Monthly Archive for September, 2007

Celebrating Sounds And So Whistle - Superabundance

superabundance cover Superabundance
Celebrating Sounds And So Whistle
Hitheroad (2007)
7.9

Mereka termasuk dari sekian banyak orang yang terkagum-kagum dengan Pavement dan kemudian membentuk band dengan pengaruh Mr.Malkmus dan band semacam Flaming Lips, Yo La Tengo, Sebadoh, Dinosaur Jr dan tentu saja Sonic Youth.

Dan pada saat ini mereka adalah termasuk dari sedikit band yang kemudian dapat bertahan dan terus berkarya menciptakan album. Sebuah hal yang menyenangkan untuk mendengarkan album yang terasa begitu nostalgia ke masa-masa satu dekade lalu.

Hanya saja vokal Dadi tidak dapat menyamai kharisma Mr.Malkmus dan Wayne Coyne yang walaupun bernyanyi dengan gaya malas-malasan namun pasti, karena karakter vokal Dadi yang sudah dimirip-miripkan dengan nya tapi terlalu malu-malu untuk menjadi se-eksentrik pujaannya.

Begitu juga permainan instrumen yang terasa begitu kaku, walaupun sudah memainkan nada-nada ekletik. Terasa begitu datar walaupun begitu banyak noise-noise yang seharusnya bisa lebih ‘menendang’. Sehingga album berkonsep brilian ini hampir saja jatuh ke dalam jurang bersama album-album mediocre lainnya.

Untung saja masih ada track seperti “ Pieter’s Park Zonder Clouds” saya merasakan energi yang begitu masif. Disinilah mereka tampak paling memaksimalkan penjiwaan lagu-lagu mereka yang eksentrik. Sementara itu juga masih ada “Celebrating Sounds” yang terasa begitu tulus walaupun terasa seperti sebuah demo outtakes dari album Wowee Zowee atau Crooked,Crooked Rain cara mereka membawakan lagu ini terasa lebih tulus.

Mungkin pada saatnya nanti mereka akan dapat menjadi begitu eksentrik namun tetap berkharisma seperti orang-orang di Pavement dan Flaming Lips.
(eric)

 
icon for podpress  Superabundance - Pieters park zonder clouds: Play Now | Play in Popup | Download (59)

Navicula live in Ubud

September 21, 2007
9:00 pm

navicula NAVICULA

live at Wunderbar
Pengosekan, Ubud

Featuring :
Sebastian
Will Hammer
Thor
Windu

show start @ 21.00 pm

for direction see the map bellow
naviculamap

Myrrrr : Music Video Screening & Community Gathering

September 22, 2007
12:00 pm

Myrrrr Event Sept ‘07 : Music Video Screening & Community Gathering

myrrrr event

Rumah Buku, Hegarmanah 52
Sabtu, 22 September 2007
15.00 - 21.00

Music Performance :
– Souldelay
– Tranquillity
– Elemental Gaze
– Curah Melodia Mandiri
– Neowax
– Aneka Digital Safari
– Multi narasi Analog

Public Discussion : ‘Scene Musik Elektronik di Indonesia’
Opening Speech By : Gigi & Indra [Souldelay] + Niang [Chainsmokingbastard]

Video Screening :
– Ryuchi Kurokawa
– UFEX
– Aaron Stewart
– I Am Robot and Proud

VJ by Muhammad Akbar
Installation by Yusuf Ismail

Powered By :
– Myrrrr
– Rumah Buku
– Omuniuum
– Deathrockstar
– Prambors Bandung
– Buton Culture 21
– Digily

When I Get My Ears
Video by Toshinori Tanaka
Music by I am Robot and Proud
02:57

Koil Kembali Bersama Kuntilanak 2

September 21, 2007

Koil akan segera membuat videoklip untuk soundtrack film Kuntilanak 2, Jumat (21/09) ini. Bagi kamu kamu yang merasa cukup cantik untuk menjadi talent dalam videoklip ini bisa langsung ikutan. Lowongan terbatas. Daftarkan diri kamu ke god@koil.tv.

