From the monthly archives:

July 2003

Sebuah interview via e-mail dengan Al Ucay, vokalis band Rocket Rockers. Dipersembahkan dengan bangga ke hadapan anda oleh Eric Wiryanata.

Sepenting apakah image pada sebuah band?Apakah lebih penting dari musiknya sendiri?
Sepenting semangkok baso tanpa sambel atau pizza tanpa saus sambel. Bayangkan baso atau pizza tanpa sambal, rasanya akan ‘flat’ dan nggak ada yang menendang emosi untuk memakannya. Ya paling kalo dimakan rasanya akan gitu-gitu aja dan mudah lenyap dari pikiran. Begitu juga dengan band, gue pribadi ga mau band hanya flat dan tidak memberikan berkas/ingatan apa-apa ke orang lain. Untuk seukuran rock, attitude itu penting..sebagaimana jelimetnya skill tapi kalo attitudenya ga nembak, wah susah juga diingetnya. Itu yang gue rasakan setelah hampir 8 tahun mendokumentasikan acara-acara ‘rock/underground/bazzar’ pake handycam butut sampe akhirnya ilang. Yang gue dapet dari pengalaman gue ya itu, attitude bisa menyihir pola pikir sesorang. Untuk musik, memang jangan dilupakan juga, musik juga tetep no.1 dan harus terus progres dan inovatif.

Diperhartikan dalam beberapa show RR, seringkali Ucay memamerkan pantatnya kepada penonton. Apakah maksud dari perbuatannya tersebut?
Mungkin bukan memamerkan, tapi memberi simbol aja. Ya itu tadi, semua ini karena attitude. Mungkin dengan memperlihatkan pantat gue, band gue bisa lebih menjual hahaha…!! Pantia acara dihadapkan pada 2 pilihan; undang band ini karena aksi ‘pantat’nya atau jangan undang band ini karena aksi ‘pantat’nya karena menyebalkan. Itu saja. Jadi aksi itu ada unsur tes psychology-nya juga untuk membaca pandangan orang terhadap RR…hehe. Sampai akhirnya aksi itu banyak band yang menjiplak, dan gue mulai malas untuk melakukannya lagi.

Apa yang akan RR lakukan apabila mendapat tuntutan dari penerbit kamus Bahasa Inggris, karena telah mengutip isinya sebagai nama band?
Haha,…kami akan bawa kepengadilan! hahaha…siapa tau perkara ini berhubungan dengan pengadilan di Inggris, kan kita jadi bisa ke Inggris tuh! Ketemu sama pakar-pakar new wave disana…haha

Apa saja proses yang dilakukan oleh RR dalam menciptakan sebuah lagu.
Prosesnya ngga ribe2 amat sih. Hanya tinggal masuk kamar, kunci, ambil gitar dan teriak2 atau nyanyi asal-asalan sampe nemu nada yang bagus, baru rekam ke walkman. Abis itu persentasikan ke band, sampai akhirnya perang urat! Ya, perang urat soal keinginan dan idealis. Nah, biasanya lagu menjadi fix karena perang itu, ketidak setujuan akan fix-nya lagu itulah yg menjadikan lagu itu direkam. Maklum 5 otak, 5 aura dan 5 idealis…anjist!! susah!!

Apakah RR akan terus berusaha membuat sesuatu yang lebih segar,. Ada teknik khusus untuk membuat sesuatu yang fresh?
Secara teknik mungkin ngga ada. Kita hanya berusaha progress. Membuat sesuatu yang sama terkadang menyebalkan juga. Makanya kita ga mau terpatok. Kita memang meng-klaim sebagai band College Punk yang intinya hanyalah buat keren-kerenan aja. Tapi kalo soal musik, yeah! kita punya ramuan sendiri dan kembali kepada 5 otak tadi. Setuju tidak setuju. itulah yang bikin kita fresh: Terus ada perdebatan!. Ada yang didebatkan berarti ada yang dibuat kan?

