seorang penonton yang tergeletak pingsan didepan gedung dan membopongnya untuk dibawa kedalam mobil salah satu panitia. Tiba-tiba salah seorang teman saya yang juga ikut membantu korban dipukul wajahnya oleh seorang oknum aparat tanpa alasan yang jelas, dengan sigap saya berusaha melerai mereka. Dan sekali lagi sikap angkuh dan sok jagoan dari seorang oknum aparat pun dipertontonkan, dengan sikap yang kampungan hampir 20 orang aparat langsung menyerang saya dan mengeroyok membabi buta seperti segerombolan preman yang haus berkelahi.

Akhirnya suasana kembali tidak terkendali dan kerusuhan pun terjadi, beberapa teman yang ikut melawan dan melindungi saya pun ikut terkena pukulan dan tendangan dari oknum-oknum aparat yang terus bertambah sehingga kami semua berpencaran berlari jauh untuk menghindar. Dari kejauhan saya melihat beberapa korban yang pingsan didepan gedung diusir dengan kasar oleh beberapa aparat, dan mereka pun langsung memasang Police Line agar tidak ada lagi penonton yang masuk kedalam gedung. Tak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa beberapa teman saya dibawa ke Polwiltabes Bandung sebagai saksi untuk dimintai keterangan perihal kejadian tersebut, dan saya pun langsung menuju kesana untuk mencari tahu kepastian beritanya.

Sesampai di kantor polisi saya melihat beberapa panitia yang berkumpul sambil menunggu giliran untuk di interogasi. Saya mencoba menghampiri dan bertanya kepada mereka tentang berita terakhir korban tragedi tersebut dan ternyata jumlah korban yang meninggal sudah mencapai 10 orang yang tersebar di 2 Rumah Sakit. Beberapa korban yang tidak tertolong meninggal di RS Bungsu dan RS Hasan Sadikin Bandung, dan menurut panitia yang ikut mengantar ke rumah sakit bercerita setibanya di rumah sakit hampir sebagian besar korban tidak dilayani dan hanya dibiarkan saja oleh pihak rumah sakit hingga akhirnya mereka meninggal dunia. Mungkin hal ini terjadi dikarenakan pihak rumah sakit takut akan tidak selesainya urusan admistrasi dari masing-masing korban. Sungguh kondisi yang sangat mengecewakan dan menyesakan dada, namun apa daya semuanya sudah terlewati dan kami sudah tidak bisa membantu lebih banyak lagi.

Dunia musik Indonesia kembali berduka, sebuah konser musik yang menelan korban jiwa kembali terjadi. Lalu siapa yang bisa disalahkan? Apakah buruknya persiapan antisipasi panitia yang nakal dengan menjual tiket diluar kapasitas gedung? Apakah juga bobroknya sikap aparat sebagai pihak yang seharusnya mengatur keamanan di lokasi konser? Atau terlalu banyaknya teman-teman kita yang terlalu mabuk ketika menonton konser? Lalu bagaimana dengan parahnya pelayanan di rumah sakit yang terkesan acuh untuk menangani korban? Saya rasa semua itu bisa menjadi penyebabnya, dan kita hanya bisa menyesalinya. Tentunya setelah tragedi ini rasa pesimis teman-teman di komunitas akan sulitnya izin untuk bisa menyelenggarakan konser-konser akan semakin bertambah.

Dengan adanya tulisan pendek ini mudah-mudahan berita miring di media yang terkesan memojokan teman-teman komunitas atas tragedi ini dapat sedikit diluruskan, dan kejadian ini dapat dijadikan contoh kasus yang perlu diteladani dan disikapi dengan benar oleh semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan sebuah konser musik. Tulisan ini hanya sebuah pandangan dan opini seorang musisi, teman, dan penikmat musik yang sangat mengharapkan suasana yang kondusif dari sebuah konser. Dari lubuk hati yang paling dalam saya mewakili komunitas musik sejagad Indonesia turut merasakan prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi ini. Semoga teman-teman kami yang telah pergi dapat beristirahat dengan tenang dan segala kebaikannya diterima disisi Allah SWT, Amien…

Live hard, die hard… Rest In Peace Brothers, we’re gonna miss u…

Posted by Megabenz.(Eben BKHC)