koilpasarbaru

Enam tahun berlalu sejak album KOIL terakhir, Megaloblast. Album tersebut masih saja dicari-cari banyak orang sampai sekarang. Band asal Bandung dengan nuansa musik industrial rock ini memang memiliki banyak penggemar setia. Sekarang, mereka kembali bersama Kuntilanak. Rizal Mantovani, sutradara film Kuntilanak 2, kepincut mendengar single mereka, Semoga Kau Sembuh (Part 2), dan mendapati lirik lagu tersebut mempunyai “napas yang sama” dengan film Kuntilanak 2. Di tengah-tengah proses pascaproduksi film Kuntilanak 2, Rizal Mantovani seolah mendapat satu elemen lagi yang semakin menyempurnakan Film Lebaran ini.

Rizal Mantovani pun mengerjakan video klip Semoga Kau Sembuh (Part 2), yang diciptakan oleh Donnijantoro, sang gitaris, dan liriknya ditulis oleh J.A.V., sang vokalis.

“Lagu ini menceritakan tentang sebuah harapan akan sesuatu. Kita sering menganggap harapan itu tidak pernah ada, kalo buat saya pribadi, harapan itu tidak perlu ada, kita gak perlu cemas, jadi kita santai-santai saja, toh semua orang bakal meninggal, dunia juga gosipnya bakalan kiamat, jadi walaupun tidak ada harapan, bukan berarti kita berhenti mengerjakan sesuatu,” tutur J.A.V., yang akrab dengan panggilan Otong.

Mengenai kerja sama dengan Rizal Mantovani, Otong pun menambahkan,

“Beliau adalah salah satu sutradara besar di Indonesia, dan tentunya berpengalaman dalam bidangnya. Kita menurut saja waktu pembuatannya, beliau punya visi dan ide yang cemerlang untuk menyatukan image lagu kami dan film K2 ini”

Uniknya lagi, lagu-lagu untuk proyek album Blacklight Shines On ini sebenarnya ada enam belas judul, namun yang muncul hanya sembilan track saja di dalam album tersebut.

“Sisanya kami bagikan cuma-cuma lewat internet,” tutur Otong. “Kami hanya ingin semua individu yang menyukai musik bisa mendengarkan musik kami dengan tata suara yang mewah tanpa harus punya uang yang banyak.”

Seluruh materi Blacklight Shines On diciptakan oleh Donnijantoro, sang gitaris. Otong, alias J.A.V., kali ini hanya turut campur dalam penulisan lirik dan desain. Semua tugasnya dalam musik dibebankan kepada Adam Vladvamp, yang lebih dikenal sebagai gitaris dan vokalis band KUBIK. Sedangkan Leon dan Ibrahim masih setia pada instrumen drum dan bass.

Berikut petikan wawancara dengan J.A.V., alias Otong, sang vokalis KOIL.

Bisa ceritakan sedikit tentang keterlibatan KOIL dalam film Kuntilanak 2?
Kami senang saja sama film horor. Dan, dari judulnya saja keren banget, bayangin kirakiranya kalo dibikin imagenya ”KOIL K2” pakai gambar kuntilanak yang cantik dan sexi, yah setidaknya keren menurut saya gitulooo….

Kenapa lagu Semoga Kau Sembuh dibagi jadi dua bagian?
Karena lagunya super panjang! Setelah dibagi dua pun durasinya masih sekitar delapan menit. Agak mustahil kalau menjagokan lagu yang durasinya tidak media friendly. Tapi, walaupun mustahil, kami tetap mau mencobanya, buat band ini tidak ada yang mustahil. God bless us.

KOIL juga pernah menyelipkan suara Kuntilanak dalam lagu Mendekati Surga. Pernah punya pengalaman berhadapan langsung dengan Kuntilanak?
Kuntilanak itu kayak apa, kita belom tahu juga. Moga-moga saja seksi!

Pendapat KOIL tentang Julie Estelle dan Evan Sanders?
Beautiful people, lebih cantique dari operasi plastique.

Dengar-dengar, musik KOIL identik dengan musik setan?
Setan ‘kan keren, makanya banyak film tentang setan! Pokoknya, yang “setan-setan” itu enak ditonton, dan lucu-lucu. Sangat menghibur. Semoga semakin banyak film horor yang menyeramkan, semakin sadis, dan kalau bisa pada akhir cerita itu hantunya yang menang!