Apa saja Pengaruh terbesar RR dalam berkarya? *Pengaruh terbesar dari musik:
-Aska: dulunya dia punya band grindcore, dia penyuka Pearl Jam sampe sekarang dan dia punya pengaruh besar juga di RR.
-Ucay: gue lebih ke suntikan attitude band. Soal musik…arrgghh! gue bebas bersyarat! Paling cerewet sama musik RR hahaha..
-Bisma: Dia dibesarkan oleh lingkungan punk!
-Lope: Lebih indie rock dan ugal-ugalan.
Influence: Pulley, Lagwagon, A-ha, New Order, Devo.
Pengaruh lain: Film, Girls and Money… (money? yeah..bales e-mail ini juga pake money kan? hehehe)kenapa lagi si ucay teh? hahaha…

Bagaimana cara loe menyikapi label band ?punk? pada RR saat ini? Apakah akan menjadi adil apabila RR dibandingkan dengan band band seperti April Lapigne, Busted yang notabene lebih manis? Mengapa?
Label ‘band punk’ pada RR? Hmm…sebenernya males juga sih ngebahas hal ini. Tapi mending gini aja deh: Punk itu sendiri yang gue liat hari ini ada 2 hal, yang satu kemasan attitude yang menyangkut dandanan, perilaku, musik (lebih kepada kemasan). Yang satu lagi lebih kepada movement..ada yang into politics, kemanusiaan dan mendalami punk lebih ke personal dll. Kalo kita lebih ke enjoy, enjoy disini lebih ke gimana kita aja! selama orang ngga rugi-rugi banget sama kita, ngga papa kan? Disebut punk kita seneng2 aja, ngga juga enjoy kok. Yang jelas kita tetep punya kontrol dan tau apa yang harus kita lakukan dengan RR. Toh lirik kita juga macem-macem, enjoy-nya ada, pergerakan/movement-nya juga ada…ya balance lah,..ngga cinta-cinta amat deh. Masalah adil apa ngga dibandingin ama Neneng April atau Akang Buset, wah itu ga adil! hahahaha…perjuangan kita lebih susah dari mereka dan kita lebih keren ah dari mereka! haha…

Apa RR ada rencana untuk Go Internasional? Langkah apa saja yang dilakukan untuk mencapai reputasi pengakuan Internasional?
Go International? Hmm..Jelas! tahap untuk ke arah sana. Propaganda kita dulu seperti apa. Nah, untuk sekarang kan RR sudah menjalin hubungan kontrak dengan Volcom dan Electric hampir 2 tahun, dan mereka cukup membantu mengenalkan kita ke dunia Internasional. Kita sudah dikenalkan kepada band-band yang berada di bawah bendera Volcom Entertaiment di USA dan band yang pernah di endors seperti Pennywise, Strung Out, NOFX..mereka setidaknya sudah mengetahui keberadaan RR di Indonesia dan mereka memberi respon positif, juga cukup mendukung kita untuk terus berkarya. Nah, tinggal dari RR-nya propaganda-nya seperti apa? Kita sendiri sekarang masih kewalahan masalah money dan untuk mendapatkan hasil rekaman yang ‘nyaman’ di telinga bule. Tapi kita terus usaha lah,…debat terus!! haha. Oh iya, kita juga sekarang sudah masuk kedalam SODA MUSIC DEVELOPMENT, suatu badan yang menangani management (keuangan, merchandise,stage,label), friendsclub dan propaganda newsletter. SODA MUSIC DEVELOPMENT berisikan; Robin Malau a.k.a Low Robb (ex-Puppen), Chaerul (Guitarist-NoinBullet)dan Tommy Prahara. Mereka sebenernya ingin mewujudkan tata management yang sebenarnya dan profesional (seiring dengan pengalaman mereka makan asam garam tentunya). Semua ini kemajuan bersama. Dan propagandannya adalah mem-blurkan masalah tentang indie, major, minor atau underground. Biarin ajalah, karena musik adalah musik dan kita harus enjoy didalammnya. Jangan sampai karena kita indie atau kita major atau kita u.g, tapi kita ngga enjoy didalamnya,..wah males kan? Makanya diblurkan saja…

Band yang termasuk kedalam SODA saat ini adalah: Burgerkill, Rocket Rockers dan The Bahamas. Siapa tau SODA juga bisa membuat propaganda sampai ke Internasional,..who knows…

Cita cita terbesar apa yang dimiliki oleh RR?

