From the monthly archives:

April 2004

The Bahamas
Why Not E.P.
Soda Music
6.0

punk lagi poppunk lagi, so last year? Or even so last couple years ago?

Menurut gue ngga. Karena gue bukan tipe tipe orang orang yang hanya mendengarkan musik hanya saat trend.

Apa yang hebat dari band ini? Yaitu Saat band band lain yang berawalan ?the? dan berakhiran ?s? sedang membuat orang orang ajojing dengan garage rock ataupun discopunk nya. The Bahamas tetap menghibur dengan bermain PopPunk. Kenapa gue masih nyebut ?musik punk? padahal dimedia lain band ini cenderung disebut ?Rock Ceria?/?rock hedon?… paling mudah gara gara genjrengan gitarnya itu ala lagu lagu punk yang pernah gue denger…jadi yah gue pede pede aja nyantumin punk. dan gue ga bermaksud untuk nyampur nyampurinnya dengan falsafah punk klasik.. ini hanya secara model musikal…

Tapi mereka masih menggunakan prinsip DIY dalam produksi album ini. Soda Music yang notabene adalah team manajemen The Bahamas yang secara ga langsung menyebutkan bahwa album ini adalah self release dan self release itu termasuk termasuk dalam kegiatan yang ?Do It Yourself? sip

Cukup tentang itu, ayo kita lanjut ke musik. Setelah dua e.p tanpa satu album penuh pun. The Bahamas memperkuat karakternya di dunia PopPunk dengan vokalisnya Xonad yang bersuara agak sengau dan tigaperempat cempreng, (kalau kata review di sebuah majalah ada kedalaman juga dikecemprengannya, dan gue sih setuju setuju ajah) karakter vokal itu menjadi kekuatan atau ciri khas The Bahamas, karena dari bunyi bunyian yang lain tidaklah muncul satu keistimewaan apapun.

Dari lima lagu ada satu lagu yang kayaknya ga nyambung dengan lagu lagu lainnya yaitu ?sex and money?, mengapa? Ia berbahasa Inggris sementara yang lainnya berbahasa Indonesia, (ada satu berjudul ?why not? tapi ternyata berlirik Indonesia?) Sementara secara keseluruhan, gue kayaknya berhasil menemukan sebuah rumusan untuk e.p ini PunkPopKreatifIndonesia

PopKreatifIndonesia. Musik Pop Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda dengan musik pop negara lainnya, terutama disebabkan oleh logat bahasa Indonesia yang khas,. Dan Popkreatif itu salah satu jenis pop yang biasanya menggunakan susunan nada yang ga lazim, sehingga ada variasi dan nada nada yang lebih ?bermain?.

Jika diberi dan disusun sedemikian rupa dengan komposisi genjrengan ala musik Punk dan distorsi gitar, maka terciptalah musik The Bahamas.

Sebenernya ga enak nulis paragraf tadi, tapi untuk kepentingan dan lebih mudahnya mendeskripsikan lagu lagu mereka, mereka berusaha menciptakan variasi ditiap lagunya, sehingga tiap lagu memiliki ciri yang berbeda, misalnya di ?sex and money? yang cenderung lebih keras dan lebih banyak teriakannya, serta paduan suara backing vokal dengan teriakannya, semuanya sangat terasa feel rockabilly (uhm SID? No, this is The Bahamas mister)

?Matahari? beat yang lebih ringan, dan santai, enak buat goyang badan di pantai sambil ngeliatin orang surfing atau orang berjemur. ?Mimpi Basah? kenakalan lirik eksplisitnya mengalahkan Jamrud, lebih mirip PopPunkRockAlternatif dengan beat yang cepat. Ngedengerin ini kayak lagi kebingungan gara gara celana nya basah oleh mimpi indah semalam, tapi karena keasikan dan akhirnya mengklaim diri sebagai laki laki normal sejati, maka ia pun membanggakan diri dan bercerita kemana mana. Dan dengan bangganya berteriak ?mimpi, mimpi,mimpi basah lagi….?

?why not? diawali melodi melodi sendu.. baru kemudiann beat drum dan distorsi gitar masuk… oh no… this song is so ?emo?, sangat nada nada popindonesia (awal awal base jam?, Dot?) ?karena kau bukanlah satu satunya yang ada dalam hidupku…? ? kau adalah kekasih teman baikku…?

?saat berpikir? kok gue jadi inget sama Base Jam? Waduh…. bukan maksud menghina… cuma emang nih otak gue agak agak nakal, kenapa nama Base Jam yang keluar yah? Mungkin gara gara teriakan ?temukan jalan hidupku? yang kalo dikasih sedikit backing vokal, akan sangat duo vokalis Base Jam itu…

nada nada pop yang dipakai menjadikan tiap tiap lagu hanya menjadi lagu PopPunk biasa.. tidak ada yang benar benar mendobrak. Malah hampir sama dan sejajar dengan musik musik band PopAlternatif Indonesia yang ada sekarang. Hanya mungkin The Bahamas sedikit lebih enerjik. Seenerjik Base Jam dialbum pertamanya… tentu saja ditambah distorsi

padahal Xonad, Andry, Chandra dan Dendy bukanlah orang baru di dunia musik… mereka sudah eksis didunia musik ?underground? bahkan sebelum The Bahamas ada.coba aja baca sleeve nya kompilasi ?:ticket to ride? pasti ketemu nama nama mereka… mungkin cuma untuk menceriakan, dan mempermudah orang lain untuk mencerna lagu lagu mereka…

tapi sama sekali ga masalah mendengarkan album ini, apalagi jika kamu kolektor PopPunk/melodicpunk/emopunk lokal..dan kamu harus tau bahwa semua yang ada unsur pop nya itu sangat mudah dicerna dan dinikmati,,. this one is so local. So why not?