Bisa ceritakan tentang proses pembuatan album Blacklight Shines On? Berapa lama digarap misalnya ?
Materi lagu sudah dibuat dari tahun 2003. Berkali-kali terbengkalai, dan tidak dilanjutkan proses rekamannya karena saya sakit. Lumayan lama, sampai sembuh total sekitar 3 tahun. Rekaman dimulai lagi sekitar Desember 2006. Album ini direkam di studio kita, di Bandung, dan dikerjakan oleh kita sendiri. Kali ini, kualitas rekaman jauh lebih bagus dari album sebelumnya, karena alat yang kita punya jauh lebih modern. Materi lagu tetap rumit, tapi lirik mungkin lebih bisa dimengerti. Dan untuk album ini, kita disupport oleh Jack Daniel’s. Karena Jack Daniel’s saat ini sedang melakukan campaign dengan tema ”Jack Daniel’s Global Tour” yang mendukung kegiatan-kegiatan musik yang sejalan dengan nilai-nilai/values Jack Daniel’s seperti independent dan authenticity. Dan Jack Daniel’s melihat KOIL sangat sejalan dengan hal tersebut.

Bagian pertama dari album ini sudah dirilis secara resmi oleh KOIL, dan sementara ini sudah ada 9 lagu. Kemudian juga akan dirilis bagian kedua dalam format CD. Apakah yang membedakan bagian pertama dan bagian kedua?
Yang sudah dirilis adalah format .mp3, karena masih lama rentang waktu menunggu CD-nya keluar. Rencananya sih akan rilis di salah majalah Rolling Stone Indonesia edisi November ini. Jadi CD-nya free juga. Di format CD-nya nanti, punya 9 lagu dan 1 hidden track. Kualitas suaranya bisa membuat yang mendengar meleleh dan menguap telinganya, mungkin juga hatinya ikut merem melek gitu! Intinya, format CD dari album Blacklight Shines On punya kualitas rekaman dan suara yang sangat bagus dan tidak ada duanya.

Kalau mau download lagu-lagunya?
Semuanya bisa di-download gratis di website kami, www.koil.tv, tapi saat ini belum selesai. Kita juga berdoa saja agar semuanya bisa terselesaikan sesuai jadwal.

Untuk info lebih lanjut, lirik-lirik lagu, serta gambar-gambar yang menarik lainnya, silakan kunjungi situs deathrockstar.info/koilblacklight

Untuk detail KOIL masuk www.koil.tv dan koilkarat.multiply.com

Banyak fans dan semua yang dekat dengan band kami di komunitas tersebut, terima kasih yaa atas perhatiannya.

Contact
god@koil.tv

SKENARIO MASA MUDA (sold out)

September 17, 2007
7:00 pmto9:00 pm

UPDATE: 200 copy mini album White Shoes and The Couples Company habis dalam hitungan jam di peluncurannya pada hari ini (17/09), namun masih akan ada 800 eksemplar lagi yang akan diedarkan dalam waktu dekat di beberapa kota besar yang masing-masing akan memiliki kode produksi dari nomer 1-1000. Sedangkan untuk produksi massal baru akan dilaksanakan setelah beberapa minggu setelahnya.

Penjahit_Bizar_BW_fix_low2

White Shoes and The Couples Company setelah beberapa waktu harus cukup puas mendengarkan album debut mereka. Akhirnya kita dapat memperoleh sesuatu yang lebih segar, dan itu bukan hanya track di kompilasi… namun sebuah mini album. Berikut ini press release yang dikirimkan bapak Indra Ameng via email.

White Shoes & The Couples Company merilis mini album “Skenario Masa Muda”

White Shoes & The Couples Company mempersembahkan :
mini album “Skenario Masa Muda”
Edisi terbatas. Deluxe version.
Hanya dicetak 1000 keping. Bernomor seri.
Distempel sendiri dari nomer 0001 sampai dengan 1000.