Bisa membuka konser NOFX!! hahaha… Kalo cita-cita lokal mah, yah,…bisa beli rumah sendiri, studio sendiri, bikin label sendiri, istri dan tour-tour juga propaganda terus ke luar nagri!

Bagi bagi ilmu teknik menyanyi loe donkCay.
Arrgghhh…ga ada teknik! kalo dibandingin ama band-band lokal lainnya yang serupa, gue termasuk yang agak buruk…atau paling buruk? entahlah yg jelas, gue ga pernah puas ama vokal gue. Gue lebih prefer kepada nyanyi asal keluar ludah. Makanya gue ga mau les vokal, takutnya jadi lembut,..hmmm

Seberapa pentingkah keberadaan fans? Dan dimanakah RR meletakkan posisi Fans dalam proses bermusik RR?

Fans?..Oh my God,…sejak awal kita enggan menyebut mereka fans, maka dari itu kita membuat rocketrockfriends, yah..sarupaning (semacam) “Sobat Padi” gitu lah! hahahah… Kita meletakan posisi mereka sebagai nyawa kami. Lagian siapa yang mau beli merchandise kita atau mau ngedengerin kaset kita selain mereka. Klise memang. Tapi emang gitu lah,..yah..keun weh…hehe

Dengan lebih terbukanya market terhadap musik indie sekarang-sekarang ini, apa lo rasa ini akan lebih baik untuk scene independent secara umum atau malah melonggarkan filter untuk band-band yang mediocre/pas2an untuk lolos?
Wah-wah,..berat nih,..hehe. Ya itu semua kembali kepada kontrol masing-masing, biarpun indie kalo kitanya ga punya kontrol ya sama aja gendeng. Kontrol disini dari segi musik/band yang akan kita bawa. Kalo untuk masalah filter tentang band pas-pasan wah gue ga ada ide. Soalnya kalo band pas-pasan itu mo ngerilis sendiri gimana? ga ada yang larang kan? toh semua yang pas-pasan itu adalah proses menuju yang ngga pas-pasan. Apa lagi RR, dulunya pas-pasan berat..ada kok rekaman latihan kita dulu,..anjist..ga layak dengar! sumbang semua! Tapi sekarang, lumayan lah.. ngga segitunya banget. Intinya: kontrol masing-masing dan jalani prosesnya!

What is your most intoxicant on your musical experience? Saat manggung atau menulis lagu.
Intoxicant? wah,..wah,..gue goblok amat ya ga tau artinya. Sorry, gue cukup bingung nih sama pertanyaan ini (aduh..malu nih, bodohnya saya). Yang jelas dalam menulis lagu kita cuma berusaha “sedikit jujur” soalnya kalo jujur, bullshit banget,..pastilah ada influence/sesuatu yang ingin ditiru. Pernah juga depresi gara2 bikin lagu susah dan ngga kelar2. Kalo manggung, gue berusaha mengeluarkan soul yang ada…lepas aja gitu. Ketakutan untuk dilemparin atau dibenci atau ga ditanggap sudah ngga ada sekarang,…kalo dulu masih sih. Kalo sekarang mah, keun weh! (biarin ajalah!)

Lagu terbaik RR adalah.?

Kalo gue pribadi: “It’s Just Another Holiday” (soalnya gue ngerasa orisinil pas bikin lagu itu)

Band yang gagal adalah band yang ?

Band yang ngga punya kontrol, attitude dan ngga niat (numpang sana-sini mulu,…cari job sendiri lah! Ngga usah manja..huhu)struggle man!

