Monthly Archive for December, 2007

Cupumanik

cupumanik_002
Setelah sempat dikira bubar setelah tidak ada kabarnya sejak album terakhirnya beberapa tahun lalu. band modern rock ini ternyata sedang mempersiapkan album barunya. Dan ini adalah interview singkat bersama Chandra sang vokalis. jangan lupa juga dengarkan lagu mereka yang belum dirilis berjudul Aksara Alam

Apa kabar Cupumanik sekarang?
Kami ga pernah benar-benar sangat baik atau dalam keadaan sangat buruk hehe..tapi sangat bersyukur berada di antara keduanya. Saat ini sedang mengumpulkan materi untuk album ke-dua, mulai setor lagu ke aquarius.

Banyak lagu loe yang rada-rada kontemplatif gitu, biasanya untuk mendapatkan inspirasi yang agak dalam kayak gitu apa aja yang biasa loe lakukan?
Formula membaca buku dan diskusi sama temen-temen biasanya yang memancing lirik kontemplatif dalam tema lagu Cupumanik, tapi jujur..gue ga berusaha untuk berwacana atau berusaha ber-kontemplatif dalam lagu-lagu Cupumanik, kebetulan mengalirnya seperti itu aja.

Bagaimana konsep untuk album berikutnya nih?
Musik ga seluruhnya murung dan gelap seperti di album pertama, kita bereksperimen dalam cord mayor tapi tetep hard. Konsep lain terinspirasi lagu world wide suicide-nya Pearl jam, jadi kita mencoba bermain di area rock n’ roll. Wacana lirik di seputar sikap politik, nasionalisme, kejiwaan, religius, gumpalan kemarahan dan kekuatan pikiran.

Apa aja nih yang lagi loe dengerin saat ini?
Belakangan gue lagi simak efek rumah kaca, demo-nya Kaimsasikun untuk album ke dua, padi album Tidak hanya diam, silverchair album young modern, deftones album white pony dan terakhir lagi terpesona dan ber-nostalgia dengan Nirvana.

5. Menurut loe sendiri, musik yang bagus itu seperti apa sih?
Good music is a good music, dari genre apapun itu. Dalam arti musik itu yang lebih dulu berbicara ketimbang image, attitude dan propaganda publisitas yang di lancarkan. Biarkan musik datang menyapa telinga dan perasaan kita tanpa terpengaruh review manapun dan rekomendasi siapapun. Gue respect sama semua musik yang di hasilkan dari akar musikal yang jelas. Musik yang bukan berasal dari trend yang sedang bergulir. Gue yakin saat musisi bikin karya pake hati, biasanya musik yang mereka buat bisa nyentuh hati juga bagi yang denger, gue percaya itu, itu musik bagus menurut gue.

Dari pengalaman yang loe dapat, ada ngga band lokal yang menurut loe bagus, tapi kurang eksposure yang mau direkomendasi?
Kaimsasikun menurut gue, denger demo mereka untuk album kedua-nya gue udah ngerasain kemajuan estetis musikalitas mereka. Wacana lirik yang menarik, keseriusan dari komposisi musik mereka, highly recommended dari gue

last word?
Kita masih di jajah secara ekonomi, ratusan pabrik-pabrik asing yang berdiri, produk asing yang membanjiri, kita adalah jutaan rakyat budak konsumen produk asing. Tapi gue ngerasa berdiri sendiri di atas musik Indonesia, kita udah bisa menjajah Negara tetangga dengan produk musik Indonesia, band-band potensial negeri ini udah bisa di undang main di Negara tetangga. CD dan kaset musik negeri sendiri menguasai pasar musik indonesia. Hidup imperialisme musik Indonesia. Gue bener-bener sudah sesunguhnya merasa merdeka di atas Tanah musik Indonesia.

=========

AKSARA ALAM

song by : che
lyric by : che
music by : che
recording at : studio aquarius pondok indah dan PALU studio

—————————————————————————————————
AKSARA ALAM

AIR SELALU MEMBUAT MU DAHAGA
KARENA TAK MEMBERI APA YANG TELAH KAU PUNYA
CINTAI APA YANG ADA DI BUMI
SURGA AKAN MEMBAWAMU KETEMPAT YANG TINGGI

POHON KEBAIKAN BERBUAH BAIK
BEGITUPUN BIBIT KEJAHATAN YANG KAU BAWA
SABDA ALAM TAK PERNAH INGKAR
BAHASA MEREKA TAK LAHIRKAN REKAYASA

reff :
ALAM RAYA, UNGKAPKAN ISYARAT
RASA MEMBERI ESTETIKA RAGA

SABDA ALAM TAK PERNAH BERBUAT INGKAR
BAHASA ALAM TAK LAHIRKAN REKAYASA

 
icon for podpress  Cupumanik - Aksara Alam: Play Now | Play in Popup | Download (420)

Beautiful Rebel - Navicula

Beautiful-Rebel-cover Navicula
Beautiful Rebel
Electrohell (2007)
7.8

Setelah lepas dari major label, Navicula kembali merilis sebuah album. Yang masih berada dijalur modern rock era 90-an dengan sedikit sentuhan instrument elektronik. Dimana dengan sedikit experimentasi dapat menghasilkan sebuah fusion dari funk, garage, psychedelic bahkan hardcore.

