Monthly Archive for May, 2005

Float - s/t

Float
s/t

Self release
6.9

3 lagu perkenalan oleh Ronny Hotma Simamora- orang di belakang Float-

lagu pertama akan langsung membawa kita suasana jaman perang revolusi, disebuah klab jazz underground, sebuah band dengan bas betot, topi pet, vest, bermain sebuah lagu berisikan semangat. Tipe tipe lagu yang bisa dibayangkan diputar dengan gramophon

Setting berubah ke pedesaan di suatu sudut peta pulau Jawa, dengan latar sawah sawah, Jazz dengan Sentuhan lagu keroncong dan backing vokal perempuan. Lagu dengan karakter yang bagus, terutama jika kamu memang suka dengan sesuatu yang berbau etnik dan santai.

Lagu ketiga salah satu bentuk paling dasar dari usaha pengindentifikasian Dave Matthews. Terutama di vokal nya, dari segi instrument cenderung lebih poppie daripada Dave. Soul dan groove dari lagu lagu Dave Matthews circa sebelum 2000 tidak berhasil muncul disini. Membuyarkan karakter Float yang terbangun di dua lagu pertama.

Well done dua dari tiga lagu tidak cukup untuk menggambarkan sebuah band secara keseluruhan. Tetapi dua lagu tersebut dapat menjadi semacam langkah awal untuk ke arah mana Float beranjak. Apakah untuk mengeksplorasi sound untuk lebih ke Amerika? Atau mau menjelajahi cengkok musik etnik dengan sentuhan jazz? Asalkan tidak maksa, tidak perlu original tetapi soulful maka Float akan memiliki masa depan cerah.

CP: Meng (0812 807 4047)

Eric Wiryanata, May 2005

Breaking The Roots - Souljah

Breaking The Roots
Souljah

The Offbeat Records
7.0

kerja keras mereka dan pengorbanan mereka tidaklah sia sia demi album ini. Setidaknya 80 % dari kalimat itu adalah benar bagi banyak orang.

Album yang kaya dengan berbagai eksplorasi musik dengan Reggae sebagai dasarnya. Hmm tidak tidak. Ska adalah dasarnya.

Mereka benar benar memperkaya musik mereka, dengan salah satu caranya adalah berkolaborasi dengan musisi lain, 50% isi albun ini adalah hasil kolaborasi dengan Happy Salma, artist can?t sing? Well semua orang bisa nyanyi, bahkan Sponge Bob pun bisa bernyanyi. Begitu pula Happy Salma bisa bernyanyi di Magenta.

Ada Hendrix Rastafara. Dan ada sebuah stand out dari Sundari Soekotjo yang memberi nuansa kroncong yang ternyata cukup nyambung dengan musik Souljah.

Rap rap yang berkarakter mirip Iwa K disumbangkan oleh Soulid.

Eksplorasi ke arah lebih elektronika dance beat didapatkan di track 10&11. dimana track 10nya adalah kolaborasi dengan Bad Mono.

Ditutup dengan lagu yang lebih santai hasil kolaborasi dengan Popok. Yang tampaknya nyaman sekali jika dibawakan secara akustik di suatu sore yang sejuk untuk melepas lelah sambil minum air kelapa.

Secara garis besar album ini seperti disebutkan diatas tadi, memang benar benar kaya.
Secara mudahnya (mungkin gue salah) seperti dapetin Sublime, 311, No Doubt, Asian Dub Foundation, Men At Work satu panggung dengan sesuatu yang lebih tradisional seperti Bob atau Sundari Seokotjo.

Eric Wiryanata, May 2005

The Adams - s/t

The Adams
s/t

Aksara Records
6.0

Weezer? atau Beachboys dengan suara distorsi modern? Atau keduanya digabungkan?

Album ini tidak lebih keren daripada Weezer. Dan itu adalah sesuatu yang jelas. Sehingga ga fair jika mereka berdua dibanding bandingkan, diatas bumi ini juga tidak ada seniman yang senang dibanding bandingkan.

Tapi mau bagaimana lagi, satu album terdengar seperti B-Sides nya Weezer. Walaupun ada part part dengan progresi ala metal (dream theater? Black Sabbath?) Mengapa? Karena sudah tercipta image bahwa mereka adalah secondrate nya Weezer. Sama seperti Ozma, dan belasan band band Weezer wannabe lainnya. Juga karena weezer memasukan unsur metal ke dua album terakhirnya dengan masif.

Tapi hey hey. The Adams tidak berhenti sampai disitu.

Suara vokal mereka tidak maksa. Harmonisasi gitarnya juga patut diacungi jempol. Permainan clean maupun distorted. Dan permainan hook hook melodi nya.

Dan tidak tampak sebagai band yang memang berusaha keras menjadi weezer. Mereka cukup jujur sebagai sebuah band. Dan tidak akan salah sebagai sebuah band jika bersuara mirip dengan siapapun jika disertai dengan konsistensi dan kejujuran.

Karena Weezer pun pernah diawal karirnya membawakan lagu The Beatles. Kamu coba aja dengar The Hollies.
Ray Charles juga pernah dituduh meniru sound Nat King Cole, Kurt Cobain yang tergila gila dengan Melvins.
Tapi jelas mereka tidak berhenti di satu artis yang dikuduskan. Mereka tidak bermain untuk menjadi personifikasi idola mereka.

The Adams juga dengan kekonsistenan tentu juga akan berhasil, coba aja dengarkan permainan melodi yang panjang di lagu ?just? atau lagu ?Glorious Time? yang melodius.

Dan tentu saja lagu ?mosque of love? hidden track mereka.

Top notch

Membeli album mereka bukan keputusan yang buruk, kecuali keadaan uang kamu pas pas-an dan sedang bersiap menabung untuk membeli album Weezer yang akan segera rilis.