Rekomendasikan band-band lokal yang menurut loe layak untuk mendapat perhatian lebih.
Wah, bingung juga euy,..but i’ll do my best:
-The Upstairs (That’s my man! New Wave!)
-Full Of Hate (wah tua amat, tapi gue sayang ama band ini)
-Disconnected (seharusnya mereka lebih bergerak)
-Electric Youth (band selingan gue, disco,emo-new wave)
-Shaggy Dog (Ngga ada duanya!!)
-Sajama Cut (cool di recording, tapi dari segi live kayaknya butuh sedikit pembenahan)
-Homogenic (seharusnya band ini menyajikan yang lebih ‘aneh’ lagi dari sebelumnya)

Ada saran kepada band band indie lokal
yang baru memulai debutnya? *Propaganda-nya di perganas!!

Setelah membaca DRS Webzine. Apa pendapat loe sebagai pembacanya? (kritik, saran dan pujian)
Kritik: Hmm,..untuk review udah bagus, tapi apa ya?…sebagian ada yang masih gimana gituh,..eh,..ya agak gimana aja gitu..hihi…susah neranginnya.

Saran: Propaganda terus!

Pujian: Niat berat! pol!! bravo !!

thanks

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks

{ 0 comments }

An Interview with The New Year. Brought to you by Marcel Thee for DRS Webszine.

Due to the limited distribution of records to Indonesia, only a select few here have had thechance to listen to your records fully, both from Bedhead and especially The New Year. How would you go about introducing or explaining your music to unfamiliar music fans who might have only heard 1 or 2 songs?

I would say the rest of the songs are in the vein of the one or two songs that this hypothetical fan has already heard. Or I would find some other smart-ass way out of your question. Most musicians I know hate describing their own music. I’d rather go streaking at a public sporting event.

What?s the biggest difference in approach, writing for Bedhead and the New Year?
If you had asked that right after the first New Year record was done I would have said that songs for the new band tended to originate on drums, with the guitar parts coming later. It wasjust the opposite for Bedhead. But I think now after just havingrecorded the second New Year record, which has more songs on it that began their lives with guitar, I’d say on balance the song writing method forboth bands is the same. Lyrically the approach has been even more consistently the same.

Why the name the New Year?
Bubba came across it in print and liked the way it looked.

How did you choose the other members of the band?
After Bedhead broke up Bubba and I gave up on the idea of having another band. But we both kept playing music and eventually got to the point where we wanted to record another record. Neither one of us could imagine making a record without playing live, so we thought maybe we should get a live band together, and that thought quickly led to me thinking that, although I play drums, I would rather have someone else play drums on the record we were gearing up to record.

My first thought was to call Chris Brokaw. He had been afriend for years, he lived in Boston, where I lived and still live, and I had a suspicion that he might want to play drums again since for thelast decade–this was around 1999–he had mainly been playing guitar. We naturally realized that we also needed a bass player, and our friend Mike Donofrio came to mind. Mike lives in New York, but New York and Boston are close enough that Mike, Chris, and I were able to get together and practice a few times before recording the record. So really we went from not wanting a band, to wanting a live band, to assembling one that ended up recording the record. Peter Schmidt from Dallas was always our choice for third guitar. He had been the unofficial sixth member of Bedhead–”Substitute Scmidt”–filling in for Tench when Tench was working in Russia. We’ve had a rotating cast of sixth members, I think more sixth members in all than the permanent five. Andy Cohen from Silkworm, another longtime friend, was the sixth on a two week US tour. And more recently Josh McKay from Macha, who we’ve known since we were in junior high school, has been the sixth, playing keyboards, guitar, and random percussion.

Was it due more to their skills or were you friends with most of them?
It was both. We would be friends with every one of these guys if we didn’t play with them. In fact we were friends with all of them before we all started playing music together. But we’re blessed in that Chris, Mike, Peter, Josh,(and Andy) are all stunningly good at what they do. Playing in this band is almost effortless. Bubba and I fret for weeks before we play a set of shows or a tour, worrying about not having practiced and things like that, but the other four guys are always so much more on the ball that Bubba and I are.

The New Year seems a little bit more ?rock? and the melodies simpler and catchier. Was this a conscious decision?
It just happened that way. Maybe the fact that, like I said, most of these songs originated with drums, and drums playing usually heavy beats, had something to do with the record being more rock.