Campuran tersebut menghasilkan sebuah album dengan grafik emosi yang fluktuatif, yang pada satu bagian mereka begitu tenang, dihantam dilagu berikutnya dengan notasi yang agresif. namun hal tersebut justru membuat karakter album ini menjadi lebih ‘jadi’.

Secara konseptual album ini sudah terkonsep dengan baik, hanya perlu sedikit polesan untuk memperkuat karakter lagu-perlagunya. Lagu terkuat di album ini jatuh pada ‘Aku Bukan Mesin’ yang memliki nada-nada agresif dan distorsi yang masif dengan sedikit sentuhan funk. ada beberapa lagu lain yang melodinya mempunyai kans menjadi single seperti misalnya track ‘Merdeka’ yang lebih ringan namun memiliki lirik yang begitu kontemplatif mengenai keinginan untuk menjadi sesuatu yang signifikan.

Secara pribadi saya menyukai lagu ‘Terus Berjuang’ walaupun memiliki olahan lagu yang lebih ‘kasar’, lagu ini mudah untuk di ‘tangkap’ mungkin karena melodinya lebih ringan dan memiliki verse yang dapat singalong “… terueesssss berjuaaang kawan, …..’ ‘…. terueesssss kejar impiannn ….. jangan pernah menyerah….” .

ya betul. jangan lah pernah menyerah kawan.

Sebuah album rekomendasi bagi penggemar modern rock era 90′an dan masih cukup kuat menerima dalam dan padatnya emosi pada setiap lagu disini.

www.myspace.com/naviculabali
navicula.bali@gmail.com

 
icon for podpress  Navicula - Aku Bukan Mesin: Play Now | Play in Popup | Download (237)

Rilisan baru dari Yes No Wave music

jirwin www.yesnowave.com adalah salah satu label lokal favorit saya, karena mereka membagi-bagikan rilisannya dengan gratis. Cukup dengan satu atau dua klik, here we go tunggu beberapa saat (tergantung kecepatan internet kamu) hoopla. Kita sudah mendapatkan nya.

Rilisan mereka terbaru (rilisan ke 11) adalah J.Irwin, yang dulu dikenal dengan Bangku Taman nya. Disini Irwin membagikan singlenya yang berjudul ‘Hymn For A Friend in the Sky’, Sebuah epik sepanjang enam menit yang akan membawa ingatan kita kembali ke masa kejayaan scene Manchester dekade lalu.

Jangan lupa untuk mendownload rilisan lainnya di Yes No Wave, ya walaupun beberapa rilisannya menggunakan kualitas bit-rate yang rendah. but still worth to try to listen.

Berikut ini adalah review yang mereka tulis sendiri di website Yes No Wave:

J. Irwin (bangkutaman, Johnny & The Pistol Heroes) menggabungkan chord blues-nya dengan nada-nada pop yang terdengar sangat tenang dan mengalun seiring dengan story telling lyrics yang dinyanyikannya. Lagu Hymn For A Friend in the Sky terdengar seperti John Squire yang meminjam suara Ian Brown sambil memainkan chord blues rock khas Led Zeppelin. Pada lagu berikutnya ia lebih mencoba memperlihatkan karakter suara dan lagunya yang asli, suatu testimony siapakah ia sebenarnya. 2 track yang ada membawa pendengarnya mengerti, siapakah J Irwin dan apa yang ada di hatinya berikut dengan selera musik yang ia bawakan.
(bagus jalang)

Producer : J. Irwin
Songwriter: J. Irwin
Photographer: “magz”
Cover designer: Irwin & Wok the Rock

All songs were recorded, mixed, and mastered by J. Irwin, between August – October 2007 at Townside Studio
Vocals, Guitars, Bass, Keyboards, and Drums tracking were done by J. Irwin

Special thanks to:
Bayu (the monophones)
Gober (the produk gagal)
Nugie (no it all)