WS e-flyers

Diedarkan oleh Aksara Records dalam bentuk cd. Harga Rp 35.000,-
Mulai hari Senin, 17 September 2007, 200 edisi pertama sudah bisa didapatkan di Aksara Bookstore, Kemang.

Penjualan album secara resmi pada hari Senin, 17 September 2007, akan dihadiri langsung oleh kami(White Shoes & The Couples Company) dari jam 7 malam sampai jam 9 malam di Aksara Bookstore Kemang, Jl. Kemang Raya 8 B, Jakarta Selatan.


Untuk 100 pembeli pertama mini album “Skenario Masa Muda” per tanggal 17 September 2007 di Aksara Bookstore Kemang akan mendapatkan 1 buah pin edisi khusus yang hanya dicetak sebanyak 100 buah.

Produser rekaman adalah David Tarigan dan White Shoes & The Couples Company. “Skenario Masa Muda” berisikan 6 lagu yaitu: Prelude, Super Reuni, Pelan Tapi Pasti, Roman Ketiga, Today is No Sunday, Aksi Kucing. Lagu-lagu dalam mini album ini banyak dipengaruhi oleh musik-musik populer yang ada dalam film-film nasional masa lalu. Selain berisikan 6 lagu, di dalamnya juga terdapat rekaman-rekaman dialog yang pembuatannya terinspirasi dari adegan-adegan yang ada dalam film-film nasional.

Artwork mini album ini kami kerjakan sendiri dengan bantuan dari para sahabat. Rancang grafis dikerjakan oleh *kudaponi(yang tidak lain adalah Nn. Sari & Tn. Rio). Sedangkan Ilustrasi sampul depan adalah karya lukisan dari Nn. Sari.

Edisi terbatas deluxe version mini album “Skenario Masa Muda” berisikan bonus artwork berupa:

  • 1 lembar gambar tempel “Pelan Tapi Pasti” karya perupa ternama: Bambang Toko (Yogyakarta). Bambang Toko adalah salah satu pendiri kelompok Apotik Komik, saat ini masih aktif berkarya dan berpameran, juga bekerja sebagai dosen di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.
  • 3 lembar kartu pos istimewa bergambar photo band di 2 lokasi yang berbeda. Photo di lokasi Penjahit Bizar, Matraman hasil jepretan pasangan photographer muda Ary Sendy & Julia Sarisetiati, dan photo di lokasi eks Gedung PERFINI, Menteng Raya oleh photographer Keke Tumbuan. Kartu pos ini dirancang secara khusus oleh *kudaponi, dan produksi kartu pos ini dikerjakan dengan supervisi dari Irwan Ahmett dari biro disain Ahmett-Salina
  • 1 lembar photo band BW handmade, dicetak sendiri secara manual sebanyak 1000 lembar oleh photographer Ary Sendy & Julia Sarisetiati bersama Nn. Sari di kamar gelap ASIA PHOTO studio di Jl. Kapt. Tendean, Kebayoran Baru, Jakarta. Lembar per lembar photo BW ini juga kami gunting sendiri secara manual untuk mendapatkan efek bingkai spesial, dan juga kami stempel sendiri.

Informasi mengenai pendistribusian mini album ini selain di toko buku Aksara, akan kami kabarkan kemudian melalui mailing list whiteshoesandthecouplescompany@yahoogroups.com, website www.aksararecords.com dan website www.whiteshoesandthecouplescompany.org

Terima Kasih.
White Shoes & The Couples Company:
Nn. Aprilia Apsari, Tn. Yusmario Farabi, Tn. Saleh Husein, Tn. Ricky Surya Virgana, Ny. Apri Mela Prawidyanti,Tn. John Navid.

Informasi & kontak:
Mr. Indra Ameng
(Personal Manager)
+62 818 817548
indra.ameng@gmail.com

whiteshoesandthecouplescompany@yahoo.co.uk
www.myspace.com/whiteshoesandthecouplescompany
www.whiteshoesandthecouplescompany.org

d/a
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya no.6
Jakarta 12820

video from Youtube by Pramborsradio

White Shoes and The Couples Company di Riot 1 Tahun
White Shoes and The Couples Company colongan promo mini album mereka di Riot 1 Tahun. Dengerin aja mereka membawakan Pelan Tapi Pasti di video ini.
03:25

Interview with Adrian Adioetomo

porch face shot Here’s a DRS Interview with the hottest blues talent in the city, Adrian Adioetomo, who has just released his debut album, “Delta Indonesia”, by Ryan Koesuma

What is “Delta Blues” according to Adrian Adioetomo? Can you tell us a bit more about it, how do you interpretate it in your way?