How much do the other members (other than Matt and Bubba) influence the songwriting?
Not really at all, but that’s not what they signed up for. And they all have other bands in which they’re the principle songwriters.

What kind of environment setting would be the best place to listen to the New Year?s ?Newness Ends??
Sitting in a comfortable chair or lying on a couch in a room with incomprehensibly good speakers, like Andy Cohen’s new B&Ws. Andy played part of Newness Ends for me the other day to show me his fancy new speakers and turntable and I have to say that the record sounded as good as it ever did in the studio, which is sort of what you think of at the optimal sound zone for anything you record.

What records have you been listening to lately?
I really like the last two Deerhoof records. And the latest Nina Nastasia record. “Deceit” by This Heat, a record made over twenty years ago, sounds like it was made yesterday, and besides being precocious is incredible for its odd rhythms and sounds.

What kind of things other than other music influences your music and lyric writing?
I think just about everything in the external world is an influence of some kind.

Is there any books or movies you?d liken you?re records to?
What is your favorite line that you?ve sang in a Bedhead or the New Year record?
I don’t really have one.

How was working with Steve Albini like?
He’s one of the great ones and it’s always incredibly fun and edifying to record with him.

What kind of influence did he bring to your sound?

Before we actually started recording with him we were going for what could be characterized, among other things, as the “Albini sound”–ambient drums, guitars that sound like guitars, vocals that sit in instead of on top of the mix, etc.

Why did you decide to go with ?Touch and Go??
Trance Syndicate, Bedhead’s label, the only label Bedhead ever considered, closed shop right after that band broke up. Trance was distributed by Touch and Go, we knew and liked all the people up there, and so when we had a new band Touch and Go was the only label we ever considered. Much like Electrical Audio, Albini’s studio in Chicago, Touch and Go is one of the world’s greatest institutions, businesses, collections of people, I’m not sure exactly what you call it.

You?ve toured Europe and America. Any plans for touring Asia or Indonesia?
We would love to but I’m not sure how realistic it is since we’ve never had our records distributed in either place.

If you had to choose, which is your favorite Bedhead album?
I hate to have to chose but I guess I would say “WhatFunLifeWas.”

What?s next for the New Year?
A new record in February followed by select shows in the US.

Thank you very much for answering these questions!!
You’re welcome.

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks

{ 1 comment }

Interview with Pretty Girls Make Graves’ Derek Fudesco

4 July 2003 Features

Marcel Thee, Editor in-chief DEATHROCKSTAR webzine, an interview with Derek Fudesco of Pretty Girls Make Graves.

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
1 comment Read the full article →

Interview with The Liars’ Angus

4 July 2003 Features

Jarang emang gue mulai sebuah interview dgn intro2 macem ini, gak penting lah, toh yg penting yg keluar dari mulut si pemusik. Tapi sekedar info, Liars adalah band dari Amerika, yang saat ini ada di barisan depan musik yang dgn tidak adil, bersama dengan Out Hud, the Rapture, !!!, dan dance Disaster Movement dilabel sebagai “Dance Punk”. Iyah, dance punk ini memang trend mid-2003 banget lho! Garage rock mah 2003 awal banget sih..apalagi huip mental, wahh itu mah jaman bahula, sekarang mah gayanya mustinya Gantungan Kunci sama dance punk, ini tuh pertengahan 2003 banget deh, kalo topi supir truk itu? wah itu mah 2003 awal, ketinggalan deh kamu….ya udah, Liars:band dengan sound gitar noise gila, beat elektronika, dan vokalis sinting, gak jelas? Beli aja CD-nya di Aksara atau internet, atau check www.liarsliarsliars.com

-Marcel Thee,
Mid 2003

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
1 comment Read the full article →

Interview with Eric Gaffney from the Field Of Gaffney

4 July 2003 Features

Interview with Eric Gaffney from the Field Of Gaffney. An ex-member of Sebadoh. By Marcel Thee, via email.

Share and Enjoy:
  • TwitThis
  • Facebook
  • MySpace
  • Tumblr
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Tipd
  • Digg
  • Technorati
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
0 comments Read the full article →