J. Irwin’s Short History
J. Irwin is an Indonesian guitar player with a complete name; Justinus Michael Irwin Ardyanto, born in Surabaya on July 22nd, 1981. Around 1996, he moved to Bekasi and there he started to know and play guitar, both electric and acoustic. at that time, he was also trying to participating in school-bands, unfortunately, it was going nowhere. He used to lock himself in his bedroom and entertain himself with his father’s tape-deck and shitty guitar. in 1999, Irwin moved to Yogyakarta to start his study at Sanata Dharma University. As he was doing his study there, he found lots of talented people who shared the same interests. at this year also he created bangkutaman along with Bayu, Acum (Wahyu Nugroho), and Deni. Later on, bangkutaman found the most definite sound and soul in the famous formation consisted of 3 people; Acum (vocal-bass), Irwin (backing vocal-guitars), and Dedyck (drums). They were really into the Stone Roses and Irwin was heavily influenced by John Squire and other indie/brit-pop guitar hero from U.K. Bangkutaman was known as folk-rock with acid atmosphere of madchester sounds band and Irwin was greatly represent the hard-rock side as he began to explore knowledge about Jimi Hendrix and Jimmy Page. As time goes by, Irwin became the lead-guitar and song-writer of bangkutaman. For 5 years, Irwin and bangkutaman had a great run but when it was 2005, everyone started to see things differently.

J. Irwin left bangkutaman and made a new project called Johnny & the Pistol Heroes. Irwin found psychedelic, blues, hard-rock, and virtuosity guitar style as the basic idea of Johnny & the Pistol Heroes. Johnny & the Pistol Heroes consists of Irwin (Guitars), Oka (Vocals), Gober (Bass), and Ali (Drums). Right now, Irwin is building his own studio called Townside Studio. He also works as a music correspondent for a campus magazine called “Dialogue” belongs to Sanata Dharma University. With his own studio, he makes songs for indie-films by J-Toku Community and also doing his solo project where he actually sings. Irwin also began to explore his knowledge on sound-engineering in his own home-studio which he got from Gembus, Ari Wulu, Kang Narko, and Ojie. Until today, Irwin still locks himself in a room (studio) with his guitar and sound-system, entertaining his mind and soul.

Incubus : Live In Jakarta

March 5, 2008
9:00 pm

INCUBUS
Live In Concert
5 Maret 2008
Tennis Indoor Senayan

details : soon.

www.javamusikindo.com

Ballads of the Cliché: Live at Monik Yard

December 29, 2007
7:00 pm

Ballads of the Cliché: Live at Monik Yard, Bandung, 29 Desember 2007

Kelompok musik Ballads of the Cliché bekerja sama dengan Monik House, Portasound Entertimepop, Frontyard Café, akan menyelenggakaran sebuah pertunjukan bertajuk Ballads of the Cliché: Live at Monik Yard pada tanggal 29 Desember 2007. Monik Yard adalah sebuah kawasan alternatif yang terletak di Jalan Setiabudi nomor 56, Bandung.

Pertunjukan ini merupakan salah satu pertunjukan dari tiga rangkaian pertunjukan yang akan dimainkan band di penghujung tahun 2007 ini. Dua pertunjukan lainnya adalah Thusrday Riot yang dipancarkan ke delapan kota besar di Indonesia oleh Radio Prambors pada tanggal 27 Desember 2007 dan pertunjukan ‘rumah’ di gelaran We Are Pop! Vol. 3 di homebase band di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2007.

Pertunjukan tanggal 29 Desember 2007 nanti akan didukung oleh lima band pop penuh talenta lainnya; Astrolab (www.myspace.com/astrolab8), Summery (www.myspace.com/summeryband), New Ride (www.myspace.com/newridepop), Whisperdesire (www.myspace.com/whisperdesire), dan Tunas Bangsa Symphony (www.myspace.com/tunasbangsasimphony) yang datang khusus dari Purwokerto untuk tur singkat di Bandung dan Jakarta.

Menurut rencana, band akan memainkan set panjang, satu hal yang sudah cukup jarang dimainkan di Bandung beberapa bulan belakangan ini.

“Kita lumayan nggak sabar untuk bisa main lagi di Bandung. Udah cukup lama kita nggak main di Bandung, bahkan ini penampilan penuh pertama setelah kita merilis album Evergreen bulan Agustus lalu,” ujar pemain bas Dimas Ario.

Selain itu, publik lokal Bandung akan bisa menyaksikan penampilan lengkap Ballads of the Cliché dengan delapan orang personil pada tanggal 29 Desember 2007. Sudah cukup lama band tampil di berbagai macam panggung dengan formasi yang tidak penuh. Pemain saxophone Zennis Arrochman sudah dipastikan akan mengambil bagian dalam pertunjukan ini.