Essentially, to me it’s like a pure expression. Totally deep and cathartic; resonates to some of the deepest feeling of just being alive. Otherwise, the original versions of the early exponents’ sounds like a weirdly-funky avant-garde recording.

Why did you eventually choose Blues as your platform in music? What message do you want to put out to the listeners here?

It’s just something that not a lot of people would want to embrace, for some unknown reason. There’s no “educational purpose” message-wise, but I do want to tease the cliché on how people perceive the blues. Being it’s a powerful and intense music for me, I find it somewhat superficial when people consider it as macho music for jeans TV-commercials or something. Blues matters when you’re in a feeling that not even you could escape.

DSC05704Mod Five records that changed your life?

Whoa.. it’s a tough one.. Each new record that changed my life made the previous one seemingly unimportant. I’ve had “The Best Of Kiss” change my life, so did Slayer’s “Reign in Blood”, Chris Whitley’s “Living With The Law” obviously did, Muddy Waters’ “Library of Congress Early Plantation Recording”, & John Coltrane’s “A Love Supreme” made me change my perception on Jazz. There are lots of other records. I suppose my life change as much as I pay attention to certain music…

Music records that you listen recently?

“Motorcycle Diary” soundtrack by Gustavo Santaolalla, Seringai’s “Serigala Militia”, Keziah Jones’ “Black Orpheus”, Chris Whitley’s “War Crime Blues”.

What song would you like to be in your funeral?

“Rayuan Pulau Kelapa, I don’t know who wrote it, but I have a feeling that I won’t be dead in my homeland.

Seeing the way that you play live, did the devil had any part in it as in Robert Johnson’s story?

No. God, no. I just like to play around with the intensity between the extreme polarity of Good and Evil; God and the devil. You know, the thing that almost always affects our decisions in life. Not that I’m a wise decision-maker, that is..

DSC03761 You’d probably be bored answering this, but I believe a lot of people would take interest in your live setup, would you mind sharing?

Not at all… I got two pickups on my Chinese-made resonator guitar, and both have individual outputs which go to different channels in a Marshall acoustic-amp that I borrow from a friend. My right foot stomps on a piece of board that I’ve equipped with a piezo pickup so it connects either to a DI box or the bass-amp before it goes to the mixing board.

Did you ever get leg cramps stomping on the stomp box all the time while playing?

Initially yes, but I sorta got used to it when I had to play two nights a week in cafés.

Whose picture is it on your guitar neck?

That’s my beloved wife. It’s her idea, but somehow it’s like soul-food for me to always have it on there.

I’ve once bought a previous version of “Delta Indonesia” but lost it somewhere in my room, could you tell me what are the difference between that and the latest version?

Some songs have been reworked, and there are a few songs added while some other songs were taken out. Glad you bought it, though.. It’s like a demo version and you can listen to the way my music develops, if that’s of any importance to you.

Other local blues artist that you’d recommend?

I got one name that I wish people would hear more about: Alfa deFretes. Sometimes he plays the most annoyingly unimportant music you’d want to listen to, but when he plays a blues lick, especially electric slide, you can forget about committing to anything else.

Any last words?

Thank you. And excuse my absent-mindedness.

 
icon for podpress  Adrian Adioetomo - Blues Iblis [4:11m]: Play Now | Play in Popup | Download (266)

 
icon for podpress  Adrian Adioetomo - Lepaskan Anjingmu (Delta Version) [4:11m]: Play Now | Play in Popup | Download (143)

Smiles Waterfall #2

Acara bulanan yang diselenggarakan Portasound, Monik House dan Oz Radio ini kembali dengan konsep new bands, new musics and new fun.