Contact: Soda Music Management 0815 623 1617

Eric Wiryanata, April 2004

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks

{ 0 comments }

La Luna
Menanti Pagi
Bulletin
7.4

La Luna kembali dengan nada nada mellow dan nuansa nuansa suara masa retro yang memang sudah menjadi ciri khas mereka.

Album ini memiliki kualitas yang dapat dikatakan berkembang sejak album terdahulunya yang tidak lebih dari album mellow yang dipaksakan melankolis dimana album album tersebut cuma gue putar dua kali, karena bosan.

Cuma gue rupanya tertarik untuk membeli album ini, cuma gara gara videoklipnya yang lucu dan lagu ?selepas kau pergi? yang terasa lebih dalam dari sekedar melankolis menye menye.

Jadilah gue miliki album ini, dan ternyata tidak terlalu mengecewakan. Di album ini mereka memberikan kualitas yang lebih berbobot kepada lagu lagu mellow mereka. Sehingga tidak terjebak terlalu dalam kepada melankolis semu.

Semua aransemen disini terasa sudah tahu bagaimana mereka saling menyempurnakan dalam sebuah lagu. Tanpa ada yang berusaha menjadi yang paling menonjol dan tanpa ada yang menjadi yang terbelakang. Termasuk backing vokal dan beberapa bunyi bunyian yang diciptakan.

Dan dalam susunan instrument yang ada dapat menciptakan sebuah lagu yang berkesan sederhana. Dan semua lagu disini juga dapat dikatakan berada dalam susunan yang sudah cukup baik, sehingga urutan urutan cerita yang ingin dibangun dapat berjalan dengan runut.

Lagu lagu manis manis ini dibuat bervariasi dari yang bernuansa sedih karena diputus cintanya sampai bahagia nya jatuh cinta lagi, sampai kebingungan menentukan antara memilih cinta atau memilih pelarian.

Yang cukup membantu adalah sisipan gaya gaya Jazzy dalam beberapa lagu lagunya sehingga kemonotonan yang ada dalam album terdahulunya, dapat terhindarkan disini.
Entah mumgkin karena kesubjektifan yang ada, gue bisa suka album ini karena kesederhanaan yang diberikan dan vokal nya Manik yang lembut juga cukup menolong. Dan tentunya karena pembangunan suasana dari pengolahan sounds retro tetapi tetap modern.

Eric Wiryanata, April 2004

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks

{ 0 comments }

Epic Symphony – Homogenic

27 April 2004 Reviews

album ini bagus. secara musikal sangat top dan lebih hebatnya lagi karakter yang sudah terbentuk sejak debut album ini.. musik mereka sangatlah Homogenic, ya walaupun masih ada rasa rasa dari para pendahulu elektro pop with female vocal seperti dubstar, everything but the girl (ebtg). Tapi musik Homogenic memiliki kedalaman nya tersendiri yang hanya bisa didapat di album ini.

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
0 comments Read the full article →

Secret Warehouse – DOM 65

27 April 2004 Reviews

setelah beberapa album dan beberapa kali rombak personel. DOM 65 kali ini muncul dengan konsep album yang berkarakter lebih mantap.

Waktu mendengarkan album ini, terus terang gue kebingungan juga untuk mendeskripsikan musik mereka.

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
0 comments Read the full article →

Supercilious of Her – Superabundance

26 April 2004 Reviews

halo semua apa kabar? Perkenalkanlah band Superabundance dengan lagu lagunya yang yeah yeah..

maksud saya benar benar yeah yeah dalam arti positif, bukan mengejek.. ucapkan yeah yeah dengan mata berbinar karena mendapatkan sesuatu yang segar disini. Dan benar segar.

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
1 comment Read the full article →

Interview with Rocket Rockers’s Ucay

25 April 2004 Features

Setelah Superman is Dead dan Burgerkill, kini Rocket Rockers sebagai band yang juga memulai karir dari jalur indie melebarkan sayapnya dengan salah satu major label terbesar di Indonesia? kita baca saja interview sangat singkat tentang album terbaru mereka nanti dengan Ucay sang frontman dengan aksi panggung atraktif?. By Eric Wiryanata.

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
7 comments Read the full article →

Interview with The Jadugars

4 April 2004 Features

Kamu suka memperhatikan video klip yang diputar di televisi? kemudian melihat nama sutradara nya adalah The Jadugar.. sebagian besar video klip yang mereka hasilkan memang benar benar layak diacungi jempol. Dan dapat menyegarkan mata dengan video vdeio yang kreatif?. Berikut ini perbincangan singkat dengan mereka semoga dapat memberi inspirasi kepada para calon sutradara muda.By Eric Wiryanata

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
3 comments Read the full article →

Interview with The Brandals

4 April 2004 Features

Siapa yang ngga tau The Brandals? Yup? inilah interview dengan The Brandals. Interview written by Marcel Thee & Eric Wiryanata

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
81 comments Read the full article →