Pertunjukan ini adalah pertunjukan gratis, tapi pastikan anda membawa uang lebih untuk membeli rekaman dan merchandise band-band yang bermain di acara ini. CD debut album penuh Ballads of the Cliché, Evergreen, juga akan dijual dengan harga spesial pada pertunjukan ini, seperti kebiasaan band menjual cd mereka dengan harga spesial ketika pertunjukan.

Evergreen dirilis bulan Agustus 2007 yang lalu dan mengambil lagu Feel Free to Feel Lost sebagai single andalannya. Pada bulan Desember 2007 ini, band juga merilis Old Friend sebagai single kedua dari album Evergreen.

Pastikan anda menghabiskan akhir pekan terakhir anda di tahun 2007 ini bersama kami. Sampai jumpa di Bandung! (pelukislangit)

Untuk informasi lebih lanjut tentang pertunjukan, silakan hubungi:
www.myspace.com/balladsofthecliches
contact@balladsofthecliche.com
felixdass@balladsofthecliche.com

MINCING CENTRAL JAVA

December 30, 2007
8:00 pm

30 DESEMBER 2007
MINCING CENTRAL JAVA
@ CITRA MEDIA CIPTA, SEMARANG
11.00
HTM: 5000
ENTRY PLUS CD PROLETAR: 25.000

PROLETAR [jkt]
EDWORD
SUCKEATFRUIT
ANJING GELADAK
SEGARXBUGAR
YUNUS KICKED HER NOSE
MARCHING GOLAS
HIGAIN PROTEST
CORRUPSHIT

www.semarangonfire.net

We Are Pop! Vol. 3: 30 Desember 2007

December 30, 2007
8:00 pm

We Are Pop! Vol. 3: 30 Desember 2007

Pergelaran musik sederhana tiga bulanan, We Are Pop!, akan kembali diselenggarakan pada akhir tahun ini. Tepatnya pada hari minggu, tanggal 30 Desember 2007.

Pada penyelenggaraan ketiga ini, line up acaranya akan diisi oleh Efek Rumah Kaca (www.myspace.com/efekrumahkaca), Ballads of the Cliché (www.myspace.com/balladsofthecliches), Hazel (www.myspace.com/hazelaar), Tunas Bangsa Symphony (www.myspace.com/tunasbangsasimphony), Monkey to Millionaire, Cascade (www.myspace.com/spacycascade), Jude, dan New Ride (www.myspace.com/newridepop).

Pergelaran ini masih juga mengambil tempat yang sama di Hey Folks! Records and Merchandise di Jalan Bumi no. 17, Mayestik, Jakarta Selatan. Acara sendiri seperti biasa, akan dimulai pada pukul 14.30 sore.

Pastikan juga membawa uang lebih untuk mendukung band-band yang bermain di acara ini dengan membeli rekaman dan merchandise mereka.

Acara ini gratis dan tidak ada tiket masuk sama sekali. Sebarkan berita ini dan silakan datang ke pertunjukan ini. (pelukislangit)

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Satria Ramadhan – satriaramadhan@balladsofthecliche.com/ suitcasemail@yahoo.com

Photograph : Konser Skenario Masa Muda

001_header
Konser menyambut rilisnya mini album “Skenario Masa Muda” karya White Shoes and the Couples Company. pada tanggal 8 Desember 2007 lalu. Dihadiri oleh sekitar 500 Undangan acara malam itu di gedung RRI Bandung cukup meriah. Dibuka dengan penampilan Hollywood Nobody.
WSATCC membawakan semua lagu dari mini album tersebut. Ditambah dengan setlist dari album pertama, sebuah cover version dari lagu Cokelat milik Pure Saturday, beberapa atraksi gitar dari mr.Saleh, drum solo theatrikal dari Mr.John dan tari-tarian dari Nn. Sari.

Acara yang menyenangkan malam itu.

001_HoNo
002_HoNo
09_wsatcc
03_wsatcc
04_wsatcc
05_wsatcc
06_wsatcc
07_wsatcc
08_wsatcc

Photograph by : Jae

My Chemical Romance in Jakarta

January 31, 2008
12:00 pm

mcr_press1 My Chemical Romance akan mengadakan konser di Jakarta pada tanggal 31 Januari 2008. Gerard Way dan kawan-kawan diundang oleh Javamusikindo untuk bermain di Plenary Hall Jakarta Convention Center. Pastikan kamu sudah mempersiapkan setelan terbaik kamu untuk meneriakan repertoir dari album-abum mereka.

Festival : Rp. 500.000 Tribune : Rp. 600.000

www.javamusikindo.com
www.jakartaconcerts.com/mychemicalromance .