Dibuka dengan DJ segar Akbar dan Rangga sampai dengan band pertama Allison Krausse yang mengingatkan pada Radiohead, Tigapagi yang banyak terpengaruh Simon & Garfunkel dan Kings Of Convenience, Cascade yang begitu segar, 1900 Yesterday dengan konsep retro, dan Annemarie dengan personel barunya.
Acara malam itu ditutup dengan Dj Tonyo dari Sanggar Puspita 1980

Alisson Krause
annemarie
cascade
tonyo

annemarie - the living model

shot at Smiles Waterfall #2

03:47

Monik Monday Breeze

September 24, 2007
3:00 pmto9:00 pm
October 8, 2007
3:00 pmto9:00 pm

Monik Monday Breeze 2007
MONIK MONDAY BREEZE 2007

Breezing with the warmth of the sound with

HOMOGENIC
ELEMENTAL GAZE
Monday, 24th September 2007

OLIVE TREE
CASCADE
Monday, 8th October 2007

15.00 pm-18.00 pm
Monik Yard
Jl. Dr Setiabudhi 56
Bandung

Free Entry

all Monik\’s and Celtic\’s Tee are Rp.40.000,-
or 3 pcs for Rp.100.000,-

Discopunkhead Album Launch

start on venue Saturday 8 July 2008

Gelap datang seiring berjalannya kita menuju jalan dimana pada jaman dahulu kala nama jalan ini sangat peka ditelinga… argh,yah di jalan asia-afrika kita sampai dan di sambut jejeran kendaraan roda dua serta teenagers yang bersiap untuk melihat atau menonton atau apapun lah itu karena malam itu ada gelaran acara bernama DiskoPunkHead yang bertajuk launching atau peluncuran split album dari band yang ber’genre melodic punk yaitu CLOSEHEAD dan DISCONNECTED.

modern mode2 Dalam acara tersebut menampilkan beberapa musisi yang menjadi band pembuka sebelum kedua band di atas menggerayangi panggung. Band yang jadi pembuka adalah Nudist Island dan Modern Mode. Acara di mulai pukul 19.00 nampaknya ga ngaret…lalu di buka oleh Modern Mode yang di dalam adalah salah satu vokalis band kenamaan yaitu Rocket Rockers…yeach band ini di gawangi oleh Al a.k.a Ucay yang mendendangkan musik electronic ala mereka lah pokonya..Cuma sayang, sudah dua kali melihat perform band ini selalu ada lagu yang salah play, tetapi musik yang mereka bawakan cukup menarik dilihat dari beberapa materi lagu yang cukup groovy.

nudist island Setelah penampilan Modern Mode disusul oleh Nudist Island yang kurang lebih membawakan 5 lagu yang bener-bener ga asing banget di telinga dan kerumunan massa mulai berdatangan dari arah pintu masuk dan berlarian menuju most-pit dengan beberapa gerakan andalan dari masing-masing personal.

Sebelum kedua band yang punya hajat tampil..di acara ini di tayangkan dulu video-video hasil mereka live di beberapa acara, dan yang pertama keluar adalah Disconnected. Para pemuda yang sudah berjejal sesak di most-pit makin menggila setelah hentakan loops mulai di dendangkan di sertai sing-along para teenagers yang menganggap malam itu adalah acara mereka.

closeHead1 Malam makin larut dengan demikian penampilan band terakhir pun di mulai…yeach,CloseHead keluar dan membuat suasana nampak makin kacau jika di lihat banyak dari para penonton yang kehilangan telepon genggam-nya…kurang teratur atau apa? Ada yang menarik di akhir acara, CloseHead membawakan lagu terakhinya yang berjudul “berdiri teman” yang juga menjadi salah satu top chat di radio-radio di kota Bandung, pada saat membawakan lagu ini semua pendukung acara serta para panitia naik keatas panggung dan bernyanyi bersama sampai terlihat air terjun mengalir dari mata Lam-lam sang vokalis, mungkin terharu karena seluruh manusia yang ada di gedung tersebut berteriak “berdiriiii temaaaan”.

teenege2 Benar-benar malam yang melelahkan, di temani dingin dan beberapa asap nikotin menuju tempat istirahat…selamat untuk slip album DISCOPUNKHEAD. Salute. (Dimas)

Interview with A Place to Bury Strangers

a place to bury strangers 03 How did you get the name?

Oliver: It is all a crazy story that I do not wish to tell anymore. Maybe someone else somewhere has it down on video?

Some people made a comparison about APTBS to The Jesus and Mary Chain, how about your own opinions?

Jono: They’re an influence obviously. We have noisy guitars and a similar vocal sound but I think that’s where the similarities end. I think this comparison comes from a somewhat idealized view. JAMC songs are more melodic. Our sound is much more aggressive, if JAMC had just released one record, maybe I could understand it a bit more.

Latest records you just buy? And what do you think about it?

Oliver: The most recent records are all old records, some from garage sales and other super cheap sources. I got a huge stack of 45’s the archies, music explosion, shangri-la’s ++ recently for 50 cents a piece the other day. All recent music I hear is from the internet or from friends bands.

Any good records you listen lately?

Jay: Grinderman has really grown on me alot and my best friend a local new york band is amazing.

Do you think MBV would release new records again?

Jay: It would certainly be amazing if they did.
Jono: I heard they were, but I ‘ll believe it when I see it.
Oliver: No.

a place to bury strangers 02 Some sources said that you only release the A Place to Bury Strangers to 500 copy is that true?

Jono: There are more being pressed as we speak.

If it’s true with appraisal from Pitchfork do you plan to release something wider than it was?
Jay: Yes, just wait and see.

Did you read any good book lately? Why did you think is good?

Jono: I’m reading Mother Tongue by Bill Bryson. It’s an amazing book about the English Language. I’m also kind or re-reading a book called An Island Called Smith by Welsh author Jon Gower. It’s about a Smith Island a small Island in the Chesapeake Bay - the only one that is inhabited - that is gradually being lost to erosion. Most of its people live below the poverty line, the book tells the stories of the island’s inhabitants.

Please mention some records that put a lot of influences in your music

Oliver: Xinlu Supreme - Murder License, The Ecstacy of Saint Theresa - Susurrate, The Cocteau Twins - Garlands, My Bloody Valentine - Loveless, Isn’t Anything, Ecstacy and Wine

Jay: Brian Jonestown Massacre - everything, can Anton write a bad song? Ride - Nowhere and Smile, Loz is the man!

a place to bury strangers 01 Please mention 5 records that change your life forever and the story behind it

Jay: Rollerskate Skinny - Shoulder Voices, going to a record store and seeing this record listed as kevin shields brothers band I immediatly bought it, and when i put it on my record player it was unbelievable to hear such beauty in such darkness it really blew me away i think i listened to it everyday for the next two years.

Spiritualized - Ladies and Gentlemen we are floating in space, talk about taking drugs to make music to take drugs to this is an even more perfect example it doesn’t get better than this.

Jono: Cocteau Twins - Garlands, I just remember hearing it for the first time and wondering what it was. I’d never heard anything like it. The guitar sounds the basslines and of course especially the vocals were really mind blowing.

The Sex Pistols - Never Mind The Bollocks, the shock, the excitement and the fucking awesome songs. I still find it exciting now. I think it sounds perfect.

Oliver: The Jesus and Mary Chain - Psychocandy, I found it at a Church Garage Sale, they must have thought it was something religious and when they found out it was not put it with all the gospel records they had for sale. The turntable I had was one of those complete systems that made everything sound super trebly. This record would be listened to me with the headphones on full blast to cure a headache. Nobody I knew at the time was in to anything like this except my buddy Paul Baker who introduced me to the Jesus and Mary Chain. We were unpopular with what seemed to be the likes of the world but the music that we heard made it o.k.

Any last words?

Jono: The treasure’s buried under the…..

A Place To Bury Strangers - To Fix The Gash in Your Head
Music video for “To Fix the Gash in Your Head” by A Place to Bury Strangers. Shot on tour with Airiel in August 2007 and edited by Arturo Valle at Panic Films in Chicago.
06:40
 
icon for podpress  A Place to Bury Strangers - To Fix the Gash in Your Head [3:51m]: Play Now | Play in Popup | Download (282)