CP:0812 812 5992 / 0815 936 5494

Eric Wiryanata, May 2005

Love and Turbo Action (Yellow & Silver) - Goodnight Electric

Goodnight Electric
Love And Turbo Action (yellow)
8.2
Love And Turbo Action (silver)
8.9

HMF Records

bukan sesuatu yang baru namun tetap menyegarkan. Bukan hal yang standar namun menyenangkan.

Kekurangan utama di album ini bisa menjadi kekuatan utama album ini, adalah kekakuan semua pattern pattern lagunya karena kemungkinan ?ditulis? menggunakan program midi.

Di satu sisi membuat pendengarnya berada dalam kostum robot kardus dan tidak mudah bergerak karena pattern lagu dan beat nya kaku.. Di sisi lain hal tersebut justru yang membuat album ini unik.

Kekakuan tersebut dicairkan dengan dua vokalis yang bernyanyi lembut, dan lafal yang cenderung nyaman didengar.

Perpaduan antara program kaku mesin robot dengan sisi manusiawi. Seperti film film sci-fi awal 80-an yang bertemakan robot yang menginginkan memiliki perasaan manusia.

Semua lagu mulai dari track pertama ASTUROBOT sampai dengan We?re going to the star bertemakan Science Fiction. Mungkin jika ada sutradara yang berminat dan cukup kreatif dalam menerjemahkan album ini. Maka akan da sebuah film sci-fi kelas B yang trendy di kalangan anak anak muda jaman sekarang.

Secara keseluruhan album ini menyenangkan untuk didengarkan. Dan bisa dijadikan sebuah milestone penanda suatu masa dimana di masa itu sempat ada wabah new-wave kembali dan segerombolan orang berambut mullet trendy dan menyukai (baik secara sadar maupun ikut ikutan ) musik semacam The Cure, Depeche Mode, Devo atau Postal Service

Dan ditengah tengah masa itu ada laki laki dengan gaya robot robotan dan perempuan bersense fashion yang baik membuat sebuah karya musikal elektro pop manis yang mudah diterima.

Kemudian akan ada sekumpulan anak anak muda yang mengklaim menyukai Goodnight Electric.

Jika kamu belum sempat membeli album yang berwarna kuning. Maka ngga salah kamu membeli yang berwarna perak, karena 4 lagu remix tambahannya tidak seperti sebuah remix ?tempelan? semata. Tapi dapat dikatakan memperkaya musik Goodnight Electric menjadi variasi yang menyenangkan. Kecuali kamu kolektor maka memiliki keduanya adalah tidak masalah.

Seperti remix dari The Adams yang seperti mengawinkan tipikal musik The Adams yang dinamis dan berisikan layer layer backing vokal dengan GE.

Begitu juga dengan Ape On The Roof dan Oreo.

Dan bayangkan juga sekumpulan orang berbaju warna warni pastel, wristband dan headband, berdansa menggunakan sepatu roda. Bersama Foundation Mix.

Eric Wiryanata, May 2005

Digital Bivision - s/t

Digital Bivision
s/t

Napi Records/ K Records
4.5

Marylin Manson band dengan make-up, attitude kegelapan, lagu lagu yang keras tapi mudah dicerna.

Digital Bivision menyukai Marylin Manson, mencoba memakai make-up, dan membuat musik keras yang diharapkan mudah dicerna.

Tidak adil membandingkan DB dengan MM? Kita coba bandingkan dengan band lokal.

Koil band indie yang sukses menjual beberapa puluh ribu albumnya, menggunakan stelan gelap, menggunakan lagu lagu keras yang mudah dicerna, sering mengambil lirik dari kitab suci ataupun lagu lagu band lain. Juga sering dituduh sebagai MM indonesia atau NIN indonesia, walaupun mereka seringkali tidak setuju.

Digital Bivision adalah band indie yang belum sukses secara komersial, menggunakan stelan gelap, menggunakan lagu lagu keras dengan usaha memberi tekanan emosi, beberapa lagunya juga menggunakan lirik dari kitab suci.. dan akan dituduh sebagai penjiplak MM.

Tidak ingin dibandingkan?

Terus terang album ini sama sekali bukan type type album yang bakal bertahan lama diputar lama lama di player saya. Dan buka hanya saya saja yang berpendapat demikian.

10 orang. 3 orang penggemar Marylin Manson, 2 orang adalah penggemar semua musik metal, 1 orang penggemar Koil. 1 orang media mainstream lokal, 3 orang gigs goers.

Dan hasilnya saya baca bahwa si orang media mainstream lokal itu memuji habis habisan di majalahnya.
1 orang berkata : lumayan.
1 orang lagi ni band kayaknya live nya oke nih, suruh dia maen dong.
4 orang berkata ? band apaan ni? Marylin Manson wannabe ya?

Sisanya. ?bikin geli kuping, eui, matiin dong.,.. ngomong ngomong loe dah dapet album NIN yang with teeth? Sama gue ngopi Marylin Manson lagi dong,?

Berarti memang selera setiap orang beda beda, di satu sisi orang akan memuji habis habisan apa yang bagi orang lain adalah penghinaan terhadap seni.

Tapi semua akan setuju bahwa band ini benar benar menyukai Marylin Manson, hanya saja vokal nya seringkali tidak berhasil mempertahankan karakter suara MM wannabenya. Dan juga akan diakui bahwa aransemen (beberapa) lagu mereka keren tetapi dengan harapan bahwa vokal yang sangat ingin menjadi MM itu dimodifikasi.

Disadari juga kalau tulisan diatas memang tidak jelas arah juntrungannya. Maka itu kita akhiri sampai disini saja.

CP: 0818648150

Eric Wiryanata